Rodagilas.com, Banten – Libur panjang selama tiga hari, saya dan teman melakukkan perjalanan santai dan sedikit memacu adrenalin dengan tujuan Gunung Luhur Citorek Lebak Banten mengendarai Honda Stylo 160 dengan durasi perjalanan 271 km yang merupakan pengalaman yang tak terlupakan, terutama saat memilih jalur menantang seperti Rumpin dan Jasinga. (16/9)
Dengan kondisi jalan berbatu, tanah berlumpur, tanjakan, serta turunan tajam, motor ini benar-benar diuji performanya dalam menghadapi berbagai medan ekstrem.
Disini saya akan memberikan ulasan mendetail mengenai bagaimana Honda Stylo 160 mampu melewati trek menantang ini dengan perjalanan selama 5 jam dari Jakarta ke Citorek.

Dari segi desain, Honda Stylo 160 hadir dengan bodi yang modern dan sporty, namun tetap ergonomis, kesan yang tangguh namun stylish membuatnya menarik untuk digunakan di berbagai kondisi, termasuk rute penuh tantangan seperti menuju Gunung Luhur.
Menurut saya, dengan tinggi badan 165 cm, posisi berkendara kurang tegak, namun Stylo 160 memiliki jok yang cukup lebar cocok untuk perjalanan jauh dan panjang
Kaki-kaki Stylo 160 didukung suspensi yang tangguh, yang sangat membantu saat melintasi jalanan berbatu di Rumpin, suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang ganda membuat guncangan dari jalan berbatu terasa lebih lembut, sehingga tubuh tidak mudah lelah meski melintasi jalur yang tidak rata.
Dengan mesin 160cc eSP+, Honda Stylo 160 menawarkan akselerasi yang mumpuni untuk menghadapi tanjakan dan turunan tajam yang menjadi ciri khas jalur Jasinga, mesin ini menghasilkan tenaga yang cukup besar untuk mengatasi medan berat tanpa kesulitan berarti.
Saat melibas tanjakan curam, motor tetap stabil dan responsif walaupun ada sedikit raungan pada trek tanjakkan dengan kemiringan 30-40 derajat, tetapi sytlo dapat melaju di speed 25 kpj , memberikan keyakinan lebih kepada pengendara

Untuk penggunaan bahan bakar Honda Stylo 160 cukup menguras kantong, perjalanan Jakarta – Citorek PP harus mengeluarkan Rp 110 ribu menggunakan BBM pertamax untuk jalur Citorek dengan perbandingan dengan motor ADV tempo hari jalur Jakarta – Purwakarta dengan jarak tempuh 270 km hanya selisih 1 km di banding ke Citorek, cukup mengeluarkan biaya hanya Rp 80 ribu saja.
Walau menggunakan ban tubles dengan dimensi ring 12-110/90 depan dan belakang 12-130/80 dengan tipe ban donat, namun pada saat jalur berpasir dan licin akibat lumpur, agak slip tapi tidak terlalu mengganggu performa.
Honda Stylo 160 memiliki bobot yang ringan untuk ukuran motor matic besar, sehingga handling-nya terasa sangat baik saat melintasi medan terjal maupun saat berhadapan dengan tikungan tajam di jalur turunan. Ground clearance motor yang cukup tinggi juga membantu agar tidak mudah tersangkut di bebatuan besar atau tanah yang tidak rata.
Melintasi jalur tanah berlumpur dan berbatu di Rumpin, motor ini mampu menjaga kestabilan dengan sangat baik. Bahkan ketika harus menghadapi jalan yang sempit dan menanjak, Honda Stylo 160 tetap lincah dan mudah dikendalikan. Ini memberikan rasa percaya diri saat melalui jalur-jalur off-road yang menuntut kelincahan.
Honda Stylo 160 dilengkapi dengan sistem rem cakram depan dan belakang yang memberikan pengereman optimal di berbagai situasi. Hal ini sangat terasa saat menuruni tanjakan tajam, di mana sistem pengereman motor ini memberikan respons cepat dan konsisten. Fitur Combi Brake System (CBS) juga membantu mendistribusikan pengereman antara roda depan dan belakang secara lebih merata, meningkatkan keselamatan saat melalui jalur licin dan menurun.
Desain yang nyaman, performa mesin yang tangguh, dan handling yang lincah menjadi kombinasi sempurna untuk menaklukkan medan berbatu, tanah berlumpur, serta tanjakan dan turunan tajam.

