• August 31, 2026 01:31

Rodagilas.com

Berita seputar otomotif

Speedcraft X Donuts Racing Kuasai Lintasan Yogyakarta

BySiska Febriana

Aug 30, 2026

Rodagilas.com, Yogyakarta, 30 Agustus 2026 — Debu melayang, mesin menderu, dan garis finis menjadi tujuan satu-satunya. Di tengah persaingan yang memanas pada Pertamax Turbo Drag Fest 2026 sekaligus Kejurnas Drag Race Putaran 4 di Sirkuit Lanud Gading Wonosari, Yogyakarta, Sabtu–Minggu (29–30/8), satu nama tampil menonjol di antara ratusan peserta. Speedcraft X Donuts Racing melaju dengan keunggulan yang nyaris tak tertandingi, membawa pulang tiga gelar juara serta dua posisi podium lainnya. Sebuah penampilan yang tak sekadar cepat, melainkan cerdas, konsisten, dan membuktikan bahwa kemenangan lahir dari keseimbangan antara tenaga mesin dan ketajaman strategi.

Persaingan di putaran keempat musim ini terasa jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Sebanyak 479 pembalap dari berbagai daerah di Tanah Air turun beradu cepat dalam dua kategori utama, yakni jarak 201 meter dan 402 meter. Keenam kelas bracket yang diperebutkan poin Kejurnas Bracket 8, Bracket 9 Non Diesel, Bracket 9 Diesel, Bracket 10 Non Diesel, Bracket 10 Diesel, dan Bracket 11 menjadi medan tempur sesungguhnya. Di sinilah Speedcraft X Donuts Racing menunjukkan siapa yang paling siap bertanding.

Deni Sobari membuka jalan kemenangan dengan meraih gelar juara di Bracket 8 Detik. Melaju dengan presisi dan menjaga waktu lintasan tetap berada dalam batas yang diharapkan, Deni membuktikan bahwa kendali atas kendaraan adalah kunci utama. Tak lama berselang, Jeffi Heriyus menyusul meraih gelar juara di Bracket 9 Detik Non Diesel, menegaskan bahwa kekuatan tim bukan hanya pada satu orang, melainkan merata di setiap pembalap yang turun ke lintasan.

Kemenangan ketiga datang dari Damar Adi Prasetyo yang tampil meyakinkan di Bracket 11 Detik. Tiga gelar juara dalam satu putaran sebuah capaian yang langsung menempatkan Speedcraft X Donuts Racing sebagai tim yang paling produktif sekaligus paling konsisten di putaran kali ini. Namun perjuangan Damar belum berakhir. Ia juga turun di Bracket 9 Detik Diesel dan tampil hingga babak penentuan posisi teratas, meski akhirnya harus puas menempati posisi kedua. Satu lagi anggota tim, dr. Ester Rita, turut menyumbang podium ketiga di Bracket 10 Detik Diesel.

Tiga juara, satu posisi kedua, dan satu posisi ketiga. Hasil ini bukanlah kebetulan semata. Dalam sistem perlombaan berbasis waktu bracket, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat mobil melintas. Satu perbedaan sepersekian detik saja di luar batas waktu yang ditentukan dapat menggugurkan hasil terbaik sekalipun. Artinya, pembalap dan timnya dituntut mampu mengatur strategi, membaca kondisi lintasan, serta menjaga konsistensi waktu di setiap tarikan.

Keberhasilan Speedcraft X Donuts Racing meraih tiga kemenangan dan dua podium sekaligus menjadi bukti nyata kombinasi harmonis antara performa kendaraan yang andal, ketepatan strategi tim, serta ketenangan pembalap saat melaju di lintasan. Mereka tidak hanya mengandalkan tenaga mesin, tetapi juga kecerdasan dalam membaca peluang dan menjaga waktu tetap berada dalam batas bracket. Inilah yang membedakan tim yang sekadar cepat dengan tim yang siap menang.

Pertamax Turbo Drag Fest 2026 sekaligus Kejurnas Drag Race Putaran 4 ini juga mendapat dukungan dari SIMPATI Hyper 5G Telkomsel. Kehadiran dukungan tersebut menjadi bukti bahwa olahraga balap liar yang teratur dan aman kini semakin mendapat tempat, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong semangat dan minat generasi muda, termasuk perkembangan olahraga otomotif nasional yang semakin berkembang.

Dengan berakhirnya putaran keempat, peta persaingan menuju gelar juara nasional Kejurnas Drag Race 2026 kini semakin terbentuk. Poin yang dikumpulkan di Yogyakarta menjadi bekal berharga bagi setiap pembalap dan tim untuk menata strategi menghadapi putaran-putaran berikutnya. Setiap poin, setiap posisi, dan setiap detik yang tercatat di lintasan kini ikut menentukan siapa yang kelak akan berdiri di puncak klasemen akhir musim.

Bagi Speedcraft X Donuts Racing, capaian di Yogyakarta menjadi modal yang sangat kuat. Tiga gelar juara dan dua podium bukan sekadar angka di atas kertas. Ia adalah bukti bahwa persiapan matang, kekompakan tim, serta kemampuan menjaga konsistensi di bawah tekanan adalah resep kemenangan yang sesungguhnya. Kini, dengan bekal penuh kepercayaan diri, mereka melangkah lebih jauh menuju sisa musim, siap mempertahankan performa dan membuktikan bahwa kemenangan di Wonosari bukanlah kebetulan, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang.

Lintasan di putaran berikutnya tentu akan menyambut dengan tantangan baru. Namun bagi tim yang telah membuktikan mampu melaju cepat sekaligus cerdas, tak ada hal yang mustahil. Yogyakarta telah memberikan jawaban yang jelas: Speedcraft X Donuts Racing adalah kekuatan yang harus diperhitungkan hingga putaran terakhir nanti.