• October 12, 2026 16:07

Rodagilas.com

Berita seputar otomotif

Sepuluh barang kenangan resmi dilelang, dan seluruh hasilnya disumbangkan sepenuhnya untuk mendukung program sosial ITDC serta MGPA

Rodagilas.com, Mandalika, 10 Oktober 2026 — Deru mesin memang menggema di sirkuit, tetapi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menyimpan makna yang jauh lebih luas dari sekadar kecepatan. Lewat Enduro Mandalika Experience 2026, pengunjung diajak masuk ke dunia di balik layar menyaksikan perjalanan tim balap, merasakan kekayaan budaya Lombok, hingga ikut beramal lewat benda kenangan pembalap. Inilah bukti bahwa ajang kelas dunia mampu merangkul semua sisi kehidupan.

Di jantung acara berdiri Pertamina MotoGP Experience Gallery, ruang interaktif yang mengisahkan perjalanan Pertamina Enduro VR46 Racing Team serta jejak Pertamina di dunia motorsport. Bukan sekadar pajangan, galeri ini dirancang agar penggemar dapat menyentuh, melihat, dan merasakan langsung bagaimana kerja keras tim melahirkan performa di lintasan. Yang membuatnya makin istimewa, kolaborasi dengan Museum Negeri NTB menghadirkan artefak budaya asli Lombok lukisan, wayang, hingga kain tenun yang dikurasi dengan tema “Kecepatan, Energi, dan Keterhubungan”. Dua dunia yang tampak berbeda justru menyatu: semangat maju dan warisan leluhur yang tak boleh dilupakan.

Bagi para penggemar yang ingin memiliki bagian dari sejarah, lelang amal Humanity for Racing 2026 menjadi momen yang tak terlupakan. Sepuluh barang kenangan resmi dilelang, dan seluruh hasilnya disumbangkan sepenuhnya untuk mendukung program sosial ITDC serta MGPA. Ada sepatu balap Franco Morbidelli, pelindung wajah helm Fabio Di Giannantonio, pelindung lutut, seragam tim bertema Garuda, hingga topi yang telah ditandatangani pembalap. Membeli berarti memiliki kenang-kenangan sekaligus berbuat kebaikan langkah yang menunjukkan bahwa semangat balap juga berhati.

Namun, ada momen yang menyentuh hati paling dalam. Tiga siswa SMK pemenang Enduro Skill Contest 2026 kini berdiri di tempat yang dulu hanya mereka lihat di layar. Denis Nawaf Ricardo, Muhamad Wahid Saifulloh, dan Khairul Azzam Ibrahim juara dari SMK Negeri 1 Talaga, 3 Salatiga, dan 2 Cilacap berkesempatan masuk ke area tertutup paddock Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Mereka melihat langsung cara kerja mekanik profesional, bagaimana mesin disiapkan, dan bagaimana tim berkoordinasi menit demi menit. Pengalaman ini bukan sekadar wisata ini adalah pintu gerbang masa depan.

Kompetisi ketat ini telah menyaring bakat dari 53 SMK binaan di seluruh Indonesia. Setelah babak penyisihan di Bandung pada akhir September, ketiga pemuda ini muncul sebagai yang terbaik. Kini, mereka tidak hanya membawa pulang trofi, melainkan wawasan yang tak ternilai harganya.

“Kami percaya bahwa mengembangkan kemampuan generasi muda adalah fondasi kemajuan industri otomotif bangsa,” ujar Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants. “Melalui kesempatan ini, kami ingin membuka pandangan mereka: bahwa standar dunia bisa dipelajari, dikejar, dan dicapai. Semoga pengalaman ini menjadi api yang terus menyala di dalam diri mereka untuk terus berusaha.”

Enduro Mandalika Experience membuktikan bahwa Pertamina Lubricants tidak hadir sekadar sebagai sponsor di seragam. Ia hadir membangun jembatan: antara motorsport dan budaya, antara penggemar dan pembalap, antara masa kini dan generasi yang akan datang. Setiap sudut galeri, setiap barang yang dilelang, setiap langkah siswa di paddock semuanya berbicara tentang satu hal: keterhubungan.

Balapan akan berakhir, tetapi dampaknya akan tetap tinggal. Budaya Lombok yang ditampilkan akan dikenang oleh ribuan pengunjung, dana amal akan membantu mereka yang membutuhkan, dan tiga pemuda akan pulang dengan mimpi yang lebih besar dari sebelumnya. Itulah kemenangan sejati Mandalika 2026 bukan siapa yang paling cepat melintasi garis finis, melainkan siapa yang berhasil membawa banyak orang maju bersama.