Mudik Tanpa Panik: Chery Bongkar Jurus Aman Bawa Mobil Listrik Pulang Kampung

Rodagilas.com, Jakarta, 12 Maret 2026 – Tradisi mudik Lebaran selalu identik dengan perjalanan panjang yang penuh cerita. Namun di era kendaraan listrik, perjalanan pulang kampung kini memiliki dinamika baru. Tidak sedikit pemilik mobil listrik yang mulai percaya diri membawa kendaraannya menempuh ratusan kilometer menuju kampung halaman. Melihat tren tersebut, Chery Indonesia membagikan panduan praktis agar perjalanan mudik dengan kendaraan listrik tetap aman, nyaman, dan efisien.

Bagi banyak keluarga, mudik bukan sekadar perjalanan biasa. Ada harapan untuk tiba dengan selamat, berkumpul bersama orang tercinta, dan menikmati momen kebersamaan yang jarang terjadi di tengah kesibukan kota. Karena itu, persiapan kendaraan menjadi hal penting yang tidak boleh dianggap sepele, terutama bagi pemilik kendaraan listrik yang baru pertama kali melakukan perjalanan jarak jauh.

Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, menegaskan bahwa mudik dengan mobil listrik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan kendaraan konvensional. Kunci utamanya terletak pada kesiapan kendaraan dan perencanaan perjalanan yang matang sebelum berangkat.

“Perjalanan mudik dengan kendaraan listrik pada prinsipnya tetap aman dan nyaman selama kendaraan dipersiapkan dengan baik. Kami selalu menyarankan pelanggan untuk melakukan pemeriksaan kendaraan di bengkel resmi sebelum perjalanan, sekaligus merencanakan rute termasuk titik pengisian daya agar perjalanan dapat berlangsung lebih tenang dan efisien,” ujar Budi Darmawan Jantania.

Secara umum, persiapan kendaraan listrik memang tidak terlalu berbeda dibandingkan mobil berbahan bakar konvensional. Namun terdapat beberapa komponen penting yang harus diperiksa lebih teliti agar kendaraan tetap berada dalam kondisi optimal selama perjalanan panjang.

Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah sistem pengereman. Sistem ini harus dipastikan bekerja dengan respons yang optimal untuk menjaga keamanan selama perjalanan. Selain itu, kondisi dan tekanan ban juga wajib diperiksa agar kendaraan tetap stabil ketika melaju di berbagai kondisi jalan.

Komponen lain yang tidak kalah penting adalah sistem pendingin atau coolant yang bertugas menjaga suhu komponen kendaraan tetap ideal. Pada kendaraan listrik, stabilitas temperatur sangat berpengaruh terhadap performa sistem. Selain itu, baterai 12 volt yang mendukung sistem kelistrikan kendaraan juga perlu dipastikan dalam kondisi prima sebelum perjalanan dimulai.

Selain kesiapan kendaraan, perencanaan perjalanan juga memegang peran penting dalam menjaga efisiensi energi mobil listrik. Salah satu langkah paling mendasar adalah memastikan baterai kendaraan terisi penuh sebelum berangkat. Dengan kondisi baterai 100 persen, pengemudi memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan titik pemberhentian selama perjalanan.

Pengemudi juga disarankan memetakan rute perjalanan sekaligus mengidentifikasi lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU yang tersedia di sepanjang jalur mudik. Perencanaan ini membantu mengurangi risiko kehabisan daya di tengah perjalanan sekaligus membuat perjalanan terasa lebih terkontrol.

Gaya berkendara juga menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi energi kendaraan listrik. Pengemudi dianjurkan mengemudi dengan gaya yang halus dan stabil, idealnya pada kecepatan di bawah 100 kilometer per jam. Selain itu, tekanan ban harus dijaga pada level optimal dan penggunaan AC kabin sebaiknya dilakukan secara bijak agar konsumsi energi tetap efisien.

Menariknya, Chery juga memberikan panduan bagi pemilik kendaraan listrik yang tidak membawa mobilnya saat mudik. Jika kendaraan ditinggalkan selama satu hingga dua minggu, pemilik disarankan memastikan tingkat daya baterai atau State of Charge minimal berada pada angka 50 persen sebelum mobil diparkir.

Dalam kondisi normal, aki 12 volt sebenarnya tidak perlu dilepas karena sistem kendaraan telah dirancang untuk mengatur konsumsi daya secara efisien saat mobil tidak digunakan. Namun jika kendaraan akan ditinggalkan dalam waktu yang lebih lama, melepas terminal aki 12 volt dapat menjadi langkah preventif untuk mencegah pelemahan baterai.

Sebagai bentuk dukungan bagi para pelanggan selama musim mudik, Chery Indonesia juga menghadirkan program layanan purnajual melalui jaringan Bengkel Siaga dan Customer Care 24 jam. Layanan ini merupakan bagian dari program global Chery Family Care yang bertujuan memastikan pelanggan tetap mendapatkan dukungan teknis kapan pun dibutuhkan.

Sebanyak 22 dealer Chery di berbagai wilayah Indonesia akan beroperasi sebagai bengkel siaga mudik selama periode 18 hingga 24 Maret 2026. Bengkel tersebut didukung oleh teknisi bersertifikasi yang siap memberikan layanan perawatan maupun penanganan kendala teknis selama perjalanan.

Tidak hanya itu, Chery juga menghadirkan program promo servis Lebaran yang berlangsung pada 5 hingga 31 Maret 2026. Dalam program ini, pelanggan dapat menikmati diskon 30 persen untuk suku cadang tertentu serta potongan 10 persen untuk biaya jasa servis, yang berlaku untuk seluruh model kendaraan Chery.

Saat ini Chery telah menghadirkan beberapa model kendaraan listrik di Indonesia seperti Chery J6, J6T, serta Chery E5. Ketiga model ini dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara modern dengan efisiensi energi yang optimal sekaligus mendukung mobilitas jarak jauh.

Dengan dukungan teknologi elektrifikasi serta jaringan layanan yang terus berkembang, Chery Indonesia optimistis kendaraan listrik akan semakin diterima oleh masyarakat luas. Termasuk sebagai kendaraan andalan untuk menempuh perjalanan panjang seperti mudik Lebaran, yang kini tidak lagi identik dengan kecemasan, melainkan perjalanan yang lebih efisien, modern, dan ramah lingkungan.