• September 3, 2026 02:47

Rodagilas.com

Berita seputar otomotif

Rodagilas.com, Buleleng, Bali – Di tengah gempuran modernisasi dan pesatnya pertumbuhan industri pariwisata di Pulau Dewata, Desa Les yang terletak di wilayah Buleleng, Bali Utara, muncul sebagai bukti nyata bahwa pembangunan tidak harus mengorbankan warisan leluhur maupun kelestarian alam. Melalui bimbingan dan pendampingan dalam program Desa Sejahtera Astra, desa ini kini bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan yang dikelola sepenuhnya oleh kekuatan masyarakat setempat. Yang paling mengagumkan, di tengah geliat pembangunan ekonomi yang kian kuat, identitas budaya asli dan keindahan alamnya tetap terjaga utuh, hidup berdampingan secara harmonis.

Keistimewaan geografis Desa Les menjadi modal utama yang menjadikannya desa pesisir yang sangat lengkap dan kaya potensi. Wilayah ini membentang dari perbukitan hijau yang asri, dataran rendah yang tanahnya sangat subur, hingga garis pantai yang indah dan luas. Kondisi alam ini telah lama menjadi sumber kehidupan utama warga, yang mayoritas bergerak di sektor pertanian, perikanan, hingga kerajinan produksi garam dengan cara-cara tradisional yang diwariskan turun-temurun. Selain mata pencaharian, bentang alam ini juga menyimpan pesona wisata luar biasa, mulai dari keindahan pantai, kesegaran air terjun, hingga kekayaan budaya yang kental dalam setiap aktivitas warga.

Sejak resmi bergabung ke dalam keluarga besar Desa Sejahtera Astra pada tahun 2024 lalu, wajah dan kehidupan sosial ekonomi Desa Les berubah secara signifikan namun tetap terarah. Pengembangan tidak dilakukan secara serampangan, melainkan melalui empat pilar utama kontribusi sosial Astra yang telah teruji: pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan. Hasilnya sungguh menggembirakan. Program-program yang dijalankan telah menyentuh dan memberikan manfaat bagi lebih dari 800 warga. Dampak ekonominya pun terasa nyata, dengan peningkatan pendapatan rata-rata masyarakat mencapai 25%, penyerapan puluhan tenaga kerja baru, serta kemampuan produk lokal yang kini laku terjual habis hingga seratus persen terserap pasar.

Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs Astra, menjelaskan filosofi mendasar yang dipegang teguh dalam setiap langkah pembangunan desa yang dilakukan perusahaannya. “Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya bahwa pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, serta identitas budaya yang dimiliki masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, harapan besar Astra adalah agar kolaborasi ini membawa manfaat jangka panjang, menyejahterakan hari ini sekaligus menjamin keberlanjutan bagi masa depan Indonesia, tanpa menghapus jati diri bangsa.

Di sektor kesehatan, perubahan perilaku hidup bersih dan sehat sangat terasa. Warga desa, didukung penuh oleh para kader kesehatan yang aktif dan terlatih, kini rutin menggerakkan berbagai kegiatan positif. Mulai dari pelayanan Posyandu yang semakin berkualitas, edukasi kesehatan reproduksi dan kehamilan bagi ibu hamil, hingga program pemberian makanan tambahan bernutrisi tinggi. Program ini secara khusus ditujukan untuk membantu anak-anak yang berisiko atau mengalami masalah gizi seperti stunting dan gizi buruk, sebagai bentuk investasi kesehatan generasi penerus desa.

Sementara itu, di bidang pendidikan, generasi muda Desa Les didorong untuk menjadi pelopor perubahan sekaligus wajah desa di mata dunia. Melalui program khusus, mereka dibekali kemampuan berbahasa Inggris dan pengetahuan mendalam tentang potensi desa, guna mempersiapkan diri menjadi pemandu wisata lokal atau local guide yang handal menyambut tamu mancanegara. Salah satu program unggulan bernama Kelas Alam yang melibatkan 15 peserta dari jenjang SD hingga SMA/SMK, terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri anak-anak desa. Kini, mereka terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari dan siap menyapa wisatawan dengan ramah.

Kepedulian terhadap alam menjadi nafas utama pembangunan di sini. Warga desa sadar betul bahwa kekayaan alam adalah aset terbesar yang harus dijaga. Di bidang lingkungan, berbagai kegiatan konservasi digalakkan secara aktif. Mulai dari penanaman dan pemindahan terumbu karang di laut untuk menjaga ekosistem bawah laut, pengelolaan sampah yang dikelola sendiri oleh warga, hingga pembuatan pupuk kompos. Inisiatif yang diberi nama Les Grow ini mengajak warga memilah sampah sejak di rumah. Sampah organik seperti daun kering diolah menjadi pupuk, yang sebagian digunakan untuk kebun desa dan sebagian lagi dijual, menciptakan siklus ekonomi ramah lingkungan.

Salah satu daya tarik terbesar sekaligus kekuatan ekonomi desa ada pada tradisi pembuatan garam. Di tengah gempuran produk industri, warga Desa Les tetap setia mempertahankan cara pembuatan garam tradisional yang diwariskan nenek moyang. Mengandalkan bantuan sinar matahari dan angin serta proses alami, setiap kali panen warga mampu menghasilkan dua hingga tiga ton garam berkualitas tinggi. Produk ini tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi telah menembus pasar berbagai daerah di Indonesia karena keunikan rasa dan kualitasnya yang istimewa.

Pengembangan potensi ekonomi ini semakin kokoh berkat kerja sama yang erat dengan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Giri Segara. Peran BUMDes sangat vital dalam membantu pemasaran produk unggulan desa serta membina perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah lokal. Keberhasilan kerja sama ini dibuktikan dengan kepercayaan besar dari Pemerintah Provinsi Bali yang memesan garam desa ini secara rutin, mencapai sekitar 1 ton setiap bulannya. Nilai ekonominya pun cukup besar, berkisar di angka Rp25 juta per bulan, membuktikan bahwa tradisi lokal mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Kerja keras, konsistensi, dan konsep pembangunan berbasis masyarakat yang dijalankan Desa Les akhirnya membuahkan hasil manis dan pengakuan nasional. Berbagai upaya nyata yang menggabungkan pariwisata, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan membawa desa ini meraih penghargaan bergengsi sebagai Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata ini menjadi bukti bahwa Desa Les adalah model desa wisata yang ideal dan patut dicontoh oleh wilayah lain di Indonesia.

Keberhasilan Desa Les tidak terlepas dari semangat kolaborasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Astra. Bagi Astra, kehadiran program Desa Sejahtera Astra adalah wujud nyata dari cita-cita luhur perusahaan: Sejahtera Bersama Bangsa. Filosofi ini bukan sekadar slogan, melainkan panduan dalam setiap langkah kontribusi sosial yang dilakukan di seluruh pelosok negeri, termasuk di ujung utara Pulau Bali ini.

Selain aspek ekonomi dan sosial, pembangunan di Desa Les juga selaras penuh dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan pemerintah Indonesia. Mulai dari pengentasan kelaparan, menjamin kesehatan, kualitas pendidikan, air bersih, hingga penanganan perubahan iklim dan pelestarian ekosistem laut, semuanya terintegrasi dalam kegiatan warga sehari-hari.

Kisah sukses Desa Les menjadi bukti bahwa pariwisata dan kemajuan tidak harus mengubah wajah asli sebuah desa. Justru dengan menjaga akar budaya dan merawat alam, nilai jual sebuah desa menjadi jauh lebih tinggi dan bermakna. Wisatawan yang datang tidak hanya mencari tempat liburan, tetapi pengalaman otentik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Di masa depan, Desa Les siap melangkah lebih jauh, menjadi desa mandiri yang mampu menopang ekonominya sendiri, menjaga warisan budayanya, dan menjadi kebanggaan Bali Utara. Semangat yang sama terus dibawa Astra untuk merangkul lebih banyak desa lain, mewujudkan Indonesia yang tumbuh merata, sejahtera, dan lestari.