Jakarta, 23 Januari 2026 — Banyak pengendara masih menganggap penggantian oli sebagai rutinitas sepele. Padahal, oli adalah garis pertahanan pertama mesin dari panas berlebih dan gesekan ekstrem. Ketika pelumas terlambat diganti, yang rusak bukan hanya performa, tapi juga usia mesin. Fakta ini masih sering diabaikan, meski dampaknya bisa langsung terasa di jalan.
Secara teknis, oli bekerja melumasi, mendinginkan, dan membersihkan komponen mesin. Namun seiring pemakaian, oli mengalami oksidasi, penguapan, serta tercemar sisa pembakaran. Saat masa pakainya habis, kemampuan melindungi mesin pun menurun drastis. Mesin dipaksa bekerja lebih keras, suhu meningkat, dan risiko keausan datang tanpa aba-aba.
Umumnya, penggantian oli dilakukan setiap 2.000–3.000 kilometer untuk sepeda motor dan 5.000–15.000 kilometer untuk mobil. Namun patokan ini tidak mutlak. Banyak faktor lain ikut menentukan, mulai dari jenis oli mineral, semi-sintetik, hingga full synthetic hingga kondisi jalan, gaya berkendara, dan kepatuhan terhadap jadwal servis berkala.
“Rentang waktu penggantian oli tidak hanya bergantung pada jarak tempuh, tetapi juga pada kemampuan pelumas menghadapi beban mesin di kondisi ekstrem seperti kemacetan dan debu,” ujar Mulianto, Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants. Menurutnya, oli full synthetic memiliki daya tahan lebih baik dibanding mineral, sehingga penting bagi pengendara memahami karakter oli yang digunakan.
Selain jarak tempuh, mesin sebenarnya memberi sinyal ketika oli sudah minta diganti. Salah satu tanda paling umum adalah suara mesin yang terdengar kasar atau berdengung. Ini terjadi karena lapisan pelumas menipis, sehingga gesekan antar komponen logam meningkat dan suara mesin pun berubah.
Tanda lain yang sering dirasakan pengendara adalah tarikan kendaraan yang terasa berat. Oli lama tidak lagi mengalir optimal, membuat pergerakan piston dan katup kurang mulus. Respons gas melambat, mesin cepat panas, dan tenaga terasa turun, terutama saat macet atau melewati tanjakan.
Suhu mesin yang terasa lebih panas dari biasanya juga patut diwaspadai. Panas berlebih menandakan gesekan antar komponen meningkat akibat penurunan performa pelumas. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu kerusakan serius pada mesin, dari keausan dini hingga overheat.
Dampak lain yang kerap luput disadari adalah konsumsi bahan bakar yang meningkat. Mesin dengan oli usang membutuhkan energi lebih besar untuk menghasilkan tenaga yang sama. Proses pembakaran menjadi tidak efisien, membuat BBM lebih boros tanpa disadari pengendara.
Untuk menghindari risiko tersebut, pengendara disarankan mencatat tanggal dan jarak tempuh setiap kali mengganti oli. Kebiasaan sederhana ini membantu memantau masa pakai pelumas dan mencegah keterlambatan perawatan yang bisa berujung biaya besar.
Sebagai bagian dari edukasi perawatan kendaraan, Pertamina Lubricants menghadirkan Promo Hari Gajian dan Promo Mudah Cuan sepanjang Januari hingga Desember 2026. Program cashback ini dapat dimanfaatkan di lebih dari 2.000 bengkel rekanan di seluruh Indonesia.
Melalui dua program tersebut, konsumen yang mengganti oli Pertamina minimal 0,8 liter untuk motor, 3,5 liter untuk mobil, atau 4 liter untuk kendaraan niaga berkesempatan mendapatkan e-voucher MyPertamina atau saldo e-wallet. Promo Hari Gajian berlaku setiap tanggal 1–7, sementara Mudah Cuan hadir di akhir bulan, tanggal 25–30. Lewat inisiatif ini, Pertamina Lubricants mengajak pengendara lebih disiplin merawat kendaraan demi keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi berkendara sehari-hari.

