• August 16, 2026 23:31

Rodagilas.com

Berita seputar otomotif

Rodagilas.com, DEPOK, 16 Agustus 2026 — Bagi komunitas sepeda motor, bertambahnya usia bukan sekadar alasan untuk berpesta. Di balik angka itu ada ikatan yang makin erat, persaudaraan yang dijaga, serta kepedulian yang diwujudkan lewat tindakan nyata.

Moto Bike Indonesia Club atau MBIC baru saja membuktikannya saat merayakan ulang tahun keduanya di Warnoes Gas Alam, Cimanggis, Depok, Sabtu lalu.

Mengusung semangat “God of Motorcycle”, perayaan ini tak sekadar seremonial dan hiburan. Salah satu momen yang paling menyentuh hati adalah penyerahan santunan kepada 32 anak yatim, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian perayaan.

Kehadiran para perwakilan anak dan orang tuanya memberi makna mendalam bahwa keberadaan komunitas ini tidak hanya soal hobi bermotor, melainkan juga memberi manfaat bagi sekitarnya.

Ratusan perwakilan klub motor turut memeriahkan acara, antara lain MBIC Bogor, MBIC Bali, Motor Besar Indonesia, Morbideli, SIP, dan sejumlah komunitas lainnya.

Suasana pun terasa semakin hangat dengan tradisi pemotongan tumpeng, ramah tamah, hingga pembagian hadiah menarik yang disponsori oleh BYD, Pegadaian, NGK, Radals, Binziq Garage, Sparta, NDTZ, dan The Laki Bini.

Ketua Pelaksana acara, Karel Legoh, menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini menjadi cermin keberadaan MBIC. “Tujuan utama kami merayakan ulang tahun kedua ini agar persaudaraan antaranggota semakin kokoh. Ke depannya, kami juga telah menyiapkan rencana perjalanan bersama dan berbagai kegiatan sosial yang berkelanjutan,” ujarnya.

Semangat kebersamaan menjadi hal yang sangat dijaga MBIC. Kini komunitas ini telah menaungi lebih dari 200 anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Yang menarik, MBIC tidak membatasi jenis motor yang dikendarai.

Anggotanya berkendara sepeda motor berkapasitas mesin 150 cc hingga 250 cc dengan beragam merek dan tipe. Justru perbedaan inilah yang menjadi kekuatan utama.

“Keberagaman jenis motor yang kami kendarai bukan pemisah, melainkan perekat persaudaraan,” tegas Karel. Di MBIC, yang menyatukan bukan seberapa besar tenaga mesin, melainkan kecintaan terhadap berkendara dan semangat saling mendukung.

Acara sendiri berlangsung penuh kehangatan sejak sore hari. Panitia dan anggota sibuk bersiap, mulai dari pendaftaran tamu hingga penataan panggung. Setelah kegiatan berbagi kepada anak yatim selesai, rangkaian acara resmi berlanjut selepas salat Maghrib dan Isya dengan suasana yang khidmat namun tetap akrab.

Acara dibuka pembawa acara dan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai wujud cinta tanah air. Sambutan-sambutan pun disampaikan secara bergantian, mulai dari Ketua Pelaksana, Ketua Harian, Sekretaris Jenderal, hingga perkenalan jajaran pengurus yang siap membawa MBIC melangkah lebih jauh.

Ketua Umum MBIC, Brigjen Pol Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M., berhalangan hadir secara langsung. Namun pesan dan harapan beliau tetap disampaikan, menjadi pengingat bagi seluruh anggota akan tujuan mulia berdirinya komunitas serta harapan agar ikatan persaudaraan senantiasa terjaga.

Salah satu momen yang menyentuh adalah pemutaran video perjalanan awal berdirinya MBIC. Tayangan singkat itu membawa kembali kenangan bagaimana komunitas tumbuh dari langkah kecil, perjalanan-perjalanan pertama, hingga akhirnya memiliki ratusan anggota yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Sebuah refleksi bahwa kebersamaan yang dibangun dengan tulus akan terus tumbuh.

Kemudian tiba saatnya pemotongan tumpeng ulang tahun yang dipimpin oleh para pendiri dan jajaran pengurus. Prosesi sederhana namun penuh makna itu menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan agar perjalanan MBIC ke depan semakin kokoh dan semakin bermanfaat bagi banyak orang.

Keakraban antar komunitas juga terlihat nyata saat dilakukan penyerahan plakat ucapan selamat dari berbagai klub motor kepada MBIC. Hal ini memperlihatkan bahwa semangat persaudaraan tidak hanya terjalin di kalangan anggota sendiri, melainkan meluas ke seluruh komunitas pengendara motor di Indonesia.

Kemeriahan berlanjut seiring alunan musik yang membumbung tinggi hingga larut malam. Namun di balik segala kemeriahan, pesan yang ingin terus dibawa MBIC tetap sederhana: menjadi semakin solid, semakin aktif berkegiatan bersama, dan semakin dekat dengan masyarakat lewat tindakan nyata.

Dengan lebih dari 200 anggota yang tersebar di berbagai daerah, MBIC memiliki fondasi yang kuat untuk terus melaju.

Dua tahun telah dilalui bersama. Jalan ke depan masih terbentang luas. Dan bagi MBIC, perjalanan panjang itu akan terus ditempuh dengan motor yang beragam, dari daerah yang berbeda-beda, namun senantiasa menyatu dalam satu semangat persaudaraan yang tak akan lekang oleh waktu.