Rodagilas.com, Jakarta, 26 Juni 2026 — Keselamatan di jalan raya sering kali dikaitkan dengan kondisi kendaraan yang terawat, kelengkapan perlengkapan berkendara, serta kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas. Namun ada satu faktor sederhana yang kerap terlewatkan, padahal perannya sangat besar: posisi tubuh saat mengendarai sepeda motor. Ternyata, cara kita duduk dan menempatkan anggota tubuh menentukan seberapa nyaman, fokus, dan aman kita selama perjalanan berlangsung.
Banyak pengendara tanpa sadar sudah terbiasa dengan posisi yang kurang tepat. Ada yang sering membungkukkan badan, menggantungkan kaki sembarangan, atau memegang setang dengan otot yang tegang dan kaku. Padahal, kebiasaan-kebiasaan ini membuat tubuh lebih cepat lelah, mengurangi konsentrasi, hingga akhirnya menaikkan risiko terjadinya kecelakaan di tengah jalan.
Menyadari hal ini, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang terus menyebarkan edukasi melalui kampanye keselamatan berkendara bertajuk #Cari_Aman. Salah satu materi yang disampaikan adalah pentingnya menerapkan posisi berkendara yang benar agar perjalanan terasa lebih aman dan menyenangkan.
“Banyak pengendara hanya memastikan motornya siap dan helmnya terpasang, tapi lupa mengecek posisi tubuhnya sendiri. Padahal, posisi duduk yang tepat membantu menjaga keseimbangan kendaraan, meningkatkan kenyamanan, dan membuat kita lebih sigap menghadapi situasi tak terduga. Jadi, budaya #Cari_Aman itu sebaiknya dimulai dari kebiasaan paling dasar ini,” jelas Agus Sani, Head of Safety Promotion PT Wahana Makmur Sejati.
Untuk membantu pengendara mendapatkan posisi yang ideal, ada beberapa bagian tubuh yang perlu diperhatikan dan diatur dengan baik sejak awal perjalanan.
Pertama, perhatikan posisi kepala dan pandangan mata. Saat berkendara, arahkan pandangan lurus ke depan dan lihat cukup jauh ke jalan yang akan dilalui. Hindari kebiasaan sering menunduk melihat ke bawah atau terus-menerus menatap panel instrumen, karena hal ini bisa mengurangi kemampuan untuk mengantisipasi lubang, rintangan, atau kendaraan lain yang bergerak mendekat.
Selanjutnya, posisi bahu dan lengan. Usahakan bahu tetap rileks dan tidak tegang mengangkat ke atas. Posisi ini membuat tubuh tidak cepat pegal meski melaju cukup lama. Selain itu, pastikan siku sedikit ditekuk, bukan lurus kaku. Sudut yang lentur ini memudahkan pergerakan tangan saat memutar setang atau mengendalikan kendaraan saat melewati jalan yang tidak rata.
Kemudian, perhatikan cara memegang setang dan posisi jari. Genggam setang dengan mantap menggunakan seluruh jari, bukan hanya sebagian. Hindari kebiasaan menempelkan jari pada tuas rem secara terus-menerus saat motor sedang melaju. Posisi tangan yang benar menjaga kendali tetap stabil dan membuat kita lebih siap saat harus mengerem mendadak.
Posisi badan dan pinggul juga tak kalah penting. Duduklah dengan punggung tegak namun tetap rileks, jangan membungkuk condong ke depan. Pastikan pinggul bertumpu secara sempurna di atas permukaan jok agar titik keseimbangan tubuh tetap terjaga. Posisi yang salah justru membebani otot punggung dan pinggang, sehingga rasa lelah datang lebih cepat.
Untuk posisi lutut dan kaki, penempatannya bisa disesuaikan dengan jenis motor yang dikendarai. Pada motor skutik, kaki sebaiknya diletakkan lurus ke depan dan rapat agar beban tubuh terdistribusi merata. Sedangkan pada motor bebek maupun sport, kaki harus selalu berada di atas pijakan yang tersedia. Khusus motor sport, lutut bisa sedikit menjepit bagian tangki bahan bakar agar tubuh lebih stabil saat bermanuver atau menikung.
Menerapkan posisi berkendara yang ideal membawa banyak manfaat. Selain membuat tubuh lebih nyaman, posisi yang ergonomis membuat otot tidak bekerja berlebihan, sehingga tenaga lebih terjaga dan fokus tetap terjaga sepanjang perjalanan.
“Kalau posisi duduknya sudah pas, tubuh tidak mudah lelah. Otot bekerja lebih efisien, pengendara tetap nyaman, dan konsentrasi pun tidak mudah terpecah. Ini sangat penting untuk mencegah rasa lelah yang bisa menjadi penyebab utama hilang kendali di jalan,” tambah Agus Sani.
Melalui edukasi yang terus dilakukan secara berkelanjutan, WMS ingin mengubah pandangan masyarakat bahwa keselamatan berkendara bukan hanya soal keterampilan mengemudi saja. Keselamatan juga dimulai dari cara kita mempersiapkan diri dan mengatur posisi tubuh sebelum menyalakan mesin.
Posisi berkendara yang tepat membantu menjaga kestabilan kendaraan, mengurangi risiko cedera jika terjadi hal tak terduga, serta membuat pengemudi lebih sigap merespons perubahan kondisi lalu lintas. Saat tubuh dalam kondisi siap dan pikiran tetap fokus, potensi bahaya bisa dihindari sejak dini.
Oleh karena itu, biasakanlah menerapkan prinsip #Cari_Aman setiap kali akan berkendara. Mulailah dari hal paling sederhana, yaitu memperbaiki posisi duduk dan mengatur posisi anggota tubuh dengan benar. Kebiasaan ini tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga turut menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya, demi mewujudkan lingkungan berkendara yang lebih aman di Indonesia.
