Rodagilas.com, Jakarta, 12 Juni 2025 – PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan vokasi. Melalui program Astra Honda Berbagi Ilmu (AHBI), AHM menggelar kegiatan edukatif di SMK Negeri 53 Jakarta pada Selasa, 10 Juni 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri otomotif. AHBI tidak hanya menghadirkan suasana belajar yang inspiratif, tetapi juga memperkenalkan langsung teknologi sepeda motor Honda terkini yang digunakan di dunia kerja sesungguhnya.
Salah satu sorotan dalam kegiatan ini adalah pengenalan teknologi RoadSync yang disematkan pada Honda PCX 160. Teknologi ini memungkinkan konektivitas langsung antara pengendara dan smartphone, memungkinkan akses informasi, navigasi, dan komunikasi tanpa harus menyentuh perangkat—sebuah fitur yang menjadi tren di era kendaraan modern.
Tim vokasional AHM yang turun langsung ke sekolah membawakan materi secara interaktif. Siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik mengenali komponen, sistem kerja, hingga fungsi dari fitur RoadSync. Respons antusias dari para siswa membuktikan betapa pentingnya pendekatan edukatif langsung seperti ini untuk membekali mereka menghadapi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
“Melalui program AHBI ini, kami ingin siswa SMK memahami langsung seperti apa perkembangan teknologi otomotif yang sedang berlangsung. Kami ingin mereka tidak sekadar siap kerja, tetapi siap bersaing dengan keunggulan kompetitif,” ungkap Dwi Supriyatno, Head of Technical PT Wahana Makmur Sejati.
Dukungan AHM dan WMS terhadap SMK tidak hanya sebatas pelatihan. Lewat implementasi kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) Honda yang berstandar industri serta pendampingan berkelanjutan, perusahaan ingin menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi mumpuni dan adaptif terhadap perubahan teknologi.
Lebih dari sekadar edukasi, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh atas perkembangan SMK binaan, termasuk SMK Negeri 53 Jakarta. AHM dan WMS turut memantau implementasi kurikulum TSM Honda agar selaras dengan kebutuhan industri, memastikan bahwa standar keterampilan siswa tetap terjaga.
“Kami percaya bahwa investasi di bidang pendidikan akan memberikan hasil terbaik bagi masa depan bangsa. Sinergi antara industri dan pendidikan adalah fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang unggul,” tambah Dwi Supriyatno.
Melalui program vokasi seperti AHBI, AHM berharap lulusan SMK tidak hanya siap kerja, tapi juga siap menciptakan inovasi. Dengan teknologi kendaraan yang semakin digital dan terhubung, siswa dituntut memahami perpaduan antara mekanik dan teknologi informasi—kompetensi yang menjadi kunci sukses di masa depan.
AHBI di SMK Negeri 53 Jakarta menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan AHM dalam membina ratusan SMK di seluruh Indonesia. Dukungan menyeluruh dari sisi materi, pelatihan, hingga fasilitas praktik diberikan agar lulusan SMK binaan Honda mampu memenuhi standar industri nasional, bahkan internasional.
Dengan tantangan industri otomotif yang semakin kompleks dan cepat berubah, Astra Honda menempatkan pendidikan sebagai pilar penting. Kolaborasi aktif dengan sekolah kejuruan diharapkan mampu menyiapkan generasi muda yang tak hanya cakap, tetapi juga tangguh dan inovatif menghadapi masa depan.

