Rodagilas.com, Sentul, 24 Januari 2026 – Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) kembali membuktikan bahwa diskusi serius tentang industri otomotif tak harus selalu digelar di balik meja rapat. Pada 23–24 Januari 2026, FORWOT sukses menggelar Touring Tahunan 2026 yang diikuti jurnalis otomotif dari berbagai media nasional dengan mengusung tema tajam, “Indonesia’s Automotive Outlook 2026”. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempererat solidaritas sekaligus membedah tantangan industri otomotif di tahun yang penuh dinamika.
Touring dimulai dari titik kumpul di Diler Yamaha Mekar Cibinong menuju RDM Villa, Sentul, Bogor. Sedikitnya 100 peserta ambil bagian dalam perjalanan ini. Tantangan langsung terasa sejak awal, ketika hujan deras mengguyur hampir sepanjang rute. Namun kondisi tersebut justru menjadi pembuktian nyata bagaimana kesiapan berkendara, fokus, dan kesadaran keselamatan menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas jurnalis otomotif.
Rute yang dilalui pun tidak sekadar lintasan biasa. Peserta menyusuri Jalan Raya Bogor, kawasan Summarecon Sentul, Bukit Pelangi, hingga akhirnya tiba di lokasi acara. Variasi jalanan ini memberikan pengalaman berkendara yang komplet, mulai dari lalu lintas padat hingga kontur menanjak, sekaligus menjadi sarana kampanye keselamatan berkendara yang konsisten digaungkan FORWOT.
Lebih dari sekadar touring, agenda utama kegiatan ini adalah sesi diskusi industri otomotif yang dikemas santai namun bernas. Para jurnalis diajak berdiskusi langsung dengan narasumber kompeten untuk membedah isu strategis, mulai dari tren produk, kebijakan industri, hingga tantangan besar yang akan dihadapi industri otomotif Indonesia sepanjang 2026.
Ketua Umum FORWOT, Arie Prasetya, menegaskan bahwa touring tahunan merupakan agenda krusial organisasi. Menurutnya, kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk menjaga keakraban, tetapi juga memperkaya sudut pandang dan gagasan para anggota agar mampu menghadirkan karya jurnalistik yang berdampak nyata bagi industri otomotif nasional.
“Touring ini adalah flagship event FORWOT. Di sini ada kebersamaan, pertukaran ide, sekaligus edukasi. Tahun 2026 bukan tahun yang mudah bagi industri otomotif. Harapannya, seluruh anggota bisa menyerap informasi dari para narasumber dan meneruskannya kepada pembaca dan penonton dengan sudut pandang yang lebih tajam,” ujar Arie.
Sesi diskusi dibuka oleh Rifat Sungkar, pebalap reli nasional sekaligus Brand Ambassador PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). Rifat membagikan perspektifnya mengenai perubahan perilaku konsumen dan mengulas mengapa Mitsubishi Destinator kini menjadi salah satu model yang menarik perhatian, termasuk di kalangan konsumen perempuan yang semakin aktif mengambil keputusan pembelian.
Diskusi berlanjut pada sesi malam hari bersama Head of Marketing JAECOO Indonesia, Mohamad Ilham Pratama. Dalam paparannya, Ilham mengulas strategi JAECOO menghadapi 2026, mulai dari adaptasi regulasi, pendekatan produk, hingga inovasi teknologi. Ia menekankan pentingnya fleksibilitas dan keberanian membaca arah pasar di tengah ketatnya persaingan industri.
Ketua Pelaksana Touring FORWOT 2026, Jeffry Yanto Sudibyo, menyampaikan bahwa pemilihan narasumber dilakukan secara selektif agar relevan dengan tren industri terkini. Ketidakpastian regulasi, masuknya brand baru, serta perubahan gaya hidup konsumen menjadi isu utama yang dibahas dan dinilai penting sebagai bekal jurnalis dalam memahami lanskap otomotif ke depan.
Selain diskusi, kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai aktivitas kebersamaan seperti games dan doorprize. Dukungan dari para sponsor mulai dari MMKSI, JAECOO Indonesia, TMMIN, Suzuki, BYD, Wuling, AHM, TAM, Dyandra Promosindo, WMS, hingga Geely Auto Indonesia menjadi bagian penting dalam menyukseskan acara ini.
Sebagai penutup, FORWOT kembali menghadirkan program sosial “Andhum Kaharsa”, sebuah wujud kepedulian berupa bantuan pendidikan bagi anak-anak mendiang anggota FORWOT. Melalui Touring FORWOT 2026, organisasi ini menegaskan perannya bukan hanya sebagai wadah profesi, tetapi juga komunitas yang solid, kritis, dan berkontribusi nyata bagi industri otomotif Indonesia.
