Rodagilas.com, Jakarta, 2 Juni 2026 — Nama Sungkar sudah lama tertanam kuat dalam sejarah motorsport Tanah Air. Bermula dari Helmy Sungkar di generasi pertama, nama itu kemudian makin bersinar lewat Rifat Sungkar yang sukses mengharumkan bendera Indonesia di beragam ajang balap, mulai reli nasional dan internasional, drift, hingga balap lintas alam. Kini, estafet panjang itu bersiap diteruskan ke generasi ketiga: El Mayka Sungkar.
Lewat program bernama The Legend Continues, Rifat memulai perjalanan panjang membentuk El Mayka menjadi sosok pembalap masa depan. Namun, program ini bukan sekadar soal melatih kecepatan atau teknik mengemudi. Di baliknya, ada peta jalan lengkap untuk membina karakter, mental baja, kedisiplinan, serta nilai-nilai kehidupan yang selama ini menjadi pondasi kokoh keluarga Sungkar di dunia balap. Langkah besar ini pun didukung penuh oleh Telkomsel 5G, memastikan setiap proses latihan berjalan maksimal berkat dukungan teknologi terkini.
Tahun pertama pelaksanaan program ini, yakni pada 2025 lalu, telah menghasilkan fondasi awal yang memuaskan bagi semua pihak. Kini di tahun 2026, perjalanan itu terus berlanjut dengan persiapan yang jauh lebih matang dan terstruktur. Berbagai inovasi disiapkan, termasuk pemanfaatan teknologi mutakhir untuk mendukung setiap tahap perkembangan El Mayka, agar ia tak hanya siap bertanding, tapi juga siap menghadapi tantangan dunia balap yang makin dinamis.
“The Legend Continues bukanlah program untuk menekan El Mayka agar persis seperti saya. Ini adalah jalan untuk mengenalkan nilai, disiplin, kerja keras, dan rasa hormat terhadap setiap proses yang dilalui. Saya ingin dia paham, menjadi pembalap itu bukan cuma soal siapa yang paling cepat di lintasan, tapi juga soal bagaimana membangun karakter dan memegang tanggung jawab besar,” ujar Rifat Sungkar menjelaskan filosofi di balik program ini.
Rencana pembinaan ini disusun jangka panjang, terbagi ke dalam lima fase utama yang akan dijalani El Mayka mulai usia 11 tahun hingga 17 tahun ke depan. Setiap tahap dirancang khusus agar ia bisa tumbuh, belajar, dan berkembang sesuai kapasitas dan kematangannya sendiri, tanpa terburu-buru atau dipaksa mengejar hasil instan.
Fase pertama bernama Foundation, berlangsung dari 2025 hingga 2026. Ini adalah masa awal di mana El Mayka mulai berkenalan mendalam dengan dunia reli lewat peran sebagai navigator dan peserta didik. Di sini, ia belajar membaca catatan rambu, memahami navigasi jarak jauh, melatih komunikasi yang efektif meski dalam tekanan tinggi, serta menanamkan disiplin dan rasa tanggung jawab sebagai bagian tak terpisahkan dari sebuah tim balap.
Memasuki tahun 2027, program masuk ke fase kedua bernama Transition. Di tahap ini, El Mayka mulai diarahkan untuk ikut serta dalam kompetisi tingkat pemula atau kelas junior. Fokus utamanya bukanlah mengejar kemenangan atau piala, melainkan membangun kekayaan pengalaman, melatih konsistensi, serta belajar beradaptasi agar perlahan tumbuh menjadi pembalap yang mandiri dan berkarakter.
Tiga tahun berikutnya, yaitu 2028 hingga 2029, adalah masa Development. Kemampuan teknik mengemudi, strategi balap, kerja sama tim, serta kekuatan mental bertanding akan diuji lebih keras di level kompetisi nasional junior. Ini adalah momen krusial di mana El Mayka mulai dibimbing untuk menemukan dan membangun identitasnya sendiri, terlepas dari bayang-bayang nama besar keluarganya, sebagai seorang pembalap muda yang punya gaya dan ciri khas tersendiri.
Setelah melewati berbagai ujian, tahun 2030 menjadi fase Preparation, masa persiapan matang menuju dunia profesional. Di sini beban tanggung jawabnya sebagai atlet makin besar, tak hanya soal keahlian di balik kemudi, tapi juga penguatan jiwa kepemimpinan dan membangun jejaring profesional di industri motorsport. Puncak dari seluruh rangkaian ini ada di tahun 2031, fase Continuation, di mana El Mayka diproyeksikan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional junior sebagai pembalap mandiri yang membawa nilai warisan Sungkar dengan caranya sendiri.
Bagi Rifat Sungkar, seluruh proses ini memiliki satu tujuan utama: bukan menciptakan tiruan dirinya, tapi memberi ruang seluas-luasnya bagi El Mayka untuk bertumbuh sesuai jalannya sendiri. “Dia adalah generasi ketiga keluarga Sungkar di motorsport, tapi saya tidak ingin dia hidup dalam bayang-bayang siapa pun. Saya ingin dia tumbuh dengan gayanya sendiri, menemukan gairahnya sendiri, dan suatu hari nanti berdiri di lintasan balap sebagai dirinya yang sejati, bukan sekadar dikenal sebagai anak dari Rifat Sungkar,” tambahnya lagi.
Lewat program The Legend Continues dan dukungan teknologi Telkomsel 5G, keluarga Sungkar menyampaikan pesan penting: warisan terbesar dalam dunia balap bukanlah tumpukan trofi atau deretan kemenangan semata. Yang paling berharga adalah nilai kehidupan, ketekunan dalam proses, serta keberanian memulai dari nol, kini ditunjang kemajuan teknologi. Langkah ini menjadi simbol nyata keberlanjutan sebuah legasi yang dibangun lintas generasi, demi masa depan motorsport Indonesia yang makin gemilang.

