• September 26, 2026 02:22

Rodagilas.com

Berita seputar otomotif

Rodagilas.com, Tangerang, 25 September 2026 — Empat puluh tahun bukan waktu yang singkat. Banyak hal berubah: jalanan yang dulunya sepi kini padat, teknologi yang dulu tak terbayangkan kini menjadi kebutuhan sehari-hari, dan jenis kendaraan yang beroperasi di jalan raya pun terus berganti. Melalui semua itu, SKF tetap berdiri di Indonesia bukan sekadar menunggu masa berlalu, melainkan bertransformasi di setiap persimpangannya. Tepat di ajang Automechanika Jakarta 2026, NICE PIK 2, perjalanan empat dekade ini dirayakan sekaligus ditandai dengan arah baru yang lebih tegas.

Selama empat puluh tahun, SKF telah membangun jaring yang menyentuh banyak pihak mitra, distributor, pelaku industri, bengkel, hingga pemilik kendaraan. Hubungan ini bukan dibangun dalam sekejap, melainkan ditumbuhkan perlahan, diuji di tengah pasang-surut ekonomi, ketatnya persaingan pasar, hingga peralihan besar dari kendaraan konvensional menuju elektrifikasi. Kemampuan untuk berubah tanpa kehilangan jati diri itulah yang membuat SKF tetap relevan hingga hari ini.

Vincentius Rajagukguk, President Director SKF Automotive Indonesia, menegaskan bahwa usia 40 tahun bukan sekadar alasan berpesta. “Selama 40 tahun SKF, kami sudah memberikan kontribusi yang sangat strategis bagi perkembangan industri otomotif, terutama bearing sebagai safety part,” ujarnya. Bagi banyak orang, komponen ini mungkin terlihat kecil dan tersembunyi, namun di situlah letak keselamatan dan keandalan kendaraan berpijak.

Bearing adalah bagian yang bekerja tanpa henti, menahan beban, memutar, menjaga keseimbangan dan jika ia gagal, risikonya nyata. Karena itulah SKF tidak pernah menawar soal kualitas. Vincentius menjelaskan bahwa perusahaan memiliki kemampuan untuk membaca perubahan di industri, lalu menyesuaikan diri mulai dari model bisnis, struktur produksi, jaringan pasar, hingga pengembangan produk. “SKF terus berproses, SKF terus bertransformasi dan SKF akan memberikan kualitas yang terbaik,” katanya tegas.

Memasuki masa depan, fokus dibagi menjadi dua: memperkuat apa yang sudah kuat, dan menembus wilayah yang baru. Bisnis kendaraan roda dua tetap menjadi tulang punggung posisi SKF di pasar bearing roda dua sudah kokoh, dan kini akan digali lebih dalam, dengan produk-produk baru yang disiapkan khusus untuk kebutuhan konsumen di Indonesia. Sementara itu, di sektor roda empat, langkah ekspansi direncanakan lebih besar lagi.

Mulai tahun depan, portofolio wheel bearing generasi ketiga akan diperkenalkan ke pasar Indonesia. Tidak berhenti di situ SKF juga mulai melangkah keluar dari wilayah yang selama ini dikenal. Produk strut bearing untuk sistem suspensi, pompa air, komponen terkait lainnya, kini ikut memperluas jangkauan. “SKF saat ini tidak hanya bicara bearing, tapi SKF sekarang juga sudah masuk kepada produk-produk non-bearing,” jelas Vincentius. Perubahan ini bukan sekadar menambah daftar barang, melainkan menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam.

Di tingkat global, perubahan yang terjadi bahkan lebih besar. SKF sedang memisahkan bisnis otomotif dan industri menjadi dua perusahaan yang berdiri sendiri. Ken Miao, Director of Vehicle Aftermarket Sales Asia Pacific SKF, mengatakan proses ini telah berjalan sekitar satu setengah tahun. Tujuannya sederhana namun mendasar: agar masing-masing dapat bergerak lebih lincah, lebih cepat, lebih fokus. “Di automotive, kami membutuhkan pergerakan dan pengambilan keputusan yang lebih cepat. Sementara di sisi industri, dibutuhkan fokus bisnis yang lebih strategis,” ujar Ken.

Pemisahan ini akan diikuti peluncuran identitas merek baru secara global pada November 2026, dan proses pencatatan resmi pada Desember tahun yang sama. Bagi bisnis otomotif, ini berarti ruang gerak yang lebih leluasa produk dapat disesuaikan lebih tepat dengan kebutuhan masing-masing wilayah, termasuk Indonesia yang selama 40 tahun ini telah menjadi salah satu pasar paling penting.

Ken Miao menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar pasar tempat menjual barang. Di sini, SKF telah berinvestasi melalui fasilitas, membangun hubungan dengan mitra lokal, dan memahami kebutuhan yang khas. Di sektor roda dua, dukungan tetap diperkuat dengan tim dan fasilitas yang sudah puluhan tahun dikenal. Sementara untuk roda empat, produk-produk yang telah diuji di pasar regional kini dibawa masuk mencakup pompa air, poros penggerak, segel, komponen suspensi untuk kendaraan penumpang, serta segel dan pelumas khusus untuk kendaraan niaga.

Mata SKF juga tertuju pada arah yang sedang dituju seluruh industri: kendaraan listrik. Pengalaman global sudah dimiliki, kerja sama dengan produsen kendaraan listrik telah berjalan, dan kini solusi tersebut akan dihadirkan juga di Indonesia. Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan memastikan bahwa saat kendaraan listrik semakin menjamur di jalan, jaringan layanan dan suku cadang yang andal sudah ada di tempatnya.

Penguatan infrastruktur pun berjalan beriringan gudang yang diperluas, sistem distribusi yang disempurnakan, serta pelatihan produk yang ditingkatkan. Tujuannya jelas: agar produk tersedia tepat waktu, mitra memahami cara menangani produk dengan benar, dan konsumen mendapatkan layanan yang sebanding dengan kualitas barang yang dibeli.

Vincentius kembali menekankan satu hal yang tak berubah meski segalanya berubah: kualitas tidak dikorbankan demi harga murah. “Tidak ada istilah 80%, tidak ada harga sepertiga, tetapi kami memberikan total cost of ownership,” tegasnya. Artinya, keputusan membeli tidak seharusnya hanya melihat angka di kuitansi, tetapi juga seberapa lama produk itu awet, seberapa jarang kendaraan berhenti karena kerusakan, dan seberapa besar penghematan yang dirasakan dalam jangka panjang.

Perayaan di Automechanika Jakarta 2026 menjadi tempat di mana semua hal ini disampaikan secara terbuka kepada mitra, bengkel, komunitas, dan konsumen. Ajang ini dianggap strategis karena menyatukan seluruh rantai pasok industri di satu tempat, memungkinkan percakapan yang langsung, jelas, dan bermakna.

Empat puluh tahun adalah masa yang panjang, namun SKF tidak berdiri di tempat. Dari komponen yang menjaga roda tetap berputar, kini melangkah menjadi mitra yang menyediakan solusi lebih lengkap lebih banyak jenis produk, jangkauan yang lebih luas, dukungan yang lebih dekat, dan kesiapan menyambut kendaraan masa depan. Perjalanan ini belum selesai; justru, babak barunya baru saja dimulai.

Karena bagi mereka yang berniat bertahan lama, tidak cukup hanya ikut berjalan. Harus mampu melangkah lebih cepat, lebih jauh, dan lebih yakin ke mana arahnya. Itulah yang dilakukan SKF melangkah bersama Indonesia, terus maju.