Wahana Makmur Sejati Edukasi 17 Ribu Masyarakat Lewat Kampanye #Cari_aman

Rodagilas.com, Jakarta, 17 Januari 2026 – Komitmen membangun budaya keselamatan berkendara terus ditunjukkan PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta–Tangerang. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, program Safety Riding Promotion WMS berhasil mengedukasi 17.327 masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata kontribusi WMS dalam menekan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengguna sepeda motor.

Edukasi keselamatan berkendara yang dijalankan WMS dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. Program ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak usia Taman Kanak-Kanak, pelajar sekolah, mahasiswa, karyawan perusahaan, komunitas Honda, hingga instansi pemerintah. Pendekatan yang digunakan pun disesuaikan dengan karakter peserta, sehingga pesan keselamatan dapat diterima dengan mudah dan relevan dengan kebutuhan masing-masing segmen.

Melalui kampanye #Cari_aman, WMS menekankan bahwa keselamatan berkendara bukan hanya soal mematuhi aturan lalu lintas. Lebih dari itu, keselamatan adalah soal kesadaran, sikap, dan keterampilan dalam mengelola risiko di jalan. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap diri sendiri dan pengguna jalan lainnya, menjadikan keselamatan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Materi edukasi yang disampaikan dirancang secara komprehensif dan aplikatif. Peserta dibekali pemahaman dasar mengenai rambu lalu lintas, etika berkendara, hingga teknik berkendara yang aman sesuai kondisi jalan. Tidak berhenti di teori, edukasi ini juga mengajarkan cara mengantisipasi bahaya dan mengambil keputusan yang tepat saat menghadapi situasi tak terduga di jalan raya.

Aspek manajemen risiko menjadi salah satu fokus utama dalam edukasi safety riding WMS. Peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga jarak aman, mengatur kecepatan, membaca potensi bahaya, serta memastikan kondisi fisik dan mental tetap prima sebelum berkendara. Dengan bekal ini, pengendara diharapkan mampu lebih sigap dan bertanggung jawab dalam setiap perjalanan.

“Edukasi safety riding kami berikan untuk membentuk pola pikir dan perilaku berkendara yang aman sejak dini. Tujuannya bukan hanya memahami teori, tetapi bagaimana peserta mampu menerapkan prinsip keselamatan dalam aktivitas sehari-hari, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” ujar Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati.

Upaya ini sejalan dengan tujuan besar mewujudkan Safety Indonesia. Dengan meningkatnya kesadaran dan keterampilan berkendara yang aman, angka kecelakaan lalu lintas—khususnya yang melibatkan sepeda motor—diharapkan dapat ditekan secara signifikan. WMS meyakini bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, WMS juga mengoperasikan Safety Riding Center yang telah berdiri sejak 2012. Fasilitas ini berlokasi di Gedung Training Center, Jalan Jenderal Gatot Subroto KM 8, Jatake, Jatiuwung, Kota Tangerang. Berdiri di atas lahan sekitar 5.400 meter persegi, pusat pelatihan ini dirancang khusus untuk mendukung edukasi keselamatan berkendara secara optimal.

Safety Riding Center WMS dilengkapi lintasan praktik berstandar keselamatan, ruang edukasi untuk pembelajaran teori, serta unit sepeda motor praktik baik tipe matik maupun manual. Kombinasi fasilitas tersebut memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman belajar yang seimbang antara teori dan praktik, sehingga pemahaman keselamatan berkendara menjadi lebih menyeluruh dan aplikatif.

“Kami mengimbau seluruh pengguna sepeda motor agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan. Mulai dari mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara lengkap, hingga menerapkan prinsip #Cari_aman sebagai bagian dari gaya hidup,” tutup Benedictus F. Maharanto, Head of Technical Service Department PT Wahana Makmur Sejati. Melalui konsistensi edukasi dan kolaborasi berkelanjutan, WMS optimistis budaya berkendara aman dapat tumbuh kuat di masyarakat.