Rodagilas.com, Mandalika, 9 Oktober 2026 — Di balik deru mesin dan sorak penonton, ada kemenangan yang jauh lebih tenang namun jauh lebih bermakna. Tiga nama muda yang lahir dari sekolah menengah kejuruan di daerah kini berdiri tegak di ambang panggung dunia. Mereka adalah wajah baru industri otomotif Indonesia dibentuk oleh ketekunan, diasah oleh persaingan sehat, dan didorong oleh keyakinan bahwa kesempatan tidak hanya milik mereka yang lahir di kota besar.
Kisah ini bermula dari Enduro Entrepreneurship Program (EEP), inisiatif pemberdayaan Pertamina Lubricants yang tidak sekadar mengajarkan cara memutar baut. Program ini menanamkan kemandirian, membekali keterampilan teknis, dan menumbuhkan jiwa wirausaha sehingga lulusannya tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakannya. Melalui pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan bengkel binaan, EEP menjangkau siapa saja: siswa SMK, komunitas, warga binaan, nelayan, santri, hingga penyandang disabilitas.
Di dalam EEP terdapat dua jalur utama yang mengubah mimpi menjadi nyata. Enduro Home Service memberi kesempatan praktik langsung di lapangan, sementara Enduro Skill Contest menguji ketajaman kemampuan secara menyeluruh. Ajang ini telah berjalan tiga kali sejak 2024, dan tahun ini persaingannya paling sengit: 53 SMK binaan dari seluruh wilayah kerja Pertamina Lubricants bertanding, menyisakan 13 sekolah yang maju ke babak nasional.
Penyisihan tingkat puncak digelar bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung pada 30 September–1 Oktober 2026. Di sana, para peserta diuji bukan hanya seberapa cepat menyelesaikan pekerjaan, melainkan seberapa tepat, teliti, dan teratur mereka bekerja. Standarnya tinggi, persaingannya ketat, dan yang bertahan adalah yang terbaik.
Kini namanya telah terukir:
- Juara 1 — Denis Nawaf Ricardo dari SMK Negeri 1 Talaga
- Juara 2 — Muhamad Wahid Saifulloh dari SMK Negeri 3 Salatiga
- Juara 3 — Khairul Azzam Ibrahim dari SMK Negeri 2 Cilacap
Hadiah yang mereka bawa pulang bukan sekadar dana pembinaan untuk sekolah maupun diri sendiri. Hadiah sesungguhnya adalah tiket ke dunia yang sebelumnya hanya terlihat di layar: kesempatan berdiri langsung di lingkungan tim balap kelas dunia, menyaksikan cara kerja mekanik profesional, dan menyerap standar yang membuat MotoGP berjalan presisi. Mereka akan berada tepat di tengah gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika.
Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary Pertamina Lubricants, menjelaskan makna di balik kesempatan istimewa ini. “Kami percaya bahwa mengembangkan kemampuan generasi muda adalah fondasi kemajuan industri otomotif bangsa,” ujarnya. “Mereka tidak hanya melihat balapan mereka belajar langsung dari para ahli. Semoga wawasan ini dibawa pulang, dikembangkan, dan menginspirasi teman-teman lainnya untuk terus berusaha.”
Apa yang dilakukan Denis, Wahid, dan Khairul membuktikan bahwa batas bukan penghalang. Mereka datang dari daerah yang berbeda, dengan latar belakang yang berbeda pula, namun satu hal menyatukan: keinginan kuat untuk maju. Di Mandalika nanti, mereka tidak akan sekadar menonton mereka mengamati, bertanya, dan menyerap ilmu yang tak diajarkan di ruang kelas.
Bagi Pertamina Lubricants, kehadiran ketiga pemuda ini adalah bukti nyata bahwa program ini bekerja. Investasi terbaik bukan pada mesin canggih semata, melainkan pada manusia yang merawatnya. Ketika anak-anak muda ini tumbuh menjadi pemimpin bengkel, pengusaha jasa, atau ahli teknis yang andal, maka manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh negeri.
Perjalanan mereka belum usai. Pengalaman di Mandalika hanyalah permulaan. Apa yang dipelajari akan kembali ke sekolah, ke bengkel, ke lingkungan tempat mereka tinggal. Satu kisah berhasil akan melahirkan kisah-kisah lainnya, dan itulah dampak yang sesungguhnya ingin dibangun: perubahan yang menular, tumbuh, dan lestari.
Mereka mungkin pulang tanpa trofi tambahan, namun membawa sesuatu yang jauh lebih berharga keyakinan bahwa mereka pun mampu bersanding dengan yang terbaik. Dan itu adalah awal dari segalanya.
