Pastikan Ban Anda Aman, Sebelum Perjalanan Panjang

Rodagilas.com, Jakarta — Momentum arus mudik dan pasca mudik lebaran Idul Fitri 2024, para pemudik di wajibkan untuk memastikkan kendaraan dalam kondisi yang prima agar aktifitas mudik menuju kampung halaman dapat berjalan dengan baik, nyaman serta aman, tercatat ada 1.136.051 kendaraan yang keluar dari arah Jadetabek melalui jalur pantura pada saat H-2 Lebaran yang menuju Jawa Tengah dan Timur.

Perjalanan yang jauh terkadang para pemudik melupakan beberapa hal saat berkendara, diantaranya menganti oli, mengecek kaki-kaki dan salah satu faktor terpenting adalah mengecek kondisi ban mobil sebagai faktor penentu keselamatan dan kenyamanan para pemudik, Jelas Fisa Rizqiano, Deputi Head of Original Equipment (OE)Bridgestone Indonesia.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengecekan ban:

Tekanan angin

Meskipun ban tidak mengalami kejadian yang bisa menurunkan tekanan angin (seperti bocor kena tusukan, bocor di pentil), pada kondisi normal ban angin dapat berkurang secara perlahan melalui pori pori ban yang biasa disebut dengan proses ‘osmosis’.

Selain itu tekanan ban berkurang setelah berkendara karena panas gesekan jalan menghangatkan udara di dalam ban. Peningkatan suhu ini menyebabkan udara mengembang sehingga mengurangi tekanan ban. Untuk itu, periksa tekanan angin dan disesuaikan dengan standar. Waktu terbaik untuk memeriksa tekanan ban adalah ketika ban dalam keadaan dingin, idealnya tercapai saat kendaraan berada dalam kondisi berhenti selama kurang lebih tiga jam.

Perlu dicatat bahwa tekanan yang berada pada sumbu yang sejajar harus sama, sementara tekanan pada ban depan dan belakang dapat saja berbeda. Informasi tekanan ban ideal dapat Anda lihat pada lis pintu sopir bagian atau pada buku owner’s manual kendaraan Anda. Jangan lupa untuk mengecek tekanan angin ban serep.

Cek fisik ban termasuk keausan telapak

Lakukan pengecekan fisik ban, mulai dari dinding ban (sidewall). Jika tapak ban sudah aus, kendaraan bisa saja tetap tergelincir meski roda sudah terkunci dalam kondisi pengereman hard braking. Untuk mudahnya, tingkat keausan ban dapat diketahui dengan melihat Tire Wear Indicator(TWI) yang berada pada dinding samping (sidewall) ban. Jika tapak ban sudah sejajar dengan garis-garis TWI, artinya kedalaman tapak yang tersisa sudah kurang dari batas aman, yakni 1.6mm, dan sudah memerlukan penggantian ban.

Selain kedalaman tapak, kondisi fisik lain yang perlu diperhatikan adalah adanya kerusakan ban, seperti retak, benjol, memar maupun adanya paku atau benda asing lain yang menempel pada ban. Jangan sepelekan tanda-tanda kerusakan tersebut, karena dapat mengakibatkan integritas struktural ban melemah, sehingga lebih mudah pecah atau sobek jika terkena benturan.

Spooring 

Kondisi jalan yang kurang bagus selama mudik (misalnya sering masuk lubang atau membentur sesuatu), terlebih dengan beban maksimum, dapat merubah geometri roda (wheel alignment). Sebaiknya dilakukan pengecekan roda (spooring) dan disetel ulang ke standad. Setelan roda yang berubah dapat menyebabkan keausan cepat dan tidak teratur. Hal ini juga dapat mempengaruhi pengendalian dan pengereman mobil Anda di jalan.

Rotasi

Jika Anda melakukan perjalanan cukup jauh selama mudik, sebaiknya rotasi ban Anda. Dengan menukar roda dari poros berpenggerak ke poros non-penggerak secara teratur, pengemudi akan mendapatkan pola keausan yang seragam pada semua ban. Kondisi ini akan membantu menjaga traksi dan pengendalian tetap konsisten pada keempat ban. Selain akan meningkatkan kinerja di tikungan dan pengereman serta menjaga kendaraan Anda lebih aman untuk dikendarai secara keseluruhan.

+ There are no comments

Add yours

Leave a Reply