• October 6, 2026 16:54

Rodagilas.com

Berita seputar otomotif

Rodagilas.com, Megamendung, 4 Oktober 2026 – Tim media Rodagilas baru saja membuktikannya langsung, bergabung dalam rangkaian KomPRESSor PENA Touring 2026 pada tanggal 3–4 Oktober 2026, dengan 2 tujuan yaitu Salada Farmstay Cigombong lalu menginap di Villa yang jadi tujuan akhir yaitu di Villa Larasjati daerah Megamendung, Puncak, Jawa Barat. Rodagilas menggunakan Tyranno, motor listrik buatan Indomobil eMotor yang kini hadir dengan pembaruan paling dinantikan sistem CarPlay terintegrasi langsung di layar speedometer, yang sebelumnya menggunakan aplikasi yang harus di unduh dan mirorring dari handphone / smartphone.

Perjalanan ini dimulai dari Pasar Minggu, menuju titik kumpul pertama di diler Nissan Yasmin Bogor, berjarak 41 kilometer. Melintasi Cibinong dengan padatnya lalu lintas kota, motor listrik ini membuktikan ketangguhannya, sisa daya baterai masih menunjukkan 40% dari kondisi penuh. Efisiensi di kecepatan rata-rata perkotaan terasa nyata tarikan halus, tenaga tersedia sejak putaran awal, dan yang paling penting: tidak ada getaran yang mengganggu di perjalanan jauh.

Dari titik pertama, rute berlanjut menuju tempat yang jauh lebih menantang, Salada Farmstay, Cigombong, Bogor. Jarak 54 kilometer berikutnya membawa tim melewati kawasan Nirwana Residence Bogor, lalu masuk ke jalur yang sama sekali berbeda dari jalan aspal biasa. Permukaan berbatu, tanah lepas, tanjakan curam yang bergantian dengan turunan terjal ujian sesungguhnya bagi tenaga, pengereman, serta ketahanan baterai Tyranno.

Di jalur seperti inilah karakter motor listrik benar-benar dipertaruhkan, tenaga tersedia seketika saat menanjak, tanpa perlu menunggu putaran mesin naik. Saat menuruni lereng curam, sistem pengereman regeneratif bekerja secara otomatis mengembalikan energi ke baterai. Sesampainya di Salada Farmstay, sisa baterai masih tercatat 36% angka yang membuktikan bahwa meski di medan berat, konsumsi daya tetap terjaga wajar, jauh lebih baik dari perkiraan banyak orang.

Namun perjalanan belum berakhir, dari sana, rombongan KomPRESSor PENA Touring 2026 melanjutkan perjalanan menuju tujuan utama, yaitu Cisarua–Megamendung, Puncak, namun kami tidak melewati jalur yang umum di lewati, tapi kami mengambil memotong jalur yang sangat ekstrim yaitu Jl Pertanian dan Jl Kopo yang nembus ke daerah lansung ke Cipayung , jalur yang berkelok naik-turun sepanjang pegunungan ini menjadi pembuktian terakhir sekaligus yang paling menentukan. Di sini, kestabilan bodi, ketersediaan tenaga di setiap tikungan, serta kemampuan menjaga jarak tempuh menjadi kunci kenyamanan berkendara.

Sesampainya di Cipayung , batre Tyranno Tersisa 9% lalu kami segera melakukkan pengisian daya dengan menggunakan fast charging yang dapat di beli terpisah dengan harga Rp 5,5 juta di deler Indomobil eMotor , hanya cukup 1 jam saja batre Tyranno sudah 100% , dan perjalanan pun di lanjutkan dengan rute dan jalur yang lebih menantang, masih dengan tanjakkan dan turunan yang tajam serta curam, Tyranno masih gagah melewati rintangan dengan mode eco dan confort dan akhinya perjalan berakhir di villa dengan perasaan puas.

Motor listrik ini bukan sekadar mampu mengikuti rombongan, tapi dapat melakukannya dengan gaya yang berbeda, lebih tenang, lebih halus, dan tetap terhubung sepanjang jalan. Tidak ada kekhawatiran kehabisan tenaga, tidak ada kerumitan memasang ponsel di stang, dan tidak ada getaran yang melelahkan tangan di perjalanan jauh.

Banyak yang masih berpikir motor listrik hanya cocok untuk berkeliling kota. Perjalanan KomPRESSor PENA Touring 2026 dengan jarak tempuh 131 km membuktikan sebaliknya. Tyranno mampu menembus jalan berbatu, menanjak terjal, hingga melintasi pegunungan semuanya dalam dua kali pengisian, dengan kenyamanan yang membuat perjalanan terasa lebih singkat dari yang sebenarnya.

Dari Pasar Minggu hingga Megamendung, Tyranno membuktikan: motor listrik sudah siap untuk lebih dari sekadar mengantar ke kantor. Ia siap diajak berkelana, menjelajah, dan menikmati perjalanan tenang, bersih, dan tetap terhubung ke mana pun roda berputar. Bagi siapa saja yang masih ragu, jawabannya kini terlihat jelas di jalanan pegunungan Puncak: masa depan berkendara sudah tiba, dan ia melaju tanpa suara.