FIFGROUP Perkuat UMKM Indonesia Lewat Dana Bergulir

Rodagilas.com, Jakarta, 29 Oktober 2025 — Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tanah Air. Di tengah kenaikan biaya hidup, biaya operasional usaha yang kian mendesak, hingga tren suku bunga tinggi yang mempersempit akses pembiayaan, UMKM tetap harus terus bergerak. Padahal, UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB Indonesia dan menyerap lebih dari 90% tenaga kerja. Kondisi ini menegaskan urgensi hadirnya dukungan pembiayaan yang lebih inklusif, ringan, dan berkelanjutan.

Menjawab tantangan tersebut, PT Federal International Finance (FIFGROUP) menghadirkan solusi nyata melalui Program Dana Bergulir FIFGROUP 2025, sebagai bagian dari pilar keberlanjutan FIFGROUP Sejahtera. Program ini menyalurkan pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha mikro hingga kecil di berbagai wilayah Indonesia. Hingga 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 3.600 pelaku UMKM dengan total pembiayaan mencapai Rp13 miliar sejak diluncurkan pada 2016.

Tahun ini, komitmen tersebut semakin besar dengan penyaluran dana mencapai Rp2,9 miliar kepada 770 UMKM binaan. Misi yang diusung jelas: membantu para pelaku usaha bertahan, berkembang, dan naik kelas di tengah perubahan ekonomi yang semakin dinamis.

Peluncuran program tahun ini ditandai melalui Kick Off Dana Bergulir UMKM Binaan FIFGROUP 2025 pada 30 Juni 2025 di Menara FIF, Jakarta Selatan, dan digelar secara hybrid untuk memungkinkan partisipasi pelaku UMKM dari berbagai daerah. Acara ini turut dihadiri oleh ESR Division Head PT Astra International Tbk, Diah Suran Febrianti; Direktur FIFGROUP, Esther Sri Harjati; Ketua Yayasan Dharma Bhakti Astra, Rahmat Samulo; serta mitra eksternal dan UMKM binaan dari seluruh Indonesia.

Menurut Esther Sri Harjati, keberpihakan terhadap UMKM adalah bagian dari identitas FIFGROUP sebagai #TemanMeraihImpian. “Kami tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi mendampingi para pelaku UMKM untuk tumbuh bersama. Tujuan kami adalah membuka kesempatan baru, menciptakan keberlanjutan ekonomi di berbagai daerah, dan membawa kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” ungkap Esther dalam sambutannya.

FIFGROUP juga memahami bahwa akses pembiayaan saja tidak cukup. Untuk itu, melalui UMKM Development Journey 2025, perseroan merancang rangkaian pembinaan terarah agar pelaku usaha memiliki fondasi kuat untuk berkembang. ESR & Sustainability Management Department Head FIFGROUP, Sujono, menjelaskan bahwa pelatihan akan berfokus pada peningkatan kemampuan bisnis berbasis digital serta penguatan brand UMKM agar kompetitif di pasar.

Salah satu pelatihan yang telah terlaksana adalah workshop “UMKM Go Digital” bekerja sama dengan Grab Indonesia, yang membekali pelaku usaha untuk memanfaatkan platform GrabFood dan GrabMart sebagai kanal distribusi. Langkah ini membantu UMKM memperluas pasar tanpa batasan geografis. Pelatihan berikutnya mengangkat topik Branding & Packaging bersama Coach Candra Winata, Founder DIGIBOX Warriors, yang menekankan pentingnya kemasan kuat dan storytelling produk dalam meningkatkan nilai jual.

Sejak 2016, konsistensi FIFGROUP dalam mendukung bisnis kecil telah membawa kisah sukses nyata. Sebut saja Yoyo Bolen, UMKM binaan selama 3 tahun yang kini stabil mencatat omzet Rp50–120 juta per bulan. Atau Dapur Lestari yang telah bersama FIFGROUP selama 10 tahun, kini mengantongi omzet Rp20–30 juta per bulan berkat peningkatan kualitas manajemen usaha.

Tidak berhenti di tahap pengembangan awal, FIFGROUP juga menyediakan jalur lanjutan bagi UMKM yang sudah naik kelas melalui FINATRA, lini pembiayaan usaha untuk ekspansi bisnis. Sudah ada dua UMKM binaan yang mengakses pembiayaan reguler hingga Rp25 juta, menjadi bukti bahwa usaha komunitas bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar bila diberi akses yang tepat.

Dengan semangat berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi rakyat, FIFGROUP terus menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional. Di era yang penuh tantangan ini, hadirnya dukungan tanpa bunga serta pendampingan usaha terpadu bukan hanya membantu bisnis tetap hidup — tetapi juga mengantarkannya ke level lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan.