Rodagilas.com, Jakarta, 15 Juli 2025 – Siapa bilang motor listrik enggak bisa diajak touring jarak jauh? Kali ini, Honda CUV e: RoadSync Duo membuktikan bahwa motor listrik urban pun bisa jadi partner andalan untuk menjelajah jalur menantang ke daerah pegunungan.
Touring santai tapi menantang ini dilakukan oleh tim riding dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan menuju Bukit Senja, Cisarua, Jawa Barat dengan jarak tempuhnya 68 km sekali jalan.
Touring dimulai pukul 08.00 pagi, dengan kondisi baterai 100% dari dua unit baterai yang disematkan pada CUV e: RoadSync Duo, perjalanan melewati jalur klasik, yaitu Pasar Minggu – Depok – Sentul – Sumarecon Bogor – hingga akhirnya menanjak ke Bukit Senja. Sepanjang perjalanan, mode berkendara diatur dinamis: dari mode Econ untuk irit, Standar untuk cruising, dan Sport saat butuh power lebih di tanjakan.
Apa yang bikin CUV e: ini makin menarik? Tentu saja performanya, meski awalnya dijual di kisaran Rp 50 jutaan, motor ini sempat mengalami diskon gila-gilaan saat PRJ lalu, hanya Rp 19 jutaan saja! Dengan fitur dual-battery dan sistem RoadSync yang canggih, pengalaman berkendara jadi makin futuristik, namun sayang untuk aplikasi yang di sematkan belum di aktifkan di hp kami, tapi kejutan sesungguhnya bukan cuma soal harga.
Setelah menempuh 38 km, tim sempat melakukan pengisian ulang di SPKLU Padjadjaran dengan status baterai tersisa 38%. Pengisian dilakukan via token listrik hingga mencapai 52%, satu hal yang perlu dicatat, pengisian dengan token ini memakan waktu jauh lebih lama dibandingkan dengan SPKLU Cipayung berikutnya, yang menggunakan charger mobil AC Type 2 di sana, baterai tinggal 20% tapi pengisian jauh lebih cepat.
Yang bikin tim terkejut, ketika menuju Bukit Senja, indikator baterai menunjukkan angka 0%, tapi anehnya, CUV e: masih bisa diajak ngebut di jalur datar hingga 2–3 km sebelum tenaganya benar-benar mulai melemah di tanjakan terakhir. Di titik ini, kami sempat harus bantu dorong layaknya gowes sepeda. Tapi tidak mogok total! Masih bisa jalan pelan sampai akhirnya tiba dengan selamat di kafe Bukit Senja.

Medan berat berupa tanjakan curam, turunan tajam, serta jalanan berbatu nyatanya tetap bisa ditaklukkan oleh CUV e: RoadSync Duo, suspensi terasa cukup nyaman, rem combi brake + ABS juga sigap, dan handling motor tetap stabil berkat penggunaan rangka tubular underbone, bukan rangka e-SAF biasa. Buat ukuran motor listrik urban, performanya di luar ekspektasi!
Masalah muncul ketika ingin melakukan pengisian ulang baterai di lokasi. Karena menggunakan docking charger, waktu pengecasan jadi jauh lebih lama, apalagi jika dua baterai diisi bersamaan, solusi terbaiknya cas secara bergantian dan usahakan baterai satunya tidak sampai 0%. Alternatif lainnya adalah menggunakan sistem swap battery yang sudah tersedia di beberapa diler Honda.
Meski sempat bikin deg-degan, perjalanan ini sangat berkesan. Adrenalin dipacu bukan hanya oleh kondisi jalan, tapi juga oleh tantangan status baterai yang minimal, tapi semuanya terbayar lunas begitu sampai ke Bukit Senja yang dikelilingi kabut dan hawa sejuk pegunungan, rasanya, riding naik motor listrik jadi lebih menyatu dengan alam!
Ketika pulang, kejutan kembali hadir. Dengan status baterai 0%, CUV e: masih bisa diajak jalan di jalanan datar hingga sekitar 30 km! Ini bikin tim makin penasaran—teknologi apa yang dipakai Honda sampai motor ini tetap bisa jalan walau baterainya 0%, sungguh membagongkan, tapi dalam arti yang positif.
Kesimpulannya, touring menggunakan Honda CUV e: RoadSync Duo tetap aman dan menyenangkan, asal perencanaan rute dan strategi charging diperhitungkan, jangan lupa juga pilih metode pengecasan yang tepat dan efisien, soal performa, handling, dan kenyamanan, CUV e: layak diacungi jempol.

