Rodagilas.com, Tiongkok, 23 Agustus 2025 – Geely Automobile Holdings Ltd., anak usaha Zhejiang Geely Holding Group yang membawahi merek Geely Auto, Lynk & Co, dan Zeekr, mencatat kinerja gemilang di semester pertama 2025. Pendapatan perusahaan menembus lebih dari RMB 150 miliar (sekitar Rp340 triliun) dengan penjualan kendaraan melonjak 47% menjadi 1,409 juta unit. Untuk pertama kalinya, pangsa pasar domestik Geely menembus angka psikologis 10% – sebuah pencapaian bersejarah yang menegaskan dominasi mereka di industri otomotif.
Pertumbuhan impresif ini terutama ditopang oleh penjualan kendaraan listrik dan energi baru (NEV). Tercatat, penjualan NEV melesat 126% menjadi lebih dari 725 ribu unit, membuktikan bahwa strategi elektrifikasi Geely bukan sekadar jargon, melainkan kenyataan yang membentuk arah masa depan perusahaan.
Strategi “One Geely” yang diluncurkan tahun lalu menjadi motor penggerak sinergi lintas merek. Pada semester pertama 2025, Geely Auto merampungkan merger Zeekr dan Lynk & Co, menghasilkan efisiensi biaya riset dan produksi sekaligus memperkuat daya saing di segmen menengah hingga premium. Pada Juli lalu, Geely Auto dan Zeekr juga menandatangani perjanjian merger lanjutan untuk memperluas kerja sama di bidang teknologi, rantai pasok, manufaktur, pemasaran, hingga ekspansi global.
Tak hanya di level korporasi, inovasi produk juga menjadi daya tarik utama. Seri Geely Yinhe menjadi primadona dengan 548 ribu unit terjual, naik 232% dari tahun sebelumnya. Total penjualannya sejak pertama kali meluncur sudah mencapai 1,2 juta unit. Di segmen premium, Zeekr terus melesat dengan lebih dari 90 ribu unit terjual pada paruh pertama 2025. MPV mewah Zeekr 009 bahkan memimpin pasar di banyak negara. Sementara itu, Lynk & Co menambah catatan penjualan lebih dari 150 ribu unit, dengan total kumulatif sejak debutnya melampaui 1,5 juta unit.
Dari sisi teknologi, Geely menjadi pelopor dengan meluncurkan Full Domain AI untuk mobil pintar – pertama dan satu-satunya di Tiongkok. Kapasitas Pusat Komputasi Xingrui juga ditingkatkan hingga 23,5 EFLOPS, menopang pengembangan AI berskala besar. Fitur G-Pilot dengan otonom level 3 kini hadir di banyak model, sementara kokpit digital Flyme Auto telah dipakai lebih dari satu juta pengguna.
Elektrifikasi menjadi senjata utama lain. Geely Battery Safety System generasi terbaru hadir dengan daya tahan tinggi, keamanan ekstra, dan pengisian super cepat. Mesin EM Super Hybrid menghadirkan efisiensi termal terbaik di kelasnya, sementara Zeekr Super Hybrid membawa teknologi e-drive 1000kW berbasis arsitektur 900V – standar baru performa kendaraan listrik premium.
Geely juga agresif berekspansi global. Sepanjang 2025, lebih dari 180 ribu unit berhasil diekspor ke 80 negara. Model Geely EX5 kini hadir di 26 pasar internasional. Produksi luar negeri pun makin digencarkan, mulai dari perakitan di Mesir hingga uji coba produksi di Indonesia, yang menandai keseriusan Geely memperkuat posisinya di Asia Tenggara.
Di sisi keberlanjutan, Geely berhasil memangkas emisi karbon 23,5% dibandingkan baseline 2020. Angka ini hampir mencapai target 25% di akhir tahun 2025, sejalan dengan komitmen jangka panjang perusahaan untuk mencapai netral karbon pada 2045.
Memasuki semester kedua, Geely menaikkan target penjualan tahunan menjadi 3 juta unit. Perusahaan juga menyiapkan enam model elektrifikasi baru untuk dirilis, sekaligus memperkuat integrasi Zeekr dan Lynk & Co dalam strategi “One Geely.” Langkah ini diharapkan makin mengukuhkan posisi Geely sebagai pemain utama di pasar global kendaraan pintar dan energi baru.
Dengan pencapaian dan rencana ekspansi yang agresif, Geely jelas bukan sekadar produsen otomotif biasa. Mereka tengah bergerak menjadi ikon transformasi industri mobil dunia – dari konvensional menuju elektrifikasi cerdas yang ramah lingkungan, efisien, dan berorientasi pada masa depan.
