Rodagilas.com, Jakarta, 16 Maret 2026 – Lonjakan harga energi global kini bukan sekadar isu ekonomi, melainkan sudah menjadi realitas yang memengaruhi keputusan sehari-hari masyarakat, termasuk dalam memilih kendaraan. Ketika harga minyak dunia sempat menyentuh angka USD120 per barel pada Maret 2026 level tertinggi dalam empat tahun terakhir konsumen mulai berpikir ulang: apakah kendaraan konvensional masih relevan?
Perubahan ini terasa di berbagai pasar global. Di Eropa, misalnya, penjualan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) terus menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, pasar seperti Jerman, Inggris, Italia, dan Prancis mencatat pertumbuhan hingga 23,1 persen secara tahunan. Menariknya, segmen plug-in hybrid (PHEV) bahkan melesat hingga 37,8 persen, menandakan pergeseran preferensi yang semakin jelas.
Kini, efisiensi energi tidak lagi sekadar isu lingkungan. Ia telah menjadi faktor ekonomi yang menentukan. Konsumen tidak hanya melihat harga beli kendaraan, tetapi juga menghitung biaya operasional jangka panjang yang akan mereka tanggung setiap bulan.
Fenomena serupa mulai terlihat di Indonesia. Dengan fluktuasi harga bahan bakar dan meningkatnya kesadaran akan efisiensi, calon pembeli kendaraan kini semakin rasional dalam mengambil keputusan. Mereka tidak lagi hanya tergoda desain atau fitur, tetapi mulai mempertimbangkan konsumsi energi sebagai faktor utama.
Menjawab kebutuhan ini, JAECOO Indonesia menghadirkan pendekatan berbeda. Mereka menyusun simulasi biaya operasional untuk tiga model unggulan: J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS. Simulasi ini didasarkan pada pola penggunaan rata-rata masyarakat urban, yakni sekitar 1.500 kilometer per bulan.
Perhitungan tersebut mengasumsikan penggunaan kendaraan sekitar 50 kilometer per hari di hari kerja, ditambah perjalanan ekstra sekitar 500 kilometer dalam sebulan. Menurut Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, simulasi ini bertujuan memberikan gambaran nyata kepada konsumen mengenai biaya penggunaan kendaraan.
Hasilnya cukup mencolok. JAECOO J5 EV muncul sebagai model dengan biaya energi paling rendah. Dengan tarif listrik sekitar Rp1.700 per kWh, biaya operasionalnya hanya sekitar Rp290.760 per bulan, atau setara dengan Rp9.600 per hari. Angka ini bahkan lebih murah dibanding secangkir kopi di pusat perbelanjaan.
Efisiensi ini didukung oleh baterai berkapasitas 60,9 kWh yang memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga sekitar 534 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan pengujian internal. Artinya, untuk penggunaan harian, pengisian daya tidak perlu dilakukan setiap hari, memberikan kenyamanan ekstra bagi pengguna.
Dalam jangka panjang, efisiensi ini semakin terasa. Biaya energi tahunan J5 EV diperkirakan hanya sekitar Rp3,49 juta. Sebuah angka yang sulit ditandingi oleh kendaraan berbahan bakar konvensional di kelas yang sama.
Bagi konsumen yang masih menginginkan fleksibilitas, JAECOO J7 SHS-P hadir dengan teknologi Super Hybrid System. Dengan konsumsi bahan bakar sekitar 35 kilometer per liter, biaya energi bulanannya diperkirakan sekitar Rp486.814. Sementara itu, JAECOO J8 SHS-P ARDIS sebagai varian premium menawarkan kombinasi performa dan efisiensi dengan biaya sekitar Rp584.793 per bulan.
Meski lebih tinggi dibanding kendaraan listrik murni, angka tersebut tetap tergolong efisien untuk SUV premium dengan fitur lengkap, termasuk sistem penggerak All Wheel Drive. Ini memberikan keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan efisiensi tanpa harus mengorbankan fleksibilitas jarak tempuh.
Jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional yang bisa menghabiskan biaya bahan bakar hingga Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan, efisiensi yang ditawarkan JAECOO menjadi semakin relevan. Di tengah tekanan biaya hidup yang meningkat, memilih kendaraan hemat energi bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan.
Melalui pendekatan berbasis data ini, JAECOO Indonesia ingin mengubah cara konsumen melihat kendaraan. Bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi sebagai investasi jangka panjang yang cerdas. Karena di era sekarang, kendaraan terbaik bukan yang paling mahal, melainkan yang paling efisien untuk digunakan setiap hari.

