Rodagilas.com, Klaten, 22 Agustus 2026 — Sirkuit Bokong Semar menjadi saksi kebangkitan kekuatan merah yang menyapu barisan depan. Kejuaraan Internasional dan Kejurnas Motocross 2026 putaran keenam telah dimulai, dan di kelas MX1 Internasional, empat pembalap yang mengendarai Ducati Desmo450 MX langsung memberi pesan tegas: motor buatan Borgo Panigale ini hadir bukan sekadar ikut bertanding, melainkan untuk memimpin.
Dua dari mereka membawa panji Ducati MX Team Indonesia, yaitu Diva Ismayana dan Hilman Maksum. Dua lainnya datang dari barisan tim berbeda: M Zidane memperkuat No Limit Racing Team, sementara Witsarut Salangam hadir mewakili Montana MX Team asal Thailand. Keempatnya mengendarai motor yang sama — Desmo450 MX — dan keempatnya membuktikan bahwa mesin tersebut memiliki keunggulan nyata di lintasan yang menuntut perpaduan kecepatan, ketepatan, dan ketahanan konsentrasi.
Sesi latihan bebas dan kualifikasi baru saja selesai, dan nama Diva Ismayana langsung menempati urutan paling atas. Di menit-menit terakhir sebelum sesi berakhir, ia melesat mencatatkan waktu 1 menit 27,328 detik — yang sekaligus menjadi catatan tercepat sepanjang sesi tersebut. Sebuah pernyataan tegas yang mengamankan posisi start paling depan untuk hari berikutnya.
Tak hanya Diva. Di posisi keempat hadir M Zidane dengan catatan waktu 1 menit 27,968 detik, diikuti Witsarut Salangam di posisi kelima dengan waktu 1 menit 29,611 detik, dan Hilman Maksum menyusul di urutan ketujuh dalam 1 menit 30,551 detik. Artinya, empat motor Desmo450 MX sekaligus menembus tujuh besar. Sebuah dominasi yang langsung menarik perhatian seluruh peserta dan penonton.
Memasuki balapan kualifikasi dengan durasi sepuluh menit ditambah satu putaran, gerbang turun dan suara mesin langsung memecah keheningan. M Zidane melesat paling depan dan mengamankan holeshot, sementara Diva tak kalah cepat langsung menyusul di posisi kedua. Keduanya pun segera membuka jarak dan memimpin jalannya balapan di putaran-putaran awal.
Di belakang barisan pemimpin, Witsarut Salangam ikut terlibat dalam pertarungan sengit berebut posisi ketiga hingga kelima, bersaing ketat dengan Lewis Stewart dan Delvintor Alfarizi. Sementara itu, Hilman Maksum terpaksa memulai perjalanan yang lebih berat setelah terjebak di tengah kerumunan pembalap saat lepas landas. Perlahan namun pasti, ia mulai membangun ritme dan mengejar rombongan di depannya.
Menjelang pertengahan balapan, M Zidane tampak semakin nyaman memimpin dan menjaga jarak aman. Diva yang sempat menempel di posisi kedua harus melewatkan satu posisi setelah disalip Lewis Stewart. Witsarut yang sempat berada di barisan depan kehilangan sedikit ritme akibat beberapa kesalahan lintasan, sehingga jaraknya dengan pembalap di depannya perlahan melebar. Hilman pun terus menjaga konsistensi dan akhirnya kembali menempati posisi ketujuh.
Saat bendera finis dikibarkan, M Zidane melintas paling depan sebagai pemenang balapan kualifikasi. Diva Ismayana menyusul di posisi ketiga, Witsarut Salangam finis kelima, dan Hilman Maksum menutup hari di urutan ketujuh. Hasil yang solid, sekaligus menjadi modal berharga untuk menghadapi balapan utama yang akan digelar pada hari berikutnya.
“Hasil kualifikasi ini penting untuk saya, karena kecepatan kami sudah terlihat sejak awal. Saya berhasil mendapatkan putaran terbaik di akhir sesi dan itu memberi saya kepercayaan diri untuk balapan utama. Di balapan kualifikasi tadi saya memang kehilangan posisi, tapi saya tahu kecepatannya ada. Besok saya akan fokus memperbaiki beberapa detail dan berjuang untuk hasil yang lebih baik,” ungkap Diva Ismayana dengan tenang namun penuh keyakinan.
Hilman Maksum menilai persaingan kali ini berlangsung di level yang sangat tinggi. “Ada beberapa pembalap yang punya kecepatan dan pengalaman luar biasa. Saya harus bekerja lebih keras untuk bisa mengikuti ritme mereka. Buat saya, menghadapi kompetisi seperti ini justru menjadi pengalaman berharga. Saya akan mengambil pelajaran dari sesi hari ini dan mencoba tampil lebih baik di balapan utama,” ujarnya dengan tekad yang kuat.
Bagi M Zidane, kunci keberhasilan hari ini terletak pada lepas landas yang sempurna. “Start menjadi salah satu kunci hari ini. Saya berhasil mendapatkan posisi terdepan dan setelah itu mencoba menjaga kecepatan serta mengontrol jalannya balapan. Saya merasa cukup nyaman dengan motor dan ritme saya sepanjang sesi. Bisa menang di balapan kualifikasi tentu memberi kepercayaan diri, tapi besok balapan utama akan menjadi pertarungan yang berbeda,” ujarnya menyadari bahwa tantangan belum berakhir.
Witsarut Salangam menilai penampilannya hari ini cukup positif secara keseluruhan. “Saya bisa berada di lima besar saat kualifikasi dan kemudian finis kelima di balapan kualifikasi. Saya sempat membuat beberapa kesalahan yang membuat jarak melebar, jadi itu sesuatu yang harus saya perbaiki. Kecepatan motor cukup bagus dan saya akan mencoba lebih konsisten di balapan utama,” janji pembalap asal Thailand tersebut.
Dengan catatan waktu tercepat dari Diva, kemenangan dari Zidane, serta konsistensi Witsarut dan Hilman, Desmo450 MX telah membuktikan keunggulannya di lintasan Bokong Semar. Kecepatan murni, tenaga yang bertenaga, serta kelincahan motor tampak menonjol di setiap putaran. Namun balapan utama masih menanti, dan di sana kecepatan saja belum tentu cukup — dibutuhkan strategi, ketahanan, serta ketenangan mental di bawah tekanan.
Hari ini Ducati telah menancapkan bendera di barisan depan. Besok, empat pembalap dengan motor yang sama akan kembali turun dengan tekad yang lebih bulat. Siapa yang akan membawa pulang kemenangan? Satu hal yang sudah pasti: motor berwarna merah itu telah menjadi kekuatan yang tak boleh diabaikan oleh siapa pun
