Rodagilas.com, Le Mans, Prancis – 19 Juni 2025 – Balapan 24 Jam Le Mans 2025 menjadi panggung sempurna untuk menegaskan kembali dominasi Michelin di dunia motorsport. Untuk kali ke-28 secara berturut-turut, pabrikan ban asal Prancis ini mencetak kemenangan impresif bersama tim AF Corse dan Ferrari, sekaligus membuktikan bahwa performa tinggi dan komitmen terhadap keberlanjutan bisa berjalan beriringan.
Digelar di bawah langit cerah dan trek kering tanpa gangguan cuaca, ajang balap ketahanan paling legendaris ini menyuguhkan pertarungan sengit dari delapan pabrikan di kategori Hypercar—semuanya mempercayakan performa mereka pada ban MICHELIN Pilot Sport Endurance Medium. Dan hasilnya? Konsistensi luar biasa sepanjang 24 jam penuh.
Ban andalan Michelin ini bukan hanya kuat, tapi juga fleksibel. Dengan suhu lintasan yang naik turun dari siang ke malam, ban tetap menjaga grip dan stabilitas. Para tim bahkan mampu melakukan tiga stint (sesi) berturut-turut tanpa penggantian ban—sesuatu yang menjadi kunci dalam strategi kemenangan.
“Ini adalah Le Mans yang luar biasa—cuaca bersahabat, penonton membludak hingga 330.000 orang, dan performa ban kami yang sangat bisa diandalkan,” ungkap Pierre Alves, Endurance Program Manager Michelin Motorsport. “Pilot Sport Endurance Medium benar-benar menunjukkan performa tangguhnya di segala kondisi.”
Kemenangan Ferrari di ajang ini juga memperkuat dominasinya di musim 2025 FIA World Endurance Championship, setelah menjuarai tiga seri awal. Namun bagi Michelin, kemenangan ini lebih dari sekadar piala. Ini adalah validasi nyata dari misi jangka panjang: menjadi pemimpin global dalam mobilitas berkelanjutan.
Salah satu terobosan penting di tahun ini adalah kerja sama Michelin dengan ENVIRO, startup asal Swedia. Seluruh ban Hypercar yang digunakan selama balapan akan didaur ulang dengan teknologi pirolisis, memulihkan bahan-bahan seperti karbon hitam, minyak, dan baja untuk digunakan kembali. Langkah nyata menuju ekonomi sirkular.
Tak berhenti di situ, Michelin juga menghadirkan ban demonstrasi dengan kandungan hingga 71% material daur ulang dan terbarukan. Ban ini digunakan di prototipe hidrogen H24EVO dan mobil listrik Porsche GT4 ePerformance—simbol bahwa masa depan balapan juga harus ramah lingkungan.
Teknologi digital juga memainkan peran besar. Pengembangan ban edisi 2025 dilakukan hampir sepenuhnya melalui simulasi digital, mengurangi kebutuhan prototipe fisik dan jejak karbon dari pengujian nyata. Hasilnya? Ban yang lebih efisien, lebih hijau, tapi tetap siap menghadapi kerasnya balapan ketahanan.
Ban versi 2026 bahkan sudah diberi tanda khusus: “Race to VISION”—tertulis dengan efek beludru yang elegan di dinding ban, sebagai penanda bahwa produk tersebut sudah mengandung minimal 50% bahan berkelanjutan. Ini adalah milestone menuju target ambisius Michelin untuk membuat ban 100% ramah lingkungan pada 2050.
Untuk mendukung balapan tahun ini, Michelin mengerahkan 110 kru teknis dan menyiapkan 4.100 ban, dengan 3.700 di antaranya dikirim lebih awal demi mengurangi emisi logistik. Ini bukan sekadar soal performa, tapi soal tanggung jawab jangka panjang terhadap planet ini.
“Ketika semuanya berjalan mulus, justru di sanalah kita ditantang untuk melangkah lebih jauh,” ujar Matthieu Bonardel, Direktur Michelin Motorsport. “Le Mans tahun ini membuktikan bahwa inovasi tak pernah berhenti—bahkan di tengah dominasi.”
Dengan kemenangan ke-28 ini, Michelin bukan hanya mempertahankan mahkotanya di Le Mans, tapi juga melaju lebih cepat menuju masa depan mobilitas yang cerdas, tangguh, dan berkelanjutan. Selamat datang di era ban performa tinggi yang peduli pada bumi.

