Rodagilas.com, Jakarta, 13 Juli 2025 – Touring pakai motor listrik? Kenapa nggak! Itulah yang kami buktikan bareng si mungil bertenaga dari Indomobil Emotor, Motor Listrik Adora, dalam perjalanan sejauh 68 km yang penuh tanjakan, turunan tajam, dan sedikit drama batre.
Start dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan pukul 08.00 pagi dengan kondisi batre 95%, perjalanan ini jadi salah satu pengalaman touring tipis paling seru dan deg-degan yang pernah kami alami.
Rute yang kami ambil lumayan padat dan menantang: Pasar Minggu – Depok – Sentul – Sumarecon Bogor – Bukit Senja, Tugu Utara, Cisarua, Jawa Barat. Medan jalanan? Jangan ditanya, mulai dari jalan aspal mulus sampai bebatuan dan tanjakan curam yang bikin dengkul pengendara ikut tegang.

Setelah menempuh sekitar 30 km, posisi batre Adora mulai menipis jadi 35%. Kami memutuskan berhenti untuk pengecasan pertama di SPKLU Padjadjaran, di sini kami pakai charger token listrik, yang meski praktis tapi butuh waktu lebih lama, batre kami isi ulang sampai 65% sebelum lanjut jalan lagi.
Jalur selanjutnya menuju Cipayung makin menantang dengan kombinasi tanjakan dan lalu lintas yang mulai padat, sesampainya di SPKLU Cipayung, batre tinggal 28%. Kali ini kami pakai charger AC Type 2 dengan menggunakan coverter charger pada bagian konektor charger, biasanya untuk mobil listrik, menariknya, pengisian dengan charger ini terasa jauh lebih cepat dibanding token listrik di tempat sebelumnya, jadi catatan penting nih buat para pengguna motor listrik: kalau mau efisien, cari SPKLU yang sediakan charger AC Type 2.
Dari Cipayung, perjalanan lanjut ke arah Puncak. Medannya? Gila. Tanjakan curam, turunan tajam, plus beberapa jalur berbatu yang bikin jantung ikut sport jantung. Tapi salut buat Adora, si mungil satu ini tetap stabil dan nggak ngambek meski bukan motor yang dirancang buat medan ekstrem. Paling, shock breaker-nya terasa agak keras saat melewati jalan berbatu, wajar sih—kan emang bukan kelas motor trail.
Waktu menunjukkan sekitar pukul 14.30 siang saat akhirnya kami sampai di Bukit Senja, Tugu Utara. Kondisi batre, sisa 16%, untungnya pemilik lokasi mengizinkan kami ngecas motor yang sudah nyaris sekarat, di sinilah titik lega kami dimulai, nggak hanya karena bisa ngecas, tapi karena semua rasa capek, khawatir, dan deg-degan di jalan langsung dibayar lunas sama pemandangan alam yang menakjubkan.

Bukit Senja menyuguhkan lanskap pegunungan yang diselimuti kabut tipis dan hawa sejuk yang menenangkan. Sambil menunggu motor di-charge, kami menikmati kopi hangat dan suasana yang benar-benar jadi pelipur setelah perjalanan yang lumayan menguras adrenalin.
Touring kali ini memang bukan soal kecepatan atau jarak jauh, tapi lebih kepada membuktikan bahwa motor listrik seperti Adora bisa diajak bertualang di luar zona nyamannya—asal tahu batasnya dan pintar atur strategi pengecasan. Jadi, bukan cuma ramah lingkungan, tapi juga mulai bisa diandalkan untuk short escape dari penatnya ibu kota.
Begitu sampai rumah, Adora kami parkir manis di halaman depan. Tapi siapa sangka, drama belum berakhir. Saat hendak dikembalikan ke dealer Indomobil eMotor, kami kaget bukan main: jog motor dicakar kucing liar! Nggak rusak parah sih, tapi goresannya cukup bikin nyesek, apalagi buat motor secantik ini.
Solusinya? Simpel tapi penting: gunakan cover jok motor anti-cakar. Banyak pilihan di pasaran yang berbahan tahan sobek dan nggak bikin panas saat diduduki. Ini jadi pelajaran berharga, apalagi buat pemilik motor listrik yang sering parkir di ruang terbuka. Lebih baik mencegah daripada mengelus dada, kan?
Kesimpulannya? Touring tipis pakai Adora itu seru, dan menantang! Dari medan variatif dan status batre serta serangan “serangan kucing liar” yang harus selalu diawasi, perjalanan ini jadi pengingat betapa pentingnya manajemen energi, persiapan matang, dan keberanian buat mencoba hal baru. Siap-siap buat petualangan selanjutnya—dan pastinya, baterai penuh!

