Rodagilas.com, Jakarta — Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Ivan Valrossi Tertia Wahyumaniadi, berhasil mengukir prestasi manis dengan meraih posisi ketiga pada balapan pertama kelas MX2 dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross 2026 putaran keempat. Ajang yang berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026 ini digelar di Sirkuit Tanah Merah, Grand Wisata, Bekasi, Jawa Barat, dengan karakter lintasan yang padat dan menantang atau biasa disebut Hard Pack.
Perjalanan menuju podium ini tidaklah mudah. Sehari sebelumnya, tepatnya Sabtu, 27 Juni 2026, Valrossi mengalami kecelakaan dan tidak mampu menyelesaikan sesi kualifikasi. Akibatnya, ia harus menerima konsekuensi memulai balapan dari posisi paling belakang di garis start.
Namun, pemuda kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur ini tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai penghalang. Sebaliknya, ia justru membuktikan kualitas dan ketangguhannya saat balapan utama digelar keesokan harinya.
Begitu bendera start dikibarkan, Valrossi langsung melesat dan perlahan namun pasti mulai menyusul para pesaingnya. Mengandalkan ketangguhan motor andalannya, Honda CRF250R, ia terus memacu kecepatan dan menjaga lini di kelompok pebalap terdepan.
Perjuangannya membuahkan hasil ketika memasuki putaran keempat, Valrossi berhasil mengambil alih posisi terdepan. Ia tampil sangat konsisten dan berusaha mempertahankan laju terbaiknya untuk menjauh dari kejaran lawan.
Sayangnya, di empat putaran terakhir, tenaga dan ketahanan tubuhnya mulai menurun akibat efek kecelakaan sehari sebelumnya. Posisi terdepan pun harus dilepaskan, namun ia tetap berjuang keras hingga garis finis. Hasilnya, ia berhasil menempati posisi ketiga dan meraih podium pertamanya di ajang Kejurnas Motocross musim ini.
Masih di hari yang sama, Valrossi kembali turun ke lintasan untuk mengikuti balapan kedua dengan tekad yang lebih besar. Ia berambisi menyempurnakan hasil yang sudah diraih sebelumnya.
Saat balapan dimulai, ia langsung berusaha menyodok masuk ke barisan depan di tengah persaingan ketat yang melibatkan sepuluh pebalap terbaik. Dalam beberapa putaran awal, ia sempat mengamankan posisi ketiga dan bersiap untuk terus naik peringkat.
Namun, persaingan yang sangat sengit membuat posisi tersebut harus terlepas. Rasa nyeri di bagian punggung akibat insiden saat kualifikasi pun kembali terasa dan sedikit mengganggu konsentrasinya. Akhirnya, Valrossi harus puas menyelesaikan balapan kedua di posisi keenam.
Meski hasil kedua tidak sebaik yang diharapkan, pencapaian di balapan pertama tetap menjadi modal berharga. “Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan podium perdana di posisi ketiga pada balapan pertama. Ini tentu menambah rasa percaya diri saya. Sayangnya di balapan kedua saya belum bisa tampil maksimal karena cedera di punggung saat kualifikasi kembali terasa. Namun saya tetap optimis bisa tampil lebih baik lagi di putaran berikutnya,” ujar Valrossi yang akrab disapa Ossi.
Pihak AHM pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan yang ditunjukkan pebalap muda ini. Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning & Analysis PT Astra Honda Motor, menyebutkan bahwa semangat juang yang ditampilkan menjadi bukti perkembangan yang positif.
“Semangat juang Valrossi terus menunjukkan kemajuan di setiap putaran yang ia ikuti. Performa yang ditunjukkan di Bekasi ini membuktikan mentalnya semakin matang dalam menghadapi persaingan. Inilah yang kami harapkan dari para pebalap muda binaan AHM, terus berkembang dan tidak mudah menyerah meski menghadapi situasi sulit,” tegas Andy.
Capaian ini menjadi bukti bahwa persiapan yang matang, keberanian, dan ketahanan mental mampu mengubah situasi yang kurang menguntungkan menjadi hasil yang membanggakan. Dari posisi paling belakang hingga berdiri di podium, Valrossi menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi mereka yang berusaha keras.
Prestasi ini sekaligus menambah daftar pencapaian tim balap AHM dan semakin memotivasi Valrossi untuk terus berlatih lebih giat guna mempersiapkan diri menghadapi seri lanjutan Kejurnas Motocross mendatang.
Bagi para penggemar balap tanah, perjuangan Ossi menjadi pengingat bahwa setiap tantangan yang dihadapi di lintasan adalah bagian dari proses menuju kemenangan yang lebih besar di masa depan.
