Rodagilas.com, Tangerang, 27 September 2026 — Di balik kemasan yang terlihat mirip dan harga yang terasa lebih ringan di kantong, tersembunyi risiko yang tak kasat mata. Komponen yang seharusnya menjaga arah dan kestabilan kendaraan bisa saja rapuh, tidak presisi, dan mengancam keselamatan setiap kali melaju. Di Automechanika Jakarta 2026, yang berlangsung 24–27 September di NICE Tangerang, PT Timur Raya Anugerah Damai (TRAD) tidak sekadar memajang produk mereka membuka mata pengunjung: inilah bedanya yang asli, dan inilah bahayanya yang palsu.
Sebagai distributor dan importir tunggal resmi komponen otomotif asal Jepang, termasuk merek 555 yang dikenal luas untuk sistem kemudi dan suspensi, TRAD memegang peran yang lebih dari sekadar menyalurkan barang. Mereka adalah benteng pertama yang memastikan komponen yang dipasang di jutaan kendaraan adalah benar-benar yang dirancang untuk pekerjaan itu. Dan di pameran ini, mereka mengajak semua orang belajar membedakannya sendiri.
Jessica Kwan, Sales and Marketing Manager TRAD, menegaskan bahwa masalah suku cadang palsu bukan sekadar soal kerugian materi. “Kalau yang asli pasti lebih presisi dan lebih bagus. Yang palsu biasanya lebih kasar,” ujarnya langsung di tengah pameran. Pernyataan ini terdengar sederhana, namun dampaknya sangat besar komponen kemudi dan suspensi yang tidak presisi dapat membuat kendaraan sulit dikendalikan, terasa limbung, bahkan berisiko rusak mendadak di perjalanan.
Di stan TRAD, produk asli dan palsu dipajang berdampingan, tanpa ditutupi, tanpa disembunyikan. Pengunjung dapat melihat dengan mata kepala sendiri perbedaan yang kerap luput dari perhatian. Lubang pada komponen asli presisi dan simetris; pada yang palsu, posisinya miring, tidak rata, sulit dipasang dengan pas. Permukaan produk asli halus dan rapi hasil pengecoran presisi; yang palsu terlihat kasar, bergelombang, seolah dikerjakan terburu-buru.
Banyak yang mengira kemasan adalah jaminan. Jessica mengingatkan agar tidak tertipu: “Kalau soal kemasan itu bisa saja tinggal diganti. Karena itu, kalau membeli yang asli, harus dilihat dari ciri-cirinya dan tempat membelinya.” Kemasan yang berkilau serupa belum tentu berisi barang yang sama. Barang asli dibedakan dari kualitas fisiknya, nomor bagian yang tertera jelas, dan diperoleh dari tempat yang terpercaya bukan dari penjual yang tidak diketahui asalnya.
Harga yang jauh lebih murah seharusnya menjadi tanda tanya, bukan alasan untuk membeli. Perbedaan harga yang terlalu mencolok sering kali menjadi petunjuk pertama. Namun sayangnya, banyak konsumen yang terjebak berpikir telah menghemat, padahal berisiko mengeluarkan biaya lebih besar di kemudian hari. Komponen palsu cepat rusak, memengaruhi kenyamanan berkendara, dan paling buruk, dapat menyebabkan kecelakaan yang seharusnya dapat dihindari.
Tantangan terbesar justru sifat produk palsu yang terus berubah. Ketika satu pola sudah dikenali, versi baru dengan tampilan berbeda sudah beredar. “Karena saking banyaknya, misalnya hari ini kita edukasi, besok mungkin banyak lagi yang muncul baru. Jadi agak susah dilacak,” ungkap Jessica. Inilah sebabnya edukasi tidak bisa dilakukan sekali lalu berhenti harus terus diulang, diperbarui, dan disebarkan ke sebanyak mungkin pihak.
Oleh karena itu, TRAD tidak hanya memantau peredaran barang di pasar. Mereka juga mengedukasi konsumen, pengguna akhir, hingga pemilik bengkel. Pesannya tegas: belilah dari jalur resmi. Dari distributor yang terdaftar, dari toko yang dikenal, dari mitra yang menjamin keaslian. Jangan ambil risiko pada komponen yang menahan roda tetap pada jalurnya.
Portofolio TRAD saat ini mencakup 19 merek utama dan tiga merek pendukung, mayoritas berasal dari Jepang, sebagian dari Thailand. Kualitas yang diandalkan selama puluhan tahun inilah yang ingin dijaga agar tidak ternoda oleh produk-produk tiruan yang membanjiri pasar. Kehadiran di Automechanika Jakarta 2026 menjadi momen tepat untuk memperkuat kesadaran ini di hadapan pelaku industri dari dalam dan luar negeri.
Selain memperkenalkan produk, TRAD juga memperluas jangkauan kerja sama tidak hanya dengan toko dan bengkel, tetapi juga dengan perusahaan transportasi dan logistik yang mengelola armada kendaraan. Bagi perusahaan yang bergantung pada kendaraan agar tetap beroperasi setiap hari, memilih suku cadang asli bukan sekadar soal keselamatan, melainkan juga soal efisiensi mengurangi waktu henti, menghemat biaya perbaikan berulang, dan menjaga kepercayaan pelanggan mereka sendiri.
Namun komponen terbaik sekalipun tidak akan bekerja maksimal jika pemasangannya keliru. Jessica mengingatkan hal lain yang sering dilupakan: “Yang pertama, beli barang asli. Yang kedua, cari rekan-rekan bengkel yang memang kompeten untuk memasang. Karena cara pemasangan itu berpengaruh juga.” Kualitas komponen dan kualitas pemasangan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu tanpa yang lain belum cukup.
Automechanika Jakarta 2026 sendiri adalah ajang perdana yang mempertemukan produsen, distributor, penyedia teknologi, dan pelaku purnajual. Di antara sekian banyak stan yang memajang kebaruan teknologi, TRAD memilih untuk berdiri di garis yang berbeda mengingatkan semua orang bahwa fondasi paling kuat dari industri otomotif adalah kejujuran dan kesadaran untuk tidak mengorbankan kualitas demi harga yang lebih murah.
Keselamatan di jalan tidak dimulai dari kecepatan atau jarak tempuh. Ia dimulai dari keputusan kecil yang diambil saat membeli suku cadang memilih yang asli, memasangnya dengan benar, dan tidak membiarkan diri tergiur harga yang tidak masuk akal. Itulah pesan yang dibawa TRAD, dan itulah pesan yang akan terus bergema, di pameran maupun di jalan raya.
Karena saat kendaraan melaju di jalan raya, yang dipertaruhkan bukan sekadar sepotong logam atau karet melainkan nyawa pengendara, penumpang, dan orang-orang di sekitarnya. Dan untuk hal itu, tidak ada harga yang terlalu mahal.
