Pebalap Indonesia Siap Tempur di MotoGP 2026 Bersama Honda Team Asia

Rodagilas.com, Jakarta, 19 Januari 2026 – Menjelang bergulirnya musim balap Moto Grand Prix (GP) 2026, harapan Indonesia kembali dipacu hingga lintasan Eropa. Dua pebalap muda Tanah Air, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, bersiap bertolak ke Barcelona, Spanyol, untuk memulai fase krusial adaptasi bersama Honda Team Asia. Keduanya bukan nama instan, melainkan hasil pembinaan panjang Astra Honda Racing School (AHRS) yang kini siap diuji di panggung balap dunia.

Keberangkatan ke Barcelona menjadi lebih dari sekadar perjalanan lintas benua. Di sana, Mario dan Veda akan mulai menyatu dengan mekanik, kru teknis, serta budaya kerja tim internasional. Proses ini menjadi fondasi penting sebelum musim balap resmi dimulai, sekaligus penentu bagaimana mereka menghadapi tekanan kompetisi kelas dunia yang menuntut presisi, konsistensi, dan mental baja.

Bagi Veda Ega Pratama, musim 2026 menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Pebalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta ini akan menjalani debutnya di kelas GP Moto3. Langkah tersebut terasa spesial karena ia langsung naik ke jenjang Grand Prix di usia yang belum genap 18 tahun, sebuah pencapaian langka yang mencerminkan kualitas dan keberanian talenta muda Indonesia.

“Saya siap menghadapi musim balap GP Moto3 dengan dukungan tim terbaik di Honda Team Asia. Saya yakin proses adaptasi bisa saya jalani dengan baik dan mampu bersaing secara kompetitif. Saya berharap perjuangan saya bisa menginspirasi anak muda Indonesia agar tidak berhenti bermimpi,” ungkap Veda dengan penuh keyakinan.

Kepercayaan yang diberikan kepada Veda bukan tanpa alasan. Pada musim 2025, ia tampil impresif sebagai runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC), salah satu ajang paling kompetitif bagi pebalap muda dunia. Prestasi tersebut menjadi tiket emas yang membawanya langsung ke GP Moto3 bersama Honda Team Asia, berduet dengan pebalap Jepang, Zen Mitani, di musim 2026.

Sementara itu, Mario Suryo Aji datang ke musim 2026 dengan bekal pengalaman yang semakin matang. Pebalap asal Magetan, Jawa Timur ini akan menjalani musim ketiganya bersama Honda Team Asia di kelas GP Moto2. Bagi Mario, musim ini menjadi momentum penting untuk mengubah konsistensi menjadi hasil yang lebih konkret di papan atas.

“Ini tahun kelima saya di ajang Grand Prix. Saya ingin memaksimalkan setiap kesempatan dan terus berkembang sebagai pebalap. Musim ini tidak akan saya sia-siakan. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia,” ujar Mario.

Perjalanan Mario menuju panggung dunia terbilang panjang dan penuh disiplin. Ia telah dibina PT Astra Honda Motor sejak usia 12 tahun, memulai karier internasional dari Thailand Talent Cup, berlanjut ke Asia Talent Cup, ARRC, hingga FIM CEV Moto3 Junior World Championship atau kini dikenal sebagai FIM JuniorGP. Pada musim lalu, salah satu pencapaian terbaiknya adalah finis di posisi kesembilan saat seri Amerika Serikat.

Kesamaan Mario dan Veda terletak pada satu fondasi: Astra Honda Racing School. Sejak berdiri pada 2010, AHRS telah meluluskan lebih dari 150 pebalap muda Indonesia. Sekolah balap ini tidak hanya mengasah kecepatan, tetapi juga membentuk karakter pebalap profesional melalui pembekalan manajemen balap, komunikasi tim, serta kesiapan mental menghadapi tekanan kompetisi.

Dalam proses pembinaan, para siswa AHRS berlatih menggunakan motor dengan DNA balap seperti NSF100 dan NSF250R, dipadukan dengan CRF150R untuk mengasah kontrol dan teknik. Seluruh proses latihan didampingi instruktur balap nasional berpengalaman, memastikan setiap talenta berkembang secara terukur dan berkelanjutan.

Tahun ini, AHRS kembali membuka pendaftaran bagi pebalap muda berusia 11–14 tahun, yang berlangsung mulai 9 Januari hingga 5 Februari 2026. Program ini menjadi bukti bahwa regenerasi terus dijaga, sekaligus memastikan bahwa mimpi melihat Merah Putih berkibar di MotoGP bukan sekadar angan, melainkan target yang dipersiapkan sejak dini.