Tips & Trik Michelin Dalam Berkendaraan Jarak Jauh Saat Musim Hujan

3 min read

Rodagilas.com, Jakarta – Jelang libur Natal dan tahun baru, sebagian orang telah mempersiapkan perjalanan untuk berlibur keluar kota bersama keluarga tercinta. Dimulai dari membuat itinerary perjalan, destinasi sampai dengan persiapan kendaraan khususnya roda empat.

Dengan perubahan iklim yang kini sudah memasuki musim hujan, pengendara di wajibkan untuk memastikan kendaraannya sudah aman dan nyaman yang mana memerlukan persiapan khusus karena kondisi jalan yang licin serta adanya genangan air dan juga membuat jarak pandanga yang terbatas.

Simak tips dari Michelin berikut ini sebelum Anda mengawali kegiatan road trip:

Kurangi kecepatan. Ini adalah hal utama yang harus diingat dan diterapkan pengemudi saat berkendara di tengah hujan, terutama saat hujan lebat. Antisipasi akan jauh lebih mudah dilakukan ketika berkendara dengan hati-hati dengan mengurangi kecepatan.

Pilih jenis ban yang tepat. “Jalan basah mengurangi daya cengkeram ban dan memperpanjang jarak pengereman. Untuk itu, memilih jenis ban dengan daya cengkerem optimal di medan basah dan dilengkapi fitur pengereman pendek sangat direkomendasikan,” kata M. Fachrul Rozi, Customer Engineering Support PT Michelin Indonesia

BFGoodrich Advantage Touringban yang di desain Michelin untuk pemakaian harian dengan performa yang tangguh, nyaman, senyap dan memiliki performa pengereman yang lebih baik di jalan kering ataupun basah. BFGoodrich juga menghadirkan g-Force Phenom, ban ultra-high-performance on-road yang mengoptimalkan performa kendaraan di aspal basah maupun kering dengan sensasi kendali optimal saat akselerasi, tikungan tajam, dan pengereman keras, bisa menjadi pilihan Anda untuk perjalanan jauh akhir tahun ini.

Periksa tingkat keausan ban. Pastikan ban kendaraan masih dalam kondisi baik (tidak aus) ketika Anda ingin membawanya dalam perjalanan jauh. Pengecekan oleh profesional disarankan. Jika anda ingin melakukan penggantian 2 ban saja, pastikan ban tersebut dipasang di bagian belakang, untuk mengurangi resiko terjadinya hydroplaning.

Periksa tekanan ban untuk keempat ban dan ban cadangan. Lakukan hal ini untuk mengoptimalkan keselamatan dan menjaga ketahanan ban. Saat memeriksa tekanan, perhatikan komponen muatan kendaraan (jumlah penumpang dan barang bawaan). Pastikan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan pembuat kendaraan yang bisa dilihat di pilar pintu pengemudi atau tutup bahan bakar.

Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Karena visibilitas atau jarak pandang menurun di tengah hujan, pengemudi perlu memperpanjang jarak antar kendaraan. Jarak pengereman yang berpotensi menjadi lebih panjang di aspal basah—karena sistem pengereman yang terganggu atau traksi ban berkurang—membuat jarak aman semakin penting untuk diperhatikan.

Kenali dan redam potensi hydroplaning (kondisi ban tergelincir dan tidak merespons kemudi, pengereman, atau akselerasi). Kendaraan bahkan bisa tergelincir atau berputar ketika air di antara ban dan jalan tidak dapat dialirkan dengan cukup cepat. Lapisan air ini menumpuk di bagian depan dan berujung pada kehilangan kontak dengan jalan. “Anda bisa memilih ban yang memiliki fitur kendali optimal saat akselerasi, andal di medan basah, dan evakuasi air cepat untuk menghindari hydroplaning,” kata Fachrul Rozi. Selain itu, Anda juga disarankan untuk rutin memeriksa tekanan ban, memeriksa kedalaman tapak, dan mengurangi kecepatan saat mendekati genangan air.

Cek kendaraan secara menyeluruh sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama di musim hujan, seperti minyak rem, bantalan rem, wiper, lampu-lampu, dan perangkat keselamatan, seperti segitiga pengaman, senter, kotak P3K beserta isinya, dan pemadam api portabel.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours

Leave a Reply