• September 26, 2026 16:35

Rodagilas.com

Berita seputar otomotif

Rodagilas.com, Tangerang, 26 September 2026 — Banyak orang mengira pada kendaraan listrik, satu baterai sudah cukup menggerakkan segalanya. Padahal di balik bodi yang tenang dan canggih itu, ada sistem kedua yang bekerja tanpa henti mengatur, mengawasi, memastikan setiap fitur dapat diandalkan.

Inilah yang sering luput dari perhatian, dan inilah yang kini dijawab langsung oleh GS Astra dengan meluncurkan GS Astra EV Auxiliary Battery, yang telah diperkenalkan lebih dulu pada 3 Agustus 2026 di ajang GIIAS 2026, kini hadir untuk melengkapi perjalanan elektrifikasi nasional.

Pada mobil listrik murni atau BEV, ada dua sumber kelistrikan yang bekerja sama. Yang pertama adalah baterai litium raksasa penyimpan daya yang menggerakkan roda, yang menjadi sorotan utama setiap kali seseorang membicarakan jangkauan atau performa kendaraan.

Namun ada yang kedua, tak kalah penting: baterai pendukung atau auxiliary battery. Ia yang menyuplai daya ke sistem yang membuat kendaraan tetap cerdas, aman, dan nyaman mulai dari layar hiburan, sensor-sensor di sekujur bodi, hingga sistem pengunci pintu.

Tanpa baterai pendukung ini, kendaraan listrik tak hanya kehilangan kenyamanan. Ia kehilangan kemampuan untuk beroperasi sama sekali. Bpk Aditya, Senior Expert Product Engineering dari GS Battery, menegaskan hal ini dengan tegas. “Ketika performa aki auxiliary sudah tidak maksimal maka performa kendaraan EV juga akan bermasalah,” ujarnya. “Paling fatal ketika aki auxiliary sudah habis dayanya, maka semua fitur yang menggunakan aki auxiliary secara otomatis tidak dapat digunakan.”

Lebih dalam lagi, ada hal yang jarang diketahui banyak pemilik kendaraan listrik: sistem pengoperasian baterai utama termasuk modul kontrol dan saklar utama yang disebut kontaktor justru bergantung pada daya dari baterai pendukung ini. Artinya, meskipun baterai utama masih penuh, jika baterai pendukung kehabisan daya, kendaraan bisa berhenti berfungsi. Tidak menyala, tidak dapat digerakkan, seolah-olah kehilangan kunci utama.

GS Astra EV Auxiliary Battery hadir untuk menjawab kekhawatiran ini. Dirancang khusus dengan spesifikasi yang disesuaikan dengan tuntutan kendaraan listrik, produk ini menjadi wujud nyata komitmen GS Astra tidak sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan memastikan setiap bagian dari sistem kelistrikan kendaraan terjaga keandalannya. Karena dalam teknologi listrik, keandalan bukan soal satu komponen yang hebat, melainkan semua komponen yang bekerja selaras.

Pada tahap awal peluncuran, tersedia tiga tipe yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan sejumlah kendaraan listrik yang kini banyak melintas di jalan raya Indonesia. Pemilik Wuling Air ev, Wuling Cloud EV, Wuling Binguo EV, Jaecoo J5 EV, maupun Omoda E5 EV kini memiliki solusi penggantian yang jelas, terjamin, dan mudah dijangkau. Tidak perlu lagi menebak-nebak atau memaksakan komponen yang tidak dirancang untuk beban kerja kendaraan listrik.

Ketersediaan pun diatur agar tidak menyulitkan pengguna. Produk ini dapat ditemukan di jaringan pengecer tradisional maupun jaringan ritel modern milik PT Astra Otoparts Tbk. Artinya, di tempat yang sudah Anda kenal, di bengkel yang sudah Anda percaya, kini tersedia pula aki khusus untuk kendaraan listrik. Tidak perlu mencari jauh-jauh atau memesan dari luar negeri solusi ini sudah ada di dekat Anda.

Mengapa hal ini penting? Karena kendaraan listrik bukan sekadar ganti mesin. Ia mengubah cara kerja seluruh sistem kelistrikan, menuntut komponen yang lebih presisi, lebih tahan terhadap beban elektronik yang beragam, dan lebih andal dalam jangka panjang. Aki biasa yang dipakai pada kendaraan bermesin bakar dalam tidak dirancang untuk pola kerja ini. Menggunakannya berisiko dan risiko itulah yang ingin dihindari GS Astra.

Bpk Aditya mengingatkan kembali, ini bukan soal apakah kendaraan bisa berjalan atau tidak, Ini soal apakah kendaraan dapat diandalkan setiap hari, di setiap perjalanan.

Ketika sistem pengunci pintu, sensor keselamatan, hingga modul pengaturan daya utama bergantung pada satu sumber, maka kualitas sumber itu tidak boleh ditawar.

GS Astra bukan nama baru di dunia kelistrikan kendaraan. Selama puluhan tahun, produk-produknya menemani jutaan kendaraan di seluruh penjuru negeri. Kini pengalaman itu dialihkan ke arah yang baru memastikan bahwa saat Indonesia beralih ke kendaraan listrik, ada mitra lokal yang memahami kebutuhan tersebut, menyediakan produk yang tepat, dan berdiri di belakang setiap produknya.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak hanya soal pabrik merakit kendaraan baru. Ia juga soal memastikan bahwa lima tahun, sepuluh tahun ke depan, pemilik kendaraan masih dapat menemukan suku cadang yang tepat, dengan mudah, dengan harga yang masuk akal, dan dengan jaminan kualitas yang sama seperti saat kendaraan baru keluar dari diler.

Dengan hadirnya GS Astra EV Auxiliary Battery, pengguna kendaraan listrik tidak hanya mendapatkan sebuah produk pengganti. Mereka mendapatkan ketenangan pikiran bahwa ada pihak yang memikirkan bagian yang sering terabaikan, menjaganya, dan menyediakannya agar perjalanan tetap aman, lancar, dan tanpa kejutan yang tidak diinginkan.

Perjalanan menuju masa depan mobilitas sedang berlangsung. Dan di samping setiap kendaraan listrik yang melaju, ada sistem yang menjaganya termasuk baterai pendukung yang kini hadir dengan nama yang dikenal dan dipercaya GS Astra.