Hino 43 Tahun di Indonesia: Perkuat Manufaktur, Dominasi Medium Duty 25 Tahun Berturut-Turut

Rodagilas.com, Jakarta, 13 Februari 2026 – Memasuki usia Hino 43 Tahun di Indonesia, Hino Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemain utama di industri kendaraan niaga nasional.

Lebih dari empat dekade hadir di Tanah Air, Hino tak hanya menghadirkan truk dan bus yang dikenal tangguh dan andal, tetapi juga memperkuat basis manufaktur, layanan purna jual, serta kontribusinya terhadap industri otomotif dan ekonomi nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) yang menjadi tulang punggung produksi kendaraan Hino di dalam negeri.

Fasilitas manufaktur ini berdiri di atas lahan seluas 296.000 m² dengan luas bangunan lebih dari 169.000 m² dan didukung oleh 1.548 tenaga kerja. Kapasitas produksinya mencapai 75.000 unit per tahun, mencakup lini light duty truck, medium duty truck, hingga bus, dengan standar produksi Hino Motors Limited, Japan.

Dari sisi industri, Hino juga menunjukkan keseriusannya dalam mendukung ekosistem otomotif nasional.

Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk Hino telah mencapai di atas 40% dengan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) sebesar 14,10%. Artinya, semakin banyak komponen yang diproduksi dan diserap dari dalam negeri, memperkuat rantai pasok lokal sekaligus meningkatkan daya saing industri manufaktur Indonesia.

“Komitmen Hino terhadap penguatan industri nasional juga tercermin dari TKDN produk Hino yang telah mencapai di atas 40% ditambah lagi Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) 14,10%.

Ini merupakan bukti strategi jangka panjang untuk mendorong pemanfaatan komponen lokal serta pengembangan supplier dalam negeri,” ujar Harianto Sariyan, Director PT HMMI.

Tak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, Hino Indonesia juga berperan sebagai basis ekspor. Sejak 2011, Hino secara konsisten mengekspor kendaraan dalam bentuk CBU, CKD, maupun komponen ke berbagai negara seperti Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Pakistan, Taiwan, Jepang, hingga Bolivia dan Haiti.

Hal ini mempertegas posisi Indonesia dalam rantai produksi global Hino Motors.

25 Tahun Market Leader Medium Duty.

Bagi pembaca otomotif, salah satu capaian paling impresif Hino tentu konsistensinya di pasar medium duty truck. Sepanjang 2025, melalui Hino 500 Series, Hino kembali mempertahankan posisi sebagai market leader medium duty truck selama 25 tahun berturut-turut dengan pangsa pasar 56%.

Dari total penjualan 20.517 unit pada 2025, kontribusi terbesar berasal dari Hino 500 Series sebanyak 11.710 unit. Di segmen light duty truck, Hino 300 Series mencatatkan penjualan 8.712 unit dengan pangsa pasar meningkat menjadi 21%. Sementara Hino 700 Series hadir untuk memenuhi kebutuhan heavy duty truck di medan operasional berat seperti pertambangan dan konstruksi.

Menariknya, pencapaian tersebut diraih di tengah kondisi pasar kendaraan niaga nasional yang mengalami penurunan sekitar 12% menjadi 64.181 unit.

Artinya, Hino tidak hanya bertahan, tetapi justru memperkuat posisinya di segmen utama kendaraan niaga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang terus mempercayakan bisnisnya kepada Hino. Kepercayaan ini membuat Hino mampu mempertahankan posisi sebagai market leader medium duty truck selama 25 tahun berturut-turut. Ke depan, kami akan terus memperkuat komitmen Total Support agar pelanggan dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih tenang dan efisien,” ujar Susilo Darmawan, Sales & After Sales Director HMSI.

Total Support dan Penguatan SDM

Selain produk, kekuatan utama Hino terletak pada layanan purna jual melalui konsep Total Support.

Hino memastikan kendaraan pelanggan didukung jaringan bengkel yang luas, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknis berkelanjutan.
Salah satu wujud nyata konsep tersebut adalah Hino Total Support Customer Center (HTSCC) di Purwakarta.

Berdiri sejak 2022, fasilitas ini menjadi pusat pelatihan dan pengembangan kompetensi pengemudi maupun teknisi.

HTSCC dilengkapi area pelatihan seluas 24.000 m², lintasan uji 800 meter, ruang kelas, hingga simulator mengemudi.

Melalui Hino Indonesia Academy, pelatihan dilakukan oleh trainer tersertifikasi BNSP, termasuk program pelatihan pengemudi kendaraan berat dan Hino Driving School Program.

“Melalui HTSCC, kami ingin memastikan pelanggan mendapatkan dukungan menyeluruh, tidak hanya dari sisi produk tetapi juga peningkatan kompetensi SDM dan keselamatan berkendara,” ujar Pieter Andre, Training Division Head HMSI.

Kontribusi untuk Industri dan Ekonomi

Selama 43 tahun, truk dan bus Hino telah menjadi bagian penting dalam distribusi logistik, pembangunan infrastruktur, sektor pertambangan, perkebunan, hingga transportasi publik. Peran ini menjadikan Hino bukan sekadar produsen kendaraan niaga, tetapi mitra strategis dalam mendukung pergerakan ekonomi nasional.

Dengan fondasi manufaktur kuat, dominasi pasar medium duty, ekspor berkelanjutan, serta layanan Total Support yang terintegrasi, Hino Indonesia memasuki usia ke-43 dengan optimisme tinggi.

Bagi pelaku industri otomotif dan kendaraan niaga, konsistensi inilah yang membuat Hino tetap relevan dan kompetitif di tengah dinamika pasar yang terus berubah.