Rodagilas.com, Jakarta, 30 September 2026 — Di usia 18 tahun, kebanyakan anak muda masih memikirkan apa yang akan dilakukan besok. Muhammad Rochmani sudah memetakan masa depannya. Siswa SMK Harapan Mulya Kendal ini kini selangkah lagi memiliki bengkel sendiri mimpi yang tumbuh sejak kecil, menguat di bangku sekolah, dan kini terbuka lebar berkat pengalaman yang tak ternilai: berdiri langsung di area tim balap MotoGP saat Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025. Bagi Muhammad, itu bukan sekadar wisata itu bukti bahwa impiannya nyata.
Ketertarikannya pada dunia otomotif bukan datang tiba-tiba. Ia memilih jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, dan di sanalah ia menemukan tempat yang tepat. Melalui program Enduro Home Service (EHS), binaan PT Pertamina Lubricants (PTPL), Muhammad tidak hanya belajar membongkar pasang mesin. Ia berlatih melayani warga sekitar, memahami kebutuhan pelanggan, mencatat pengeluaran, hingga menyusun rencana usaha hal-hal yang tidak diajarkan di buku pelajaran biasa.
Kemampuannya tumbuh pesat, hingga ia meraih juara satu kategori kewirausahaan dalam Enduro Skill Contest 2025. Kemenangan itu membawa hadiah yang jauh lebih berharga daripada piala: kesempatan mengunjungi paddock tim balap MotoGP. Di sana, ia melihat standar kerja yang presisi, kedisiplinan yang tak kompromi, dan bagaimana dunia otomotif profesional sesungguhnya berjalan. Pengalaman itu mengubah cara pandangnya bukan sekadar memperbaiki motor, melainkan membangun keahlian yang diakui di mana pun.
“Kami ingin memberikan ruang bagi siswa SMK untuk menunjukkan kemampuan mereka dan melihat sejauh mana ilmu yang dipelajari dapat diterapkan dalam situasi nyata,” ujar Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary Pertamina Lubricants. “Melalui kompetisi seperti Enduro Skill Contest, kami berharap siswa semakin percaya diri mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia otomotif profesional.”
Kisah Muhammad hanyalah satu dari ribuan cerita. Program EHS dan ESC adalah bagian dari payung besar Enduro Entrepreneurship Program (EEP) bukti bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan. Sejak 2023, program ini telah melahirkan 169 bengkel binaan dengan omzet total menembus lebih dari Rp11 miliar. Angka ini bukan sekadar catatan ia adalah bukti bahwa keterampilan yang diajarkan dapat menggerakkan roda perekonomian nyata.
EEP tidak hanya menyasar sekolah. Pelatihan diberikan kepada kelompok yang beragam: warga binaan pemasyarakatan, nelayan, penyandang disabilitas, hingga santri. Hingga kini, lebih dari 7.284 orang telah menerima pelatihan, dan secara keseluruhan program telah menjangkau lebih dari 82.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia. Tujuannya satu: setiap orang berhak mengembangkan kemampuan untuk mandiri.
“Program ini bukan sekadar meningkatkan kemampuan teknis,” tegas Rika. “Kami ingin keterampilan yang dimiliki masyarakat benar-benar digunakan untuk menjalankan usaha secara mandiri. Karena itu, kami juga mendampingi pengelolaan bengkel, pemasaran, hingga cara melayani pelanggan.” Pendekatan ini memastikan bahwa setelah pelatihan selesai, usaha tetap berjalan, tumbuh, dan memberi manfaat berkelanjutan.
Model Creating Shared Value (CSV) yang dijalankan menjadikan keberhasilan masyarakat sekaligus keberhasilan bersama. Omzet yang diraih bengkel-bengkel itu berasal dari penjualan oli Pertamina Enduro, jasa perawatan, perbaikan kendaraan, hingga penyediaan suku cadang siklus ekonomi yang saling menguatkan, di mana pertumbuhan usaha lokal berjalan seiring dengan kehadiran produk dalam negeri.
Kabar baiknya, kesempatan ini kembali hadir. Enduro Skill Contest 2026 akan digelar 30 September–1 Oktober di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung, diikuti 13 dari 55 SMK binaan Pertamina Lubricants. Tiga kategori dipertandingkan: Dutapreneur untuk kemampuan wirausaha, Social Media Competition untuk pemasaran digital, serta Mechanical Skill yang menguji ketajaman teknis perbengkelan roda dua.
Para pemenang tahun ini tidak hanya membawa pulang hadiah. Mereka akan mendapatkan kesempatan langka: menyaksikan langsung standar teknis tim balap motorsport kelas dunia yang berlaga di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bulan Oktober mendatang. Bagi banyak peserta, ini bukan sekadar penghargaan ini adalah jendela ke masa depan yang lebih luas.
Melalui EEP, Pertamina Lubricants membuktikan bahwa dukungan terhadap dunia otomotif tidak hanya soal bahan pelumas atau kerja sama tim balap. Ia juga tentang menumbuhkan generasi yang mampu berdiri sendiri merawat kendaraan, membuka lapangan kerja, dan melayani lingkungan sekitar dengan keahlian yang dibanggakan.
Muhammad Rochmani adalah contohnya. Dari belajar melayani tetangga, menang lomba, hingga berdiri di samping lintasan balap internasional ia kini tahu arah yang dituju. Bengkel miliknya bukan lagi mimpi samar, melainkan rencana yang sedang diwujudkan, satu langkah pada satu waktu.
Dan di seluruh negeri, ribuan anak muda lainnya sedang berjalan di jalur yang sama. Bukan menunggu diberi kesempatan, melainkan menciptakannya dengan tangan sendiri, ilmu yang dipelajari, dan dukungan yang saling menguatkan.
