Rodagilas.com, Tangerang, 14 Oktober 2026 — Di gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, aroma kopi dari Bajawa bercampur harum teh dari perbukitan, cokelat yang diolah dengan hati, hingga camilan khas dari pelosok negeri. Inilah wajah baru ekspor Indonesia: bukan sekadar barang dagangan, melainkan hasil tangan warga yang dibina, didampingi, dan kini siap menyapa pembeli dari benua lain. PT Astra International Tbk menghadirkan puluhan produk unggulan binaannya di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, membuktikan bahwa kemajuan ekonomi bangsa tumbuh dari desa-desa yang kuat.
Astra tidak datang sendiri. Bersamanya hadir 30 peserta 20 dari Desa Sejahtera Astra dan 10 UMKM binaan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra serta Grup Astra. Tujuh desa juga tampil di stan Desa BISA Ekspor milik Kementerian Perdagangan RI, sementara 25 produk lainnya melengkapi keragaman di stan Astra. Semuanya mewakili kerja keras warga yang kini siap melangkah jauh melintasi batas wilayahnya sendiri.
Langkah ini bukan kebetulan. Astra secara berkelanjutan mendampingi para pelaku usaha sejak dini: menyeleksi produk, melatih cara mengekspor, membekali pengetahuan pasar, hingga mempertemukan langsung dengan pembeli potensial. Program Desa Sejahtera Astra Export Champion yang dijalankan bersama Kementerian Perdagangan dan Kadin Indonesia menjembatani impian warga desa menuju kesiapan ekspor yang sesungguhnya.
“UMKM adalah urat nadi ekonomi bangsa, dan kami ingin mereka tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi berkembang hingga ke mancanegara,” ujar Boy Gemino Kalauserang, Executive in Charge Astra. “Kami hadir untuk memastikan manfaat pertumbuhan itu kembali ke masyarakat, berkelanjutan, dan menyentuh kehidupan banyak orang.”
Yang dipamerkan pun sungguh mengundang kekaguman. Dari komoditas kopi, tersaji biji dan bubuk Arabika serta Robusta dari delapan desa unggulan Bajawa, Cikoneng, Takengon, Cikajang, Agam, Lampung Barat, Pagar Alam, hingga Pakenjeng Garut. Tak tertinggal empat mitra UMKM yang turut memperkaya daftar penawaran kopi berkualitas ini.
Dunia teh pun tampil mempesona. Loose leaf, teh kerajinan tangan, hingga racikan campuran dari PT Tiga Ekarasa Harmoni dan PT Tsurayaa Pratama Intl mengajak pengunjung menikmati nuansa seduhan khas Nusantara. Sementara dari kebun kakao di Tabanan, Sikka, dan Berau, dipersembahkan biji terfermentasi, potongan kakao, serta pasta yang siap mengisi perkejaan industri pangan global.
Tak berhenti di minuman, aneka pangan olahan turut menyapa. Minuman herbal, gula kelapa, penyedut nabati, mentega, gelato, keripik, abon, hingga kue kering semuanya lahir dari resep dan kearifan lokal yang dikemas layak bagi pelanggan di Singapura, Jepang, Belanda, Italia, Tiongkok, Amerika Serikat, hingga Prancis.
Partisipasi Astra di TEI bukan hal baru. Sejak dimulai kembali pada 2018 sebagai bagian dari perjalanan menuju Dubai Expo 2020, kini telah empat tahun berturut-turut Astra memperluas jejaknya. Lebih dari 50 pelaku usaha telah didorong ikut serta, mencatatkan nilai transaksi melampaui USD 24,29 juta atau sekitar Rp400 miliar. Pembelinya tersebar di belasan negara, membuktikan kualitas produk desa Indonesia diakui dunia.
Tahun depan, tepat 20 Februari 2027, Astra genap berusia 70 tahun. Tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” bukan sekadar perayaan ia mencerminkan tekad bahwa pertumbuhan perusahaan beriringan dengan kemajuan masyarakat. Hingga kini, 16 juta orang telah merasakan manfaat berbagai program, dan Desa Sejahtera Astra sendiri telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi. Kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan empat pilar yang menopang harapan desa-desa di seluruh negeri.
Hadirnya Astra di pameran ini adalah bukti nyata: kemakmuran tidak dimulai dari kota semata. Ia tumbuh subur di desa, di kebun, di dapur pengrajin, dan di tangan warga yang percaya pada kemampuan sendiri. Tugas Astra bukan memikul beban mereka, melainkan memegang tangan agar berani melangkah lebih jauh.
Pameran masih berlangsung hingga 18 Oktober di Hall 3A ICE BSD. Datanglah, sapa mereka, dan lihat sendiri inilah wajah Indonesia yang sedang bangkit, satu produk, satu desa, satu langkah ke depan.
