• August 13, 2026 15:38

Rodagilas.com

Berita seputar otomotif

Rodagilas.com, Jakarta, 21 Mei 2026 – Gelombang perubahan besar sedang melanda industri otomotif Tanah Air. Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia kini bergerak dengan kecepatan yang sangat mengagumkan, meninggalkan jejak transformasi menuju ekosistem mobilitas yang jauh lebih praktis, ramah lingkungan, dan efisien energi. Seiring dengan lompatan besar ini, persaingan inovasi semakin terasa, di mana berbagai merek kendaraan berlomba menghadirkan teknologi penggerak yang lebih bersih dan cerdas untuk menjawab kebutuhan masyarakat masa kini. Bukan lagi sekadar tren, kehadiran kendaraan berenergi baru ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari langkah bangsa menuju masa depan transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Dunia otomotif kini semakin kaya ragam teknologinya, menawarkan beragam solusi penggerak yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tahapan transisi masing-masing pengguna. Beberapa jenis teknologi yang telah mulai diterapkan luas oleh berbagai merek ternama meliputi kendaraan listrik murni berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV), kendaraan hibrida yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin atau Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga varian hibrida yang bisa diisi ulang lewat colokan listrik atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Ada juga teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) yang menggunakan mesin bensin hanya sebagai pembangkit daya tambahan, serta teknologi masa depan berbasis sel bahan bakar hidrogen atau Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Menariknya, penerapan kecanggihan ini tidak lagi terbatas pada kendaraan darat saja, melainkan telah merambah ke sarana transportasi di udara maupun di atas air.

Menjadi respons nyata atas pesatnya perkembangan tersebut, Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) bersama Dyandra Promosindo kembali menggelar ajang paling ditunggu di industri ini, yaitu PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026. Acara akbar ini dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 29 Oktober hingga 1 November 2026 mendatang, bertempat di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema utama “The Future of A Clean and Efficient Mobility”, PEVS 2026 akan menjadi panggung lengkap yang mempertemukan berbagai inovasi teknologi kendaraan listrik, mulai dari sistem baterai, teknologi hibrida, hingga pemanfaatan energi matahari atau panel surya, semuanya dikumpulkan dalam satu lokasi strategis.

Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, menegaskan bahwa penyelenggaraan PEVS 2026 adalah bentuk terobosan strategis yang sangat dibutuhkan, terutama di tengah situasi geopolitik dunia yang dinamis dan penuh tantangan. Menurutnya, kondisi global saat ini menuntut adanya langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional. Harapan besar diletakkan pada ajang ini agar dapat memberikan kontribusi riil terhadap pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional, sekaligus menjadi wadah pertemuan strategis yang menghubungkan berbagai kalangan industri. PEVS dirancang menjadi ruang integrasi bagi ekosistem bisnis menyeluruh, mencakup pola interaksi antar pelaku usaha atau Business to Business (B2B), antara pelaku usaha dengan konsumen atau Business to Consumer (B2C), serta kerja sama antara pelaku usaha dengan pemerintah atau Business to Government (B2G).

“Ke depan, tema mobilitas yang bersih dan efisien ini harus menjadi tujuan kita bersama. Cara kita bergerak dan berpindah tempat dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan serta efisiensi energi adalah hal yang tidak bisa lagi diabaikan. Apalagi di tengah situasi dunia saat ini, di mana harga minyak dan energi tak terbarukan sulit dikendalikan. Di titik ini, kita hanya punya dua pilihan: berdiam diri dan menerima keadaan, atau menciptakan terobosan baru yang lebih baik. Penyelenggaraan PEVS ini adalah salah satu wujud nyata dari terobosan yang kami maksudkan,” ujar Moeldoko dalam acara peluncuran PEVS 2026 yang digelar di Plataran Senayan, Jakarta.

Sementara itu, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menambahkan bahwa PEVS selalu memiliki daya tarik magis tersendiri, baik bagi para penggiat industri maupun masyarakat umum, khususnya para pecinta dan pengguna kendaraan ramah lingkungan. Beliau menunjuk capaian sukses penyelenggaraan tahun sebelumnya sebagai bukti antusiasme tinggi masyarakat. Pada gelaran tahun lalu, PEVS berhasil mencatatkan rekor membanggakan dengan partisipasi sebanyak 143 peserta pameran dan dikunjungi oleh lebih dari 40.000 pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Angka ini menjadi tolok ukur sekaligus motivasi untuk menghadirkan sesuatu yang lebih besar dan lebih baik tahun ini.

“Melihat capaian luar biasa yang kami raih pada tahun sebelumnya, kami berkomitmen penuh untuk terus mendukung percepatan perkembangan industri kendaraan listrik nasional. PEVS 2026 kami hadirkan sebagai wadah inovatif untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor terkait, mulai dari produsen, penyedia infrastruktur, hingga regulator. Di sini, kolaborasi akan dibangun untuk memperkuat fondasi ekosistem transportasi listrik yang berkelanjutan, kuat, dan mampu bersaing di tingkat global,” tambah Daswar Marpaung.

Sejalan dengan semangat peningkatan kualitas, Project Manager PEVS 2026, Rudi MF, menjelaskan bahwa edisi tahun ini tidak kalah menarik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahkan hadir dengan rangkaian program yang jauh lebih interaktif dan mendalam. Konsep acara dikembangkan tidak hanya sekadar menjadi ajang pameran atau eksibisi produk untuk memajang inovasi kendaraan listrik semata. Lebih dari itu, PEVS 2026 juga disiapkan sebagai ruang diskusi ilmiah dan bisnis yang produktif, di mana para pelaku industri, peneliti, dan praktisi dapat bertukar pikiran, membahas tren terkini, tantangan yang dihadapi, hingga menggali peluang-peluang baru yang belum terjamah sebelumnya.

Melalui integrasi ketiga pola interaksi utama yakni B2B, B2C, dan B2G, PEVS 2026 disusun secara terstruktur untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional secara lebih menyeluruh dan merata. Jalur B2B akan memfasilitasi terbukanya peluang kolaborasi strategis dan ekspansi jaringan bisnis antar pelaku industri. Sementara jalur B2C didesain khusus untuk memberikan kesempatan luas bagi masyarakat umum agar lebih mengenal teknologi kendaraan listrik melalui pengalaman langsung, uji coba kendaraan, serta berbagai informasi edukatif yang mudah dipahami. Tidak kalah penting, jalur B2G menjadi jembatan penghubung antara para pemimpin industri, investor, dan pemerintah guna merumuskan kebijakan serta langkah kerja sama yang mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di tanah air.

“Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, kami mengangkat konsep mobilitas masa depan yang lebih luas. Jadi, tidak lagi hanya menampilkan kendaraan yang bergerak di daratan saja. Kami ingin memperlihatkan fenomena teknologi terbaru di mana kendaraan di air, di udara, hingga sarana transportasi rel atau kereta api pun kini telah banyak menerapkan konsep Kendaraan Energi Baru atau New Energy Vehicle (NEV) berbasis baterai. Penggunaan panel surya sebagai sumber energi pendukung juga semakin marak dikembangkan. Seluruh fenomena dan kemajuan teknologi luar biasa inilah yang akan kami hadirkan secara lengkap di PEVS 2026,” jelas Rudi MF memaparkan konsep acara.

PEVS 2026 akan mengambil lokasi di Hall Pameran B3-C3 JIExpo Kemayoran, Jakarta, dibuka untuk umum mulai tanggal 29 Oktober hingga 1 November 2026 mendatang. Kabar gembiranya, ajang akbar ini dapat dikunjungi secara gratis oleh seluruh masyarakat, dengan syarat mudah yaitu cukup melakukan pendaftaran atau registrasi secara daring melalui laman resmi acara. Jangan lewatkan momen bertemu masa depan mobilitas Indonesia yang bersih, cerdas, dan efisien hanya di PEVS 2026.