Rodagilas.com, JAKARTA, 24 Februari 2026 — Panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 resmi ditutup, dan satu nama tampil paling lantang: GAC Indonesia. Dalam gelaran otomotif tahunan tersebut, GAC sukses membukukan 2.095 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), angka yang bukan sekadar statistik, melainkan sinyal keras bahwa pasar kendaraan listrik nasional tengah bergerak cepat dan semakin matang.
Capaian ini memperlihatkan antusiasme konsumen Indonesia terhadap lini kendaraan listrik dan SUV modern yang ditawarkan GAC. Di tengah persaingan sengit antar merek global, GAC justru tampil agresif dengan produk yang relevan, harga kompetitif, serta teknologi yang tidak setengah-setengah. Hasilnya, lebih dari dua ribu konsumen menjatuhkan pilihan hanya dalam hitungan hari pameran.
Sorotan utama jelas mengarah pada AION UT. Model hatchback listrik ini menjadi tulang punggung penjualan dengan kontribusi 997 unit SPK. Varian AION UT Premium menjadi tipe paling diburu berkat desain kompak yang urban-friendly, fitur modern yang lengkap, serta efisiensi baterai yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas harian masyarakat perkotaan.
Tak hanya laris di meja transaksi, AION UT juga bersinar di panggung penghargaan. Model ini sukses meraih gelar Best Medium Hatchback EV di malam awarding IIMS 2026. Penghargaan tersebut mengukuhkan posisinya sebagai salah satu electric hatchback paling diminati di Indonesia saat ini, sekaligus mempertegas kredibilitas produk di mata publik dan industri.
Kontribusi signifikan juga datang dari AION V yang mencatatkan 552 unit SPK, dengan tipe V Luxury sebagai varian favorit. SUV listrik ini menawarkan perpaduan ruang kabin lega, teknologi mutakhir, serta performa yang solid untuk penggunaan keluarga maupun profesional. Kehadirannya memperkuat portofolio GAC di segmen SUV listrik menengah yang kini kian kompetitif.
Sementara itu, Hyptec HT tampil sebagai SUV listrik premium yang tak kalah mencuri perhatian. Model ini bahkan diganjar penghargaan Best EV Long Range berkat kemampuan jarak tempuh impresifnya. Di sisi lain, AION Y Plus sebagai MPV listrik stylish juga semakin dilirik keluarga muda yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan dan gaya.
Andry Ciu, CEO GAC Indonesia, menyampaikan apresiasi atas respons luar biasa dari konsumen selama IIMS 2026. Ia menegaskan bahwa dominasi AION UT dan tingginya minat terhadap Hyptec HT menjadi indikator bahwa pasar Indonesia semakin siap menerima kendaraan listrik berteknologi mutakhir. Menurutnya, ini bukan lagi soal tren, tetapi tentang perubahan preferensi jangka panjang.
Secara spesifikasi, AION UT memang sulit diabaikan. Dibekali baterai 60 kWh, hatchback listrik ini mampu menempuh jarak hingga 500 km berdasarkan pengujian NEDC. Selama periode IIMS 2026, model ini ditawarkan dengan harga promo mulai Rp280 juta OTR Jakarta, sebuah kombinasi jarak tempuh dan harga yang tergolong kompetitif di kelasnya.
Di segmen premium, Hyptec HT membawa baterai 83 kWh dengan jarak tempuh hingga 620 km (NEDC). SUV ini juga dilengkapi teknologi AdiGO serta fitur keselamatan modern yang dirancang sesuai standar global. Saat IIMS 2026, model tersebut dipasarkan mulai Rp616 juta OTR Jakarta, mempertegas posisinya sebagai SUV listrik jarak jauh dengan value proposition kuat.
Partisipasi GAC di IIMS 2026 tak hanya soal mengejar angka penjualan. Brand ini juga menunjukkan komitmen membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Seluruh model dirancang dengan standar global, menggabungkan teknologi baterai canggih, efisiensi tinggi, sistem keselamatan modern, serta fitur konektivitas pintar. Keberhasilan meraih 2.095 SPK menjadi fondasi kuat bagi strategi jangka panjang GAC Indonesia dalam memperluas jaringan dealer, memperkuat layanan purnajual, dan mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas di Tanah Air. Jika tren ini berlanjut, GAC bukan sekadar peserta pameran melainkan pemain utama dalam revolusi elektrifikasi Indonesia.

