• October 11, 2026 11:16

Rodagilas.com

Berita seputar otomotif

Pertamina Dukung Lombok Bersih Bank Sampah Putri Nyale

BySiska Febriana

Oct 11, 2026

Rodagila.com, Lombok, 10 Oktober 2026 — Saat matahari bersinar cerah di atas kawasan wisata Kuta, Lombok Tengah, keindahan pantai dan keramahan warganya adalah aset paling berharga. Namun di balik itu, ada kerja senyap yang menjaga tempat ini tetap layak dikunjungi dan dicintai. PT Pertamina (Persero) hadir memperkuat langkah tersebut, mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Nusa Tenggara Barat.

Dukungan ini diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), tepat saat kunjungan wisatawan meningkat tajam menyambut gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia. Bagi Pertamina, ajang internasional ini bukan sekadar soal keberhasilan penyelenggaraan melainkan kesempatan nyata untuk memperkuat kepedulian lingkungan sekaligus memberdayakan warga yang tinggal di sekitarnya.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyampaikan hal tersebut langsung saat mengunjungi lokasi pada Jumat (9/10). Menurutnya, bank sampah memegang peran ganda yang tak ternilai: mendorong warga memilah sampah sekaligus mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai. Sampah anorganik diolah menjadi produk yang bisa dijual, sementara sampah organik diubah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanah.

“Kebersihan lingkungan dan kemajuan pariwisata itu tak terpisahkan,” ujar Arya. “Kalau lingkungannya bersih, wisatawan datang, warga senang, dan perekonomian ikut tumbuh. Melalui bank sampah ini, kami tidak sekadar menjaga kebersihan kami mengedukasi sekaligus membantu warga mendapatkan penghasilan tambahan yang nyata.”

Bantuan yang diberikan pun disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Pertamina menyerahkan motor listrik roda tiga untuk mengangkut sampah, serta tempat penampungan berkapasitas besar. Kendaraan ini memudahkan pengelola menjangkau seluruh Desa Kuta yang terbagi ke dalam 20 dusun wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau secara merata.

Hanila, Ketua Bank Sampah Putri Nyale, menyambut bantuan ini dengan rasa syukur yang mendalam. Kegiatan yang berdiri sejak 2022 ini sempat mengalami masa sulit: terhenti pada 2023 akibat kendala pasokan air dari sumur bor serta keterbatasan sarana dan prasarana. Namun semangat tak padam, dan berkat kolaborasi berbagai pihak, bank sampah ini kembali beroperasi dan kini makin kokoh berdiri.

“Sebelumnya, keterbatasan kendaraan membuat penjemputan belum maksimal,” kenang Hanila. “Kini dengan kendaraan listrik dari Pertamina, jangkauan kami makin luas, jumlah yang diangkut makin banyak, dan layanan kami makin andal. Apalagi saat aktivitas di kawasan Mandalika meningkat, bantuan ini terasa sangat besar manfaatnya.”

Motor listrik roda tiga itu bukan sekadar alat angkut. Ia melambangkan langkah yang selaras: tenaga bersih digunakan untuk menjaga lingkungan tetap bersih, tanpa menambah polusi udara maupun suara. Pilihan ini sengaja diambil agar dampaknya benar-benar ramah lingkungan dari awal hingga akhir.

Bagi warga Desa Kuta, kehadiran bank sampah ini mengubah kebiasaan. Yang dulu dibuang begitu saja kini dipilah, dikumpulkan, dan menghasilkan uang. Anak-anak diajarkan mencintai lingkungan sejak dini, dan warga merasa memiliki lingkungannya. Kebersihan bukan lagi tugas orang lain itu urusan bersama.

Ajang MotoGP mungkin akan usai, namun dampak kehadirannya bagi Desa Kuta akan tetap tinggal. Bank Sampah Putri Nyale kini lebih kuat, lebih siap melayani, dan lebih mandiri. Itulah warisan sesungguhnya: kemitraan yang berkelanjutan, lingkungan yang terjaga, dan masyarakat yang sejahtera.

Lombok yang indah pantas dijaga. Dan warga yang merawatnya pantas didukung. Di sinilah Pertamina hadir tak sekadar memberi, melainkan menyandingkan langkah agar semangat warga terus menyala, hari ini, esok, dan selamanya.