Rodagilas.com, Tangerang, 28 Juli 2025 – Dalam waktu singkat sejak memasuki pasar otomotif Indonesia, BAIC Indonesia membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pemain baru.
Dengan mencatat Service Level Agreement (SLA) ketersediaan suku cadang hingga 92% dab di jawab langsung salah satu kekhawatiran utama konsumen mobil: purna jual.
Pencapaian ini menjadi tolok ukur penting dalam industri otomotif, terlebih untuk merek yang baru hadir selama satu tahun.
Artinya, mayoritas konsumen BAIC tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan suku cadang yang mereka butuhkan.
Respons cepat ini bukan hanya soal teknis logistik, tetapi mencerminkan komitmen serius terhadap kepuasan pelanggan.
Menurut Dhani Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia, keberhasilan tersebut bukan terjadi begitu saja.
“Kami terus membangun sistem distribusi dan rantai pasok yang solid sejak hari pertama.
SLA 92% ini adalah bukti nyata bahwa BAIC tak main-main dalam memberikan layanan terbaik,” ungkap Dhani.
Lebih lanjut, Dhani menjelaskan bahwa jika ada suku cadang yang tidak tersedia saat itu juga, waktu pengadaan maksimal hanya 1 hingga 2 bulan sejak pemesanan.
Ini merupakan waktu tunggu yang terbilang sangat kompetitif, bahkan jika dibandingkan dengan merek yang sudah mapan di Indonesia.
Tidak berhenti di situ, BAIC Indonesia juga menjamin ketersediaan suku cadang fast moving seperti oil filter, kampas rem, filter udara, dan rubber blade di seluruh dealer resmi mereka.
Baik untuk BAIC X55 II, BJ40 Plus, maupun pendatang baru BJ30 Hybrid, seluruh model tersebut mendapatkan jaminan SLA di atas 90%, sesuai dengan standar global BAIC.
Sementara itu, untuk kategori slow moving parts seperti mesin dan transmisi, proses pemenuhan memang memerlukan waktu tambahan karena bergantung pada sistem produksi khusus.
Namun, BAIC memastikan proses ini dilakukan secara terbuka dan transparan kepada pelanggan.
Tidak ada janji kosong—hanya estimasi waktu yang jujur dan akurat.
“Kami paham bahwa mobil bukan sekadar kendaraan, tapi bagian dari gaya hidup dan produktivitas.
Itulah sebabnya layanan purna jual menjadi perhatian utama kami sejak awal.
Bukan hanya soal ketersediaan barang, tapi juga rasa aman dan percaya diri bagi pelanggan kami,” lanjut Dhani.
Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi BAIC Indonesia dalam membangun ekosistem mobilitas yang berkelanjutan.
Di tengah pasar otomotif yang kompetitif, BAIC tidak hanya bersaing lewat kualitas kendaraan, tapi juga membangun loyalitas jangka panjang dengan menghadirkan layanan purna jual yang terpercaya.
Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa BAIC Indonesia siap bertarung di level lebih tinggi.
Tak hanya sebagai merek baru, tetapi sebagai mitra mobilitas yang benar-benar bisa diandalkan oleh masyarakat Indonesia.
Dengan strategi yang berfokus pada kepuasan pelanggan, transparansi layanan, dan efisiensi distribusi, BAIC Indonesia membuktikan bahwa purna jual bukan sekadar janji brosur, tetapi komitmen nyata yang dijalankan dengan konsistensi dan tanggung jawab.

