• October 8, 2026 22:25

Rodagilas.com

Berita seputar otomotif

Rodagila.com, Indramayu, 7 Oktober 2026 — Setiap kali memutar kunci dan melaju, ada kisah yang tak terlihat di balik tetes bahan bakar yang mengalir. Bagi 120 peserta Touring to Mandalika, kisah itu kini bukan lagi rahasia. Sebelum menembus ribuan kilometer menuju sirkuit Pertamina Mandalika di Lombok, rombongan komunitas motor ini berhenti di Kilang Balongan, Indramayu tempat di mana minyak mentah berubah menjadi tenaga yang menggerakkan perjalanan bangsa.

Kilang Balongan bukan sekadar bangunan pipa dan tangki raksasa. Ia adalah tulang punggung penyedia bahan bakar bagi DKI Jakarta, Banten, dan sebagian besar Jawa Barat, dengan kemampuan mengolah 150 ribu barel minyak setiap harinya. Inilah tempat yang menjaga agar pompa bensin tetap terisi, kendaraan tetap bergerak, dan roda perekonomian tak berhenti berputar.

Ridho Edistyo Ramadhan, Engineer I RCU Complex Process RU Balongan, mendampingi sekaligus membuka wawasan para peserta. “Kilang Balongan memiliki tingkat kompleksitas tertinggi di seluruh jaringan kilang Pertamina di Indonesia, dengan nilai Nelson Complexity Index 11,9,” jelasnya. Angka itu bukan sekadar deretan angka ia berarti kilang ini mampu mengolah minyak menjadi produk-produk bernilai tinggi, termasuk Pertamax Turbo yang kini dipercaya jutaan pengendara.

Bagi para rider yang sehari-hari memercayakan mesin kendaraannya pada Pertamax Turbo dan pelumas Pertamina Enduro, kesempatan melihat langsung prosesnya adalah pengalaman yang mengubah pandangan. Yang dulu hanya terlihat di layar pompa bensin, kini terlihat jelas: bagaimana minyak diproses, diuji, dan dipastikan layak melaju di jalanan maupun di lintasan balap.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar acara hiburan. “Kami ingin menunjukkan lebih dari sekadar proses produksi,” ujarnya. “Para pengendara melihat sendiri bagaimana kami menjaga ketersediaan energi sekaligus menguji kualitas BBM melalui tahap berlapis di laboratorium berstandar internasional. Ini adalah jaminan yang kami berikan secara terbuka.”

Perjalanan ini dimulai dari Jakarta, di mana para peserta sudah merasakan langsung performa bahan bakar Pertamax Turbo dan pelumas Pertamina Enduro di motor masing-masing. Singgah di Balongan menjadi bukti nyata: apa yang mereka gunakan setiap hari lahir dari proses yang ketat, terukur, dan dikelola oleh tenaga-tenaga ahli di tanah air.

Rute panjang ini tak berhenti di Indramayu. Rombongan akan terus melintas sejumlah titik strategis yang menyentuh rantai bisnis Pertamina melintasi Jawa, Bali, hingga Lombok. Setiap pemberhentian adalah kesempatan untuk memastikan bahwa ketersediaan produk, kualitas layanan, serta dukungan di lapangan benar-benar siap melayani siapa pun, di mana pun.

“Touring ini menjadi bukti nyata kesiapan produk dan layanan kami sepanjang perjalanan menuju Mandalika,” kata Baron. “Para rider merasakan sendiri ketersediaan BBM, pelumas, serta dukungan layanan di berbagai titik yang mereka lalui. Inilah wajah Pertamina yang sesungguhnya hadir di setiap jalur perjalanan Anda.”

Pertamina, tegasnya, adalah milik masyarakat. Maka, segala bentuk layanan yang dijalankan harus diketahui, dipahami, dan dirasakan langsung oleh para penggunanya. Tak perlu menebak-nebak datanglah, lihatlah, rasakanlah. Itulah semangat di balik kunjungan ini.

Kilang Balongan hanyalah satu dari enam kilang yang beroperasi di seluruh negeri. Bersama kilang di Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, dan Kasim di Papua, total kapasitas Pertamina mencapai 1,16 juta barel per hari. Sebuah jaringan yang bekerja tanpa henti, dari ujung barat hingga timur, agar perjalanan Anda selalu terjaga.

Dan kini, setelah menyaksikan langsung dari mana semua itu berasal, 120 rider itu melaju kembali bukan sekadar dengan tangki penuh, tetapi dengan keyakinan yang lebih kuat: bahwa tenaga yang menggerakkan mereka lahir dari tangan putra-putri bangsa, dikelola untuk kepentingan bangsa, dan siap menemani perjalanan ke mana pun tujuan.

Sementara itu, Mandalika masih menanti di kejauhan. Dan setiap tetes bahan bakar yang mengantar mereka ke sana, adalah bukti kehadiran Pertamina di setiap putaran roda