• September 18, 2026 14:43

Rodagilas.com

Berita seputar otomotif

Rodagilas.com, Jakarta, 14 September 2026 — Ketika suara mesin menderu di sirkuit, bukan hanya penonton yang bersorak. Di balik setiap putaran lintasan, ada pergerakan yang jauh lebih besar orang berkunjung, usaha tumbuh, dan nama Indonesia dikenal di seluruh dunia. Inilah yang dipahami PT Pertamina (Persero) saat membawa semangat MotoGP semakin dekat ke masyarakat. Melalui kegiatan Nonton Bareng MotoGP San Marino di Grha Pertamina, Jakarta, Minggu (13/9/2026), rangkaian Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 kembali bergulir, mengajak seluruh bangsa ikut bersemangat menjelang gelaran utama di Mandalika, 9–11 Oktober nanti.

Ini bukan sekadar menayangkan balapan di layar lebar. Kegiatan ini menjadi jembatan agar atmosfer internasional terasa di rumah sendiri. Nonton bareng kali ini adalah yang kedua dalam rangkaian perjalanan menuju Mandalika, menyatukan Perwira Pertamina bersama 15 komunitas motor yang datang berkendara bersama terlebih dahulu sebelum menyaksikan aksi para pembalap. Kebersamaan ini adalah inti dari segalanya menumbuhkan rasa memiliki sejak dini, bukan hanya menunggu hari H tiba.

Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), menegaskan bahwa makna ajang ini jauh melampaui garis finis. “Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan hanya tentang balapan. Ajang ini membawa perhatian dunia ke Indonesia dan menjadi momentum untuk mendorong pariwisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk UMKM dan pelaku usaha lokal di Mandalika dan Lombok,” ujarnya.

Dari tribun penonton hingga warung kecil di pinggir jalan, dampaknya menjangkau ke mana-mana. Ketika orang datang, mereka menginap, makan, berbelanja, dan berkeliling. Setiap rupiah yang dibelanjakan menopang kehidupan keluarga, usaha, dan komunitas di sana. Inilah yang disebut efek berganda keberhasilan di lintasan membawa kebaikan bagi banyak orang di luar lintasan.

“Dari lintasan balap, dampaknya bisa menjangkau jauh lebih luas. Inilah yang ingin terus kami dorong, bagaimana momentum MotoGP dapat memberikan efek berganda dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat maupun Indonesia,” tambah Arya. Mandalika bukan sekadar tempat berlomba, melainkan pintu gerbang yang membukakan peluang bagi seluruh daerah untuk dikenal, dikunjungi, dan berkembang.

Namun antusiasme tinggi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab. Semangat mencintai dunia motorsport tidak boleh diwujudkan hanya dengan kecepatan, melainkan juga kedewasaan di jalan raya. Arya mengingatkan: “Semangat motorsport juga harus tercermin dari bagaimana kita berkendara. Kami mengajak seluruh komunitas untuk selalu mengutamakan keselamatan, saling mengingatkan, dan menaati peraturan lalu lintas.” Kebanggaan menjadi pengendara sejati dimulai dari disiplin dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam acara tersebut, Pertamina juga meluncurkan tayangan iklan layar lebar yang mengajak seluruh bangsa menyatu dalam semangat menyambut Mandalika. Video ini bukan sekadar promosi, melainkan cerminan kebanggaan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah ajang bergengsi dunia, dan setiap warga negara adalah bagian dari keberhasilan itu.

Kini, tiket pun sudah dapat dijangkau melalui MyPertamina. Mulai dari tempat duduk istimewa hingga tribun umum, masyarakat dapat memilih cara terbaik untuk hadir dan menyaksikan langsung momen bersejarah ini. Tidak perlu menunggu undangan kesempatan itu sudah ada di tangan Anda.

Melalui MyPertamina, pengalaman tidak berhenti di menonton. Poin loyalitas dapat ditukarkan dengan barang kenang-kenangan resmi, ada permainan interaktif, dan berbagai kejutan yang membuat perjalanan menuju Mandalika terasa lebih istimewa. Setiap langkah yang Anda ambil bersama Pertamina membawa Anda semakin dekat ke pusat perhelatan.

Pertamina menyebutnya “Energizing Indonesia” dan itu bukan sekadar kalimat. Energi yang dimaksud bukan hanya bahan bakar yang menggerakkan mesin, melainkan semangat yang menggerakkan orang untuk berkarya, berusaha, dan bangga bersama. MotoGP di Mandalika adalah bukti bahwa ketika kita bersatu, hal-hal besar dapat terjadi di tanah sendiri.

Perjalanan masih panjang, namun setiap langkah yang diambil bersama membuatnya lebih ringan. Dari nonton bareng di Jakarta, berkendara bersama di berbagai kota, hingga akhirnya berdiri di tribun Mandalika semua ini adalah bagian dari cerita yang akan dikenang.