Rodagilas.com, Jakarta, 18 Agustus 2026 — Di aspal Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, persaingan semakin memanas. Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 memasuki putaran ketiga dan keempat pada 15–16 Agustus, dan di tengah ketatnya persaingan, satu nama tampil lebih konsisten daripada yang lain: Honda Racing Indonesia. Dengan Honda Brio RS, Civic Type R FL5, dan City Hatchback RS melaju beriringan di barisan depan, HRI membuktikan bahwa performa bukanlah kebetulan melainkan hasil dari kesiapan matang, kebersamaan tim, dan kepercayaan penuh pada kendaraan andalan.
Di kelas ITCR 1.200, Honda Brio RS kembali menjadi andalan yang tak tergoyahkan. Pada putaran ketiga, Avila Bahar langsung melesat kuat dan mengamankan posisi kedua, membawa pulang podium sekaligus menegaskan bahwa mobil andalan HRI tetap menjadi kekuatan utama di kelas tersebut. Bukan sekadar cepat di awal, melainkan mampu menjaga ritme hingga garis finis kualitas yang membedakan pembalap yang siap bertarung hingga akhir.
Konsistensi itu kembali terlihat pada putaran keempat. Andry Abirezky tampil memukau dan mengunci posisi kedua, sementara Avila Bahar kembali melengkapi podium di urutan ketiga. Dua putaran berturut-turut, dua kali panggung kemenangan. Hasil itu menempatkan Avila Bahar kokoh di puncak klasemen sementara dengan 88 poin, diikuti rekan setimnya Andry Abirezky di posisi kedua dengan 72 poin. Duet HRI kini berdiri beriringan di dua posisi teratas, menjadi benteng yang semakin sulit digeser pesaing mana pun.
Di kelas ISTCR, keunggulan tampil lebih dominan lagi. Alvin Bahar di balik kemudi Honda Civic Type R FL5 tampil tak tertandingi. Pada putaran ketiga maupun keempat, ia melaju paling depan dan menuntaskan balapan sebagai pemenang. Dua kemenangan beruntun yang sekaligus mencatatkan prestasi kemenangan ganda di putaran ini. Performa kokoh itu menempatkan Alvin Bahar di puncak klasemen sementara dengan raihan 98 poin, meninggalkan jejak yang sulit disusul siapa pun.
Namun kejutan terbesar justru datang dari wajah baru yang bersinar terang. Ananda Zayn Neymar menjalani debut bersama HRI Team Management di kelas ITCR 1.500 menggunakan Honda City Hatchback RS. Tanpa butuh waktu lama untuk beradaptasi, pembalap muda itu langsung tampil percaya diri dan menjuarai putaran ketiga sekaligus keempat. Dua kemenangan pada hari pertamanya — sebuah awal yang nyaris sempurna dan membuktikan bahwa bibit unggul memang telah siap tumbuh.
Prestasi itu bukan sekadar keberuntungan. Neymar ternyata sudah menunjukkan potensi besar pada dua putaran awal musim ini. Kini, setelah menambah dua kemenangan beruntun bersama HRI, ia memimpin klasemen sementara ITCR 1.500 Non Seeded dengan perolehan 95 poin. Sebuah tanda bahwa jalur pembinaan talenta muda yang dijalankan HRI Team Management bukan sekadar janji melainkan hasil nyata yang terlihat langsung di lintasan.
Avila Bahar, yang juga menjabat sebagai Direktur HRI Team Management, menyampaikan apresiasinya atas penampilan seluruh jajaran tim. “Persaingan di MFoS semakin ketat dan kami melihat perkembangan yang positif dari seluruh pembalap. Konsistensi HRI di ITCR 1.200 menunjukkan bahwa kami mampu terus bersaing di barisan depan, sementara dua kemenangan Neymar pada debutnya bersama HRI Team Management juga menjadi hasil yang sangat positif,” ujarnya penuh keyakinan.
Avila juga menegaskan bahwa perjalanan belum usai. Seluruh hasil yang diraih di putaran ketiga dan keempat menjadi bahan evaluasi sekaligus bekal berharga untuk menjaga performa hingga putaran penutup musim. “Kami akan terus melakukan evaluasi dan mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin untuk mempertahankan performa hingga putaran terakhir,” tambahnya. Setiap poin yang dikumpulkan kini menjadi pondasi sekaligus motivasi untuk terus melaju kencang di sisa musim.
Di kelas ITCR 1.200, Honda Brio RS telah membuktikan dirinya sebagai salah satu kendaraan paling andal dan kompetitif. Konsistensi di dua putaran berturut-turut menunjukkan bahwa kesiapan mesin, penyetelan sasis, serta strategi tim berjalan beriringan. Bukan sekadar cepat di tikungan, melainkan tetap kuat di lintasan lurus dan stabil di bawah tekanan kualitas yang membuatnya terus bertahan di barisan depan.
Sementara itu, Honda Civic Type R FL5 kembali menunjukkan mengapa ia menjadi tolok ukur performa. Dua kemenangan beruntun bukanlah kebetulan, melainkan bukti bahwa tenaga, keseimbangan, serta kendali atas mobil berjalan harmonis. Alvin Bahar tampak semakin nyaman, semakin cepat, dan semakin sulit dikejar siapa pun. Di tangannya, Civic bukan sekadar mesin bertenaga melainkan perpanjangan dari keinginan untuk selalu melaju paling depan.
Kisah Neymar pun menjadi penegas bahwa masa depan balap nasional terus tumbuh. Dibina melalui jalur pembinaan, diberi kesempatan tampil di panggung besar, dan langsung membuktikan kualitasnya inilah yang membuat kehadiran HRI tak hanya diukur dari poin di papan klasemen. Ada sesuatu yang lebih berharga: lahirnya talenta muda yang siap membawa nama Indonesia melaju lebih jauh.
Rangkaian hasil di Mandalika ini pun belum berakhir. Putaran kelima dan keenam MFoS 2026 dijadwalkan kembali digelar di sirkuit yang sama pada 17–18 Oktober 2026. Saat itulah seluruh tim akan kembali bertanding, memperebutkan poin penentu gelar juara musim ini. Seluruh rangkaian balapan dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube @themandalikagp, sehingga penggemar tak akan melewatkan satu pun momen serunya.
Hingga bendera turun di putaran penutup nanti, Honda Racing Indonesia telah menancapkan posisinya. Di papan klasemen, di lintasan, dan di hati para pendukung kehadirannya tak terbantahkan. Brio, Civic, dan City Hatchback menjadi bukti bahwa di balik setiap kemenangan, ada kerja keras, kesatuan tim, dan keyakinan penuh pada teknologi yang terus ditempa di lintasan sesungguhnya.
Pada akhirnya, balapan bukan sekadar soal siapa yang paling cepat. Ia adalah soal siapa yang paling konsisten, siapa yang paling siap, dan siapa yang mampu membuktikan bahwa hari ini kemenangan miliknya dan besok pun demikian. Di Mandalika, Honda Racing Indonesia telah menjawabnya dengan sangat jelas.
