• October 7, 2026 22:58

Rodagilas.com

Berita seputar otomotif

Rodagilas.com, Megamendung, 6 Oktober 2026 — Di tengah udara sejuk perbukitan Cijeruk, Jawa Barat, nama ADX Tire hadir bukan sekadar sebagai pendukung acara. Di ComPRESSor PENA Touring 2026, yang berlangsung 3–4 Oktober di Villa Larasjati 1, sosok di balik merek ini membuka cerita yang jarang diketahui, bagaimana ban yang lahir dari lintasan balap kini siap menemani perjalanan kita sehari-hari ke kantor, ke pasar, hingga melintasi tanjakan pegunungan.

Nama ADX sendiri menyimpan kisah dua orang yang mewujudkannya. Huruf A diambil dari Agung Yulianto, Marketing Director. Huruf D mewakili Dwijono Priatmadi, Technical Director. Sementara X melambangkan pengalaman atau Xperience yang telah mereka bangun selama puluhan tahun. Dua pemikiran, satu tujuan, dan pengalaman yang tak ternilai menyatu di setiap lingkaran ban yang diproduksi di Cikarang, Jawa Barat.

“Sejak era 2000-an kami mengembangkan ban balap road race,” ujar Dwijono Priatmadi atau yang akrab disapa DJ saat berbincang santai bersama para peserta touring. “Kini teknologi tersebut kami sesuaikan dan diadopsi untuk ban motor matic harian.” Inilah inti dari ADX: apa yang membuat pembalap percaya diri menekan gas di lintasan, kini tersedia bagi siapa saja yang ingin berkendara lebih aman dan percaya diri di jalan raya.

Hasilnya adalah karakter ban dengan komposisi lunak soft compound yang daya cengkeramnya sangat kuat, namun tetap tahan lama. Biasanya, ban yang lengket cepat habis. Namun ADX menemukan keseimbangannya, genggaman yang andal di tikungan, di permukaan basah maupun kering, tanpa mengorbankan umur pakai. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil penelitian dan uji coba bertahun-tahun di berbagai kondisi jalan.

Desain alur tapak pun dibuat selektif, tidak berlebihan. “Groove yang minimalis memaksimalkan area kontak ban dengan permukaan jalan,” jelas Agung. Artinya, lebih banyak permukaan karet yang menempel ke aspal saat melaju. Di tikungan, saat pengereman, saat jalan licin kontak itulah yang menjaga motor tetap pada jalurnya.

Bobot ban pun dirancang lebih ringan dibandingkan ukuran sejenis. Dampaknya terasa langsung: putaran roda lebih ringan, tarikan lebih responsif, dan konsumsi bahan bakar tetap efisien. Hal sederhana seperti mengurangi beban putaran ini ternyata memberi perbedaan nyata pada kenyamanan dan biaya perjalanan harian.

Saat ini, ADX Tire menghadirkan lini utama untuk motor matic ukuran yang paling banyak digunakan pengendara sehari-hari. Seri ADX Poljose S-205 tersedia dalam ukuran 13 inci dan 14 inci pas untuk Yamaha NMAX, Aerox, dan berbagai motor matic lainnya yang menemani mobilitas jutaan orang. Semua tipe sudah tanpa ban dalam (tubeless), lebih praktis dan lebih aman.

“Rentang ukurannya lengkap, yaitu Milleprimo RSAX (110/70-12, 120/70-12, 130/70-12), Milleprimo RSX 101 -(110/70-12, 120/70-12, 130/70-12), Milleprimo RSX003 (100/80-10, 120/80-10), Polijose S205 (110/70-13, 130/70-13, 110/80-14, 140/80-14, 90/80-14, 100/80-14,120/70-14), Polijose R105 (90/80-14), Polijose Street C805 (80/90-14,90/90-14), Polijose Street C807 80/90-14, 90/90-14) dan Evcon C801 (100/90-12, 110/90-12),” jelas DJ

“Harganya pun disesuaikan agar dapat dijangkau lebih luas, harga mulai dari Rp 297 ribu hingga Rp 850 ribu per unit. Harga sewaktu-waktu dapat berubah, namun nilai yang ditawarkan tetap sama teknologi yang diuji di lintasan balap, kini bekerja untuk keselamatan Anda setiap hari,”ungkapnya kembali

Dari pabrik di Cikarang, ban ini dikirim ke seluruh negeri. Setiap lingkaran yang dipasang di roda pengendara adalah bukti bahwa kemampuan lokal mampu bersaing bahkan melampaui standar yang selama ini diandalkan. ADX tidak datang dari tempat jauh; ia tumbuh di sini, dipahami jalanannya, dan dirancang untuk jalanan kita.

Di perbukitan Megamendung kemarin, ADX membuktikan kehadirannya bukan sekadar memberi dukungan. Ia ingin didengar, dipahami, dan dicoba. Karena bagi mereka, ban bukan sekadar karet melingkar ia adalah jembatan antara teknologi balap dan keamanan perjalanan pulang ke rumah.