Rodagilas.com, Jakarta, 3 April 2026 – VinFast kembali mengguncang industri otomotif dengan pencapaian yang sulit dicerna logika pasar. Dalam satu hari, tepatnya 28 Maret 2026, perusahaan ini membukukan 3.520 pesanan kendaraan listrik di Vietnam. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan sinyal keras bahwa lanskap otomotif sedang berubah lebih cepat dari yang diperkirakan.
Pengumuman yang disampaikan di Jakarta pada 3 April 2026 itu menegaskan bahwa capaian ini telah melewati seluruh proses administrasi dan siap dikirim ke dealer. Dalam praktiknya, jumlah tersebut setara bahkan melampaui penjualan bulanan beberapa merek otomotif di pasar yang sama.
Jika diurai lebih dalam, efisiensi operasional VinFast terasa semakin impresif. Perusahaan mampu memproses rata-rata 146 pesanan per jam, atau sekitar 2,4 unit per menit. Angka ini mencerminkan bukan hanya permintaan yang tinggi, tetapi juga kesiapan sistem produksi dan distribusi dalam skala besar yang jarang terlihat di industri otomotif global.
Para pengamat menilai pencapaian ini bukan fenomena sesaat. Dalam dua tahun terakhir, VinFast menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar di Vietnam. Bahkan sejak 2024, perusahaan ini telah bertahan sebagai merek otomotif nomor satu di negara tersebut.
Pada 2025, VinFast mencatatkan distribusi 175.099 kendaraan, sebuah angka yang menggarisbawahi kekuatan strategi jangka panjang mereka. Rekor bulanan sebesar 27.649 unit pada Desember 2025 menjadi bukti tambahan bahwa permintaan terhadap kendaraan listrik terus meningkat secara struktural, bukan sekadar tren sementara.
Menurut Dr. Le Hoang Nam, lonjakan ini dipicu oleh perubahan pola pikir konsumen. Ia menilai bahwa kepercayaan terhadap kendaraan listrik tumbuh seiring dengan kesiapan ekosistem, mulai dari produk hingga infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya dan layanan purnajual.
Keberhasilan tersebut kini dibawa VinFast ke pasar Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu pasar otomotif paling dinamis di Asia Tenggara. Namun, pendekatan yang diusung tidak sekadar menjual kendaraan. VinFast memilih bermain lebih dalam, dengan menargetkan total cost of ownership sebagai kunci utama keputusan konsumen.
Salah satu strategi yang cukup mencuri perhatian adalah skema langganan baterai. Dengan memisahkan biaya baterai dari harga kendaraan, VinFast mampu menurunkan harga awal pembelian secara signifikan. Pendekatan ini relevan dengan karakter konsumen Indonesia yang cenderung sensitif terhadap biaya awal dibandingkan efisiensi jangka panjang.
Untuk memperkuat daya tarik tersebut, VinFast juga menawarkan program langganan baterai gratis selama dua tahun bagi pembelian sebelum 31 Mei 2026. Insentif ini secara efektif memangkas beban biaya operasional di tahap awal, menjadikan kendaraan listrik sebagai pilihan yang semakin rasional, bukan hanya idealis.
Namun VinFast memahami bahwa harga bukan satu-satunya faktor. Infrastruktur tetap menjadi kunci. Oleh karena itu, perusahaan aktif membangun ekosistem EV yang komprehensif di Indonesia, mulai dari jaringan dealer, kemitraan pengisian daya, hingga strategi lokalisasi untuk menekan biaya dan meningkatkan aksesibilitas.
Melalui kombinasi inovasi produk, efisiensi biaya, dan pembangunan ekosistem, VinFast tidak sekadar ikut dalam tren elektrifikasi. Mereka sedang mendorong percepatan perubahan itu sendiri. Jika momentum ini terus terjaga, maka pertanyaan tentang masa depan kendaraan listrik bukan lagi “apakah akan terjadi”, melainkan “seberapa cepat semua orang akan menyusul.”

