Rodagilas.com, -Tiongkok, 8 Januari 2026 Geely Automobile Holdings Limited kembali mengirim sinyal keras ke industri otomotif global. Sepanjang 2025, pabrikan otomotif asal Tiongkok ini mencatatkan penjualan kendaraan global sebesar 3.024.567 unit, tumbuh impresif 39 persen secara tahunan dan sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa strategi transformasi Geely kini berada di jalur yang tepat, melampaui target revisi 3 juta unit dan mendorong total penjualan kumulatif global menembus 20 juta unit.
Pencapaian ini memperlihatkan perubahan lanskap otomotif global yang kian bergeser ke arah elektrifikasi. Geely tak lagi hanya dikenal sebagai produsen mass market, tetapi sebagai grup otomotif yang agresif, adaptif, dan visioner. Dalam konteks industri, pertumbuhan dua digit di tengah kompetisi ketat dan tekanan ekonomi global menjadi indikator kuat solidnya fundamental bisnis Geely.
Mesin utama pertumbuhan Geely datang dari segmen kendaraan energi baru (NEV). Sepanjang 2025, penjualan NEV Geely mencapai 1.687.767 unit, melonjak 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan bahwa elektrifikasi bukan sekadar tren, melainkan pilar utama strategi jangka panjang Geely. Merek-merek di bawah naungannya Geely Yinhe, Lynk & Co, dan ZEEKR berperan signifikan dalam mendorong volume sekaligus citra teknologi.
Geely Yinhe menjadi bintang utama. Dengan penjualan 1,24 juta unit atau tumbuh 150 persen secara tahunan, lini NEV ini mencatatkan rekor sebagai salah satu brand kendaraan listrik dengan pertumbuhan tercepat. Hanya dalam waktu kurang dari 2,5 tahun sejak peluncuran perdananya, Yinhe berhasil menembus satu juta unit penjualan sebuah capaian yang mencerminkan penerimaan pasar terhadap kombinasi teknologi, harga kompetitif, dan desain yang relevan.
Portofolio produknya pun mencerminkan strategi menyeluruh. Model seperti Geely Xingyuan (EX2), Geely M9, Starray EM-i, hingga Panda Mini membuktikan bahwa Geely serius menggarap semua segmen, dari kendaraan urban hingga keluarga. Di pasar global, Geely EX5 mencatat penjualan tahunan lebih dari 160.000 unit, memperkuat posisi Geely sebagai pemain global NEV yang bukan sekadar kuat di pasar domestik.
Sinergi Lynk & Co dan ZEEKR turut memperkuat profitabilitas grup. Penjualan Lynk & Co melampaui 350.000 unit, sementara ZEEKR mencetak rekor penjualan bulanan di atas 30.000 unit. Ini menegaskan pendekatan Geely yang tidak hanya mengejar volume, tetapi juga membangun ekosistem merek dengan positioning yang jelas dari premium performa hingga teknologi futuristik.
Menariknya, di tengah laju elektrifikasi, segmen kendaraan bermesin konvensional (ICE) Geely tetap solid. Lini Geely China Star membukukan penjualan lebih dari 1,21 juta unit. Model seperti Xingrui, Monjaro, Coolray, hingga Boyue menunjukkan bahwa pasar ICE masih relevan, terutama di negara berkembang. Bagi industri, ini menjadi sinyal penting bahwa transisi elektrifikasi harus berjalan berdampingan, bukan mematikan segmen eksisting secara instan.
Fondasi teknologi Geely semakin matang lewat strategi “Intelligent Geely 2025”. Produksi massal AI full-domain, sistem bantuan berkendara G-Pilot, Flyme Auto 2, hingga konstelasi satelit orbit rendah menjadi pembeda Geely dibandingkan kompetitor. Integrasi teknologi darat dan antariksa bukan sekadar gimmick, melainkan investasi jangka panjang untuk kendaraan yang lebih cerdas, aman, dan terhubung.
Dari sisi globalisasi, Geely menunjukkan ekspansi agresif namun terukur. Penjualan luar negeri mencapai 420.000 unit dengan penetrasi ke 88 negara. Indonesia menjadi salah satu pasar strategis, ditandai dengan dimulainya perakitan lokal Starray EM-i, disusul EX5 dan EX2, dengan target TKDN di atas 40 persen. Ini menempatkan Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan bagian dari rantai industri Geely.
Kinerja bisnis tersebut ditutup dengan kepemimpinan kuat di aspek ESG. Berbagai pengakuan internasional mempertegas posisi Geely sebagai produsen otomotif yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan. Di tengah industri yang semakin sadar lingkungan, Geely tampil sebagai contoh bahwa performa bisnis dan tanggung jawab global dapat berjalan seiring.

