Rodagilas.com, (Bandung, 26 Januari 2026) – Industri kreatif otomotif Indonesia resmi masuk babak baru. Kick Off Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 yang digelar pada 20 Januari lalu bukan sekadar pembuka kalender acara, melainkan deklarasi keras bahwa modifikasi kini berdiri sebagai pilar strategis ekonomi kreatif nasional. Dunia yang dulu dianggap “hobi garasi” kini naik kelas menjadi ekosistem desain, teknologi, dan nilai tambah ekonomi.
Kick Off IMX 2026 dihadiri jajaran pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari Andre Mulyadi selaku Project Director IMX, Muhammad Farhan selaku Wali Kota Bandung, hingga perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Perindustrian. Kehadiran mereka menegaskan satu hal: modifikasi otomotif kini dipandang serius sebagai industri masa depan, bukan sekadar gaya hidup.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Bekraf, Yuke Sri Rahayu, menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dalam membangun industri modifikasi nasional. Menurutnya, sektor ini adalah ruang bertemunya kreativitas, inovasi desain, dan kekuatan ekonomi berbasis talenta lokal.
“Industri modifikasi dan aftermarket adalah penggerak nilai tambah ekonomi kreatif. Di dalamnya ada desainer, teknisi, perajin, brand lokal, hingga UMKM yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya saing produk Indonesia,” ujar Yuke. Pernyataan ini menegaskan bahwa modifikasi kini telah menjadi mesin ekonomi, bukan sekadar ekspresi personal.
Lebih jauh, pemerintah memandang IMX 2026 sebagai sebuah ekosistem besar. Rencana penggunaan tiga hall di ICE BSD, program Road to IMX, hingga kolaborasi lintas merek dan komunitas dinilai mampu memperkuat rantai nilai industri kreatif otomotif, dari ide hingga akses pasar global. Pendekatan ini sejalan dengan strategi nasional berbasis desain, teknologi, dan keberlanjutan.
Dukungan pemerintah daerah pun terasa kuat. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi kehadiran IMX Hub di Jalan Naripan No. 30, Bandung. Ruang kolaboratif ini menjadi yang pertama di Indonesia dengan konsep “Modern Loft meets Automotive Lifestyle”, memadukan pameran otomotif, kafe tematik, dan pusat komunitas dalam satu ruang hidup.
“Otomotif adalah titik temu teknologi dan seni. Tanpa teknologi, otomotif tak berarti. Tapi tanpa desain dan ergonomi, ia hanya mesin tanpa jiwa,” tegas Farhan. Pernyataan ini mencerminkan DNA IMX yang menempatkan estetika sejajar dengan performa.
IMX 2026 diproyeksikan menjadi panggung strategis bagi brand lokal untuk menembus pasar internasional. Modifikator Indonesia kini tak lagi sekadar mengikuti tren global, tetapi mulai mendefinisikan standar kualitasnya sendiri, dengan sentuhan budaya dan teknologi yang relevan di level dunia.
Mengusung tema besar “Next Gen Culture”, IMX 2026 Big Bang akan digelar pada 9–11 Oktober 2026 di ICE BSD dengan menempati Hall 1, 2, dan 3. Project Director IMX, Andre Mulyadi, menegaskan bahwa perluasan ini bukan soal luas area, melainkan regenerasi semangat modifikasi agar tetap modern dan kompetitif secara global.
Road to IMX 2026 telah dimulai sejak Januari, menyapa berbagai kota melalui Prambanan Heritage Meet Up di Yogyakarta dan Surabaya Car Meet Up. Tak berhenti di dalam negeri, IMX juga melangkah ke panggung internasional lewat Osaka Auto Messe di Jepang dan IMX USA Series, memperkuat misi globalisasi builder lokal.
Didukung co-sponsor seperti Hot Wheels dan ABCA Coating, IMX 2026 diproyeksikan menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah. Lebih dari pameran, IMX kini berevolusi menjadi ekosistem terintegrasi yang membuka keran ekspor, menyatukan inovasi teknologi, dan menciptakan peluang ekonomi nyata bagi industri kreatif otomotif Indonesia.

