Rodagilas.com, Jakarta, 16 Juli 2025 – Dalam rangka merayakan 60 tahun kiprahnya di industri maritim global, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menunjukkan aksi nyata yang berdampak langsung ke masyarakat dan lingkungan. Bersama jaringan global Suzuki Marine, Indonesia turut mengambil bagian dalam gerakan Clean Up The World 2025 yang digelar serentak pada 12 Juli 2025.
Tahun ini, pantai cantik di Pulau Mendanau, Belitung—tepatnya di Pantai Pasir Panjang—dipilih menjadi lokasi utama di Indonesia. Bertemakan “Ocean of Tomorrow: Universal Clean-up Day,” kegiatan ini bukan sekadar aksi simbolik, tetapi gerakan komunitas menyeluruh yang menyentuh banyak elemen lokal.
“Kami ingin merayakan ulang tahun ke-60 Suzuki Marine dengan memberikan kontribusi nyata kepada laut yang selama ini menjadi bagian penting dari hidup dan bisnis kami. Ini tentang kembali ke akar,” jelas Aceng Ulumudin, Department Head Suzuki Marine PT SIS, dengan penuh semangat.
Lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan hadir di sana. Mulai dari tim Suzuki, perangkat desa, pelajar, anak-anak nelayan, hingga perwakilan pemerintah daerah, semuanya turun tangan dalam agenda bersih-bersih dan edukasi lingkungan. Bahkan, acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Belitung, Camat Selat Nasik, serta tokoh-tokoh desa setempat.
Kegiatan dimulai dengan pelepasliaran tukik ke laut, sebagai simbol penting pelestarian habitat laut sejak dini. Lalu, dilanjutkan dengan sesi edukasi mengenai bahaya polusi plastik dan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan pesisir.
Hasilnya pun tidak main-main. Dalam waktu singkat, lebih dari 400 kilogram sampah plastik berhasil dikumpulkan dari area pesisir. Sampah yang dominan berupa plastik sekali pakai, botol minum bekas, hingga potongan styrofoam, menunjukkan betapa mendesaknya isu pencemaran laut yang masih membayangi banyak kawasan wisata kita.
Sebagai wujud dukungan jangka panjang, Suzuki juga menyerahkan tempat sampah berkapasitas 100 liter kepada institusi pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Belitung. Tujuannya? Agar semangat menjaga kebersihan lingkungan tetap hidup meskipun acara telah usai.
“Sinergi antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci sukses kegiatan ini. Kami sangat menghargai antusiasme semua pihak. Harapannya, Pantai Pasir Panjang bisa terus menjadi destinasi wisata yang ramah lingkungan dan penuh kesadaran akan pentingnya konservasi,” tambah Aceng.
Dipilihnya Pantai Pasir Panjang bukan tanpa alasan. Pantai ini dikenal sebagai salah satu spot wisata pasir putih terbaik di Belitung, namun juga menghadapi tantangan pencemaran yang tak bisa dianggap remeh. Suzuki melihat ini sebagai panggilan kolaborasi—bukan sekadar isu lokal, tapi refleksi pentingnya menjaga pariwisata berkelanjutan secara kolektif.
Program Clean Up The World ini merupakan bagian dari inisiatif global bertajuk Suzuki Clean Ocean Project. Kampanye ini sudah diluncurkan oleh Suzuki Motor Corporation dengan tiga pilar utama: aksi bersih pantai secara rutin, pengurangan kemasan plastik pada suku cadang mesin tempel resmi Suzuki, serta pengembangan teknologi microplastic collecting device yang disematkan pada mesin Suzuki DF115B.
Di Indonesia, Suzuki Marine telah aktif menyelenggarakan kampanye ini sejak 2014. Kota-kota seperti Ancol, Sanur, Pangandaran, hingga Morotai pernah menjadi saksi nyata aksi bersih pantai dari Suzuki. Dan kini, Belitung menjadi chapter ke-12 yang penuh semangat, kolaborasi, dan harapan.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga lautan ini? Melalui semangat Ocean of Tomorrow, kami berharap generasi muda semakin tergerak untuk menjadi pelindung laut, bukan sekadar penikmat,” tutup Aceng.

