VinFast Gaspol di GIIAS 2025: Dorong Investasi Hijau, Buka Peluang Besar Mobil Listrik di Indonesia

Rodagilas.com, Jakarta, 1 Agustus 2025 – VinFast kembali jadi sorotan di GIIAS 2025. Lewat sesi VIN TALKS, produsen kendaraan listrik asal Vietnam ini membuktikan bahwa mereka bukan sekadar “pemain baru” di pasar otomotif Indonesia, tapi juga mitra serius dalam membangun masa depan yang lebih hijau.

Dalam diskusi bertema “Investing in Impact – Catalyzing Indonesia’s Green Economy Through Policy & Private Sector Collaboration”, VinFast menggandeng tokoh publik dan edukator Gita Wirjawan serta CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto. Dialog ini membahas bagaimana kolaborasi lintas sektor bisa jadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi hijau di tanah air.

“Indonesia sedang ada di momen emas,” ujar Gita membuka obrolan. “Kita punya bonus demografi, momentum makroekonomi yang stabil, dan agenda dekarbonisasi yang sudah mulai konkret. Tapi kalau kita ingin benar-benar naik kelas, pendidikan STEM harus digenjot supaya anak muda kita siap bersaing di ekonomi hijau.”

Menurut data BKPM, total investasi di Indonesia tembus Rp1.766 triliun pada 2024, naik 20% dari tahun sebelumnya. Yang menarik, FDI (Foreign Direct Investment) menyumbang lebih dari setengahnya. Ini sinyal kuat bahwa dunia mulai melirik potensi besar Indonesia – dan VinFast hadir di tengah peluang itu.

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto, menjelaskan kenapa pihaknya memilih Indonesia setelah Eropa, AS, dan India. “Populasi besar, pertumbuhan kendaraan listrik yang mulai menggeliat, dan komitmen kebijakan dari pemerintah bikin kami yakin. Ini bukan hanya tentang jualan mobil, tapi membangun electric nation bersama.”

Salah satu langkah konkret VinFast adalah pembangunan pabrik senilai USD 200 juta di Subang, Jawa Barat. Fasilitas ini diproyeksikan memproduksi 50.000 unit per tahun di tahap awal dan akan menyerap 1.000 tenaga kerja langsung. “Kita tidak hanya bawa teknologi, tapi juga buka lapangan kerja dan dukung rantai pasok lokal,” tambah Kariyanto.

Ekosistem mobilitas hijau jadi agenda penting VinFast. Lewat kerja sama dengan mitra strategis seperti V-Green, Chargecore, Amarta Group, dan CVS, mereka siap bangun sekitar 63.000 titik pengisian daya hingga akhir 2025. Total investasi untuk infrastruktur ini saja mencapai USD 300 juta, sebagai tulang punggung transisi menuju net zero emission.

Nggak cuma soal infrastruktur, VinFast juga memperluas layanan hingga ke 19 provinsi dan 41 kota pada 2026, lengkap dengan dukungan purna jual dan layanan mobilitas hijau seperti taksi listrik Green SM. Ini bukan strategi jual putus, tapi pendekatan berkelanjutan berbasis layanan dan kemitraan.

Di tengah perjalanan ekspansinya, VinFast kini juga resmi tergabung dalam Gaikindo, organisasi industri otomotif terbesar di Indonesia. Keanggotaan ini memberi mereka akses lebih dekat ke pelaku industri, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik secara nasional.

“VinFast hadir bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan Indonesia yang lebih bersih dan berdaya saing,” tutup Kariyanto. Dengan visi besar, komitmen jangka panjang, dan strategi kolaboratif, VinFast semakin mantap menancapkan pijakannya sebagai katalis perubahan di era kendaraan listrik Indonesia.