SGI Dorong Anak Muda Ende Jadi Motor Energi Bersih Indonesia Lewat PLTP Sokoria

Rodagilas.com, Ende, 28 Oktober 2025 — Semangat Hari Sumpah Pemuda kembali menjadi pengingat bahwa peran pemuda sebagai agen perubahan tidak boleh berhenti pada sejarah, namun terus bergerak menjemput masa depan bangsa. Dengan semangat itulah, PT Sokoria Geothermal Indonesia (PT SGI) berkomitmen mengembangkan talenta muda lokal untuk memperkuat industri energi terbarukan nasional, khususnya energi panas bumi (geothermal) yang menjadi daya unggul Pulau Flores.

Melalui operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sokoria di Kabupaten Ende, SGI membuka ruang luas bagi generasi muda daerah untuk terlibat langsung dalam pembangunan energi bersih berbasis potensi lokal. Upaya ini sejalan dengan keyakinan SGI bahwa pemuda Indonesia sejak dahulu merupakan motor utama penggerak kemajuan bangsa — dan kini menjadi garda terdepan dalam mendorong transisi energi.

Salah satu contoh nyata dari keberhasilan pemberdayaan SDM lokal adalah Servinus Seko Poa, teknisi operasi PLTP Sokoria asal Ende. Ia mengaku bangga menjalani profesi yang sebelumnya hanya ia dengar sebagai teknologi masa depan. “Kami diberi kesempatan belajar langsung di lapangan dan memahami teknologi panas bumi. Ini pengalaman berharga yang membuat kami percaya diri untuk terus berkembang,” ungkap Servinus, Senin (27/10/2025).

Hal senada disampaikan Erlina Remi, staf Community Development PLTP Sokoria. Dirinya merasa memiliki peran besar bagi kemajuan daerah sendiri. “Saya bangga menjadi bagian dari industri energi bersih. Bisa berkontribusi untuk Flores membuat saya semakin yakin bahwa pemuda daerah punya peluang besar untuk maju,” tuturnya.

Dalam operasionalnya, SGI menempatkan pengembangan SDM lokal sebagai fondasi utama keberlanjutan proyek. Tidak hanya menjadi slogan, komitmen ini diwujudkan dalam kebijakan nyata: 100% operator PLTP Sokoria merupakan tenaga kerja lokal, dan lebih dari 70% karyawan SGI dan kontraktor berasal dari masyarakat sekitar wilayah kerja pembangkit. SGI percaya bahwa pembangunan industri energi harus menyentuh dan menguatkan masyarakat di sekelilingnya.

Untuk memastikan kompetensi profesional yang mumpuni, SGI menjalankan Program Technicians Trainee secara intensif selama enam bulan. Program ini dilakukan melalui pembelajaran di kelas (in-class training) serta pelatihan langsung di pembangkit PLTP Sorik Marapi, Sumatera Utara, sehingga peserta memahami standar keamanan, teknologi terkini, hingga prosedur operasional dalam industri panas bumi. Kini, seluruh operator telah memenuhi standar kompetensi SKK-TK minimal Level 3, menandai peningkatan kapasitas talenta lokal yang berdaya saing nasional.

Agung Iswara, Corporate Communications Manager PT SGI, menegaskan bahwa pembangunan energi bersih harus dimulai dari manusia yang mengelolanya. “Kami percaya bahwa pengembangan industri panas bumi berawal dari manusianya. SGI ingin memastikan masyarakat Ende tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama pemanfaatan energi panas bumi,” jelasnya.

Upaya SGI membangun talenta lokal bukan semata untuk mendukung operasional PLTP, tetapi untuk membuka jalan menuju kemandirian energi Flores. Dengan kapasitas sumber daya panas bumi yang besar, Kabupaten Ende memiliki peluang menjadi wilayah yang mandiri listrik sekaligus pemasok energi bersih bagi daerah lain di Indonesia Timur.

Lewat keterlibatan anak muda Ende, SGI menanamkan keyakinan bahwa transformasi energi bukan sekadar proyek teknologi, melainkan gerakan generasi untuk masa depan bangsa. Para pemuda ini diharapkan menjadi motor penggerak energi bersih Indonesia, membawa perubahan positif bagi masa depan energi nasional, serta memperkuat peran Indonesia dalam energi terbarukan di kawasan ASEAN.

Sebagai bagian dari KS Orka Renewables Pte. Ltd., SGI berkomitmen mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission 2060 melalui pengembangan geothermal yang berkelanjutan dan berorientasi pada masyarakat. Keterlibatan talenta muda lokal di Ende menjadi fondasi kuat bagi kemandirian energi daerah, serta menjadi bukti bahwa transisi energi Indonesia sudah berada di tangan generasi yang tepat — generasi masa depan yang berani bangkit untuk energi bersih bangsa.