Astra Hadirkan Harmoni Kemajuan dan Kearifan Lokal Lewat Kampung Berseri Astra Les di Bali Utara

Rodagilas.com, Buleleng Bali, 11 November 2025 – Dalam upaya membangun ekonomi berbasis kearifan lokal sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan, Astra kembali menunjukkan komitmennya melalui Kampung Berseri Astra (KBA) Les yang berada di Bali Utara. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara masyarakat, alam, dan dunia usaha bisa berjalan beriringan dengan semangat berkelanjutan.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, mengatakan bahwa Astra percaya kemajuan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. “Melalui kolaborasi seperti di Kampung Berseri Astra Les, kami ingin menghadirkan model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tapi juga memperkuat fondasi keberlanjutan jangka panjang,” ujarnya.

Desa Les sendiri merupakan salah satu desa pesisir di Bali Utara yang memiliki kekayaan alam lengkap — mulai dari perbukitan hijau, dataran subur, hingga garis pantai yang panjang. Potensi alam tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk bertani, menangkap ikan, dan memproduksi garam tradisional yang kini menjadi ikon utama desa.

Salah satu daya tarik terbesar Les adalah garam palungan — garam khas yang dihasilkan dengan metode tradisional yang ramah lingkungan. Air laut disaring melalui lapisan daun lontar, pasir, dan kerikil, kemudian dialirkan ke batang kelapa untuk dikristalkan di bawah sinar matahari. Proses alami ini menciptakan garam dengan tekstur lembut dan rasa gurih alami, tanpa tambahan bahan kimia. Dalam satu musim kemarau, warga mampu memproduksi hingga tiga ton garam.

“Gunung memberi, laut menerima. Kami bekerja mengikuti alam, tidak memaksanya,” tutur Nyoman Nadiana, tokoh penggerak Kampung Berseri Astra Les. Ia menjelaskan bahwa garam palungan kini dipasarkan melalui BUMDes Giri Segara, bahkan sudah menembus pasar hingga Pulau Jawa dan Batam. Produk ini menjadi bukti bahwa tradisi bisa bernilai ekonomi tinggi jika dikelola secara berkelanjutan.

Sejak hadir di Les pada tahun 2018, Astra mendampingi masyarakat melalui berbagai program pengembangan potensi lokal. Lebih dari sepuluh pelatihan telah dilakukan, mencakup pelatihan kewirausahaan, pengemasan produk, branding, digital marketing, hingga pengelolaan homestay wisata. Astra juga menyalurkan peralatan produksi garam dan membantu promosi digital agar garam Les semakin dikenal luas.

Selain mengembangkan potensi ekonomi, Astra juga fokus pada peningkatan infrastruktur dan kapasitas pariwisata desa. Jalur menuju Air Terjun Les diperbaiki, dan pelaku homestay dibekali pelatihan manajemen layanan wisata. Kini, lebih dari 20 homestay dikelola warga dengan konsep ramah lingkungan, menjadikan Les destinasi wisata yang tenang, bersih, dan autentik — tanpa kehilangan jati dirinya.

Air Terjun Les yang menjulang setinggi hampir 30 meter menjadi daya tarik wisata utama, dikelilingi hutan tropis dan jalur trekking yang eksotis. Di tepi pantai, wisatawan dapat menyaksikan langsung proses pembuatan garam dan aktivitas nelayan yang berangkat melaut. Harmoni antara alam dan budaya ini menciptakan pengalaman wisata yang berbeda — menyatu, alami, dan inspiratif.

Konsistensi masyarakat Les dalam menjaga budaya dan alam membuahkan hasil. Pada tahun 2024, Kampung Berseri Astra Les berhasil meraih Juara Umum Desa Wisata Terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Pengakuan ini menegaskan bahwa desa kecil pun bisa menjadi simbol keberhasilan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat.

Kolaborasi Astra dan masyarakat Les menjadi bukti bahwa keberlanjutan bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata. Dengan semangat “Sejahtera Bersama Bangsa”, Astra terus berkomitmen membangun desa-desa inspiratif melalui empat pilar kontribusi sosialnya: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Inisiatif seperti Kampung Berseri Astra Les membuktikan bahwa harmoni antara kemajuan dan tradisi bisa terwujud jika masyarakat dan perusahaan berjalan beriringan menuju masa depan yang berkelanjutan.