Rodagilas.com, Jakarta, 18 Maret 2026 — Arus mudik Lebaran 2026 resmi bergerak, dan bersamaan dengan itu, kebutuhan akan perjalanan yang aman dan minim gangguan menjadi prioritas utama. Menjawab kebutuhan tersebut, GAC Indonesia menghadirkan program GAC Siaga Lebaran 2026 yang telah mulai beroperasi penuh sejak 18 Maret. Program ini dirancang sebagai sistem pendamping perjalanan yang menggabungkan layanan fisik dan digital demi memberikan rasa aman bagi para pengguna kendaraan GAC.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, GAC Indonesia melihat momentum mudik sebagai ujian nyata bagi kesiapan ekosistem layanan. Oleh karena itu, kehadiran GAC Siaga Lebaran bukan sekadar program musiman, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang dalam memastikan pengalaman berkendara tetap nyaman, bahkan dalam perjalanan jarak jauh.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menegaskan bahwa perjalanan mudik sering kali diwarnai berbagai tantangan tak terduga. Mulai dari kondisi lalu lintas yang padat hingga kebutuhan teknis kendaraan di tengah perjalanan. Menurutnya, GAC ingin memastikan bahwa setiap pelanggan tidak merasa sendiri ketika menghadapi situasi tersebut.
Selama periode 18 hingga 29 Maret 2026, GAC Indonesia mengoperasikan Posko Siaga 24 jam di dua titik strategis jalur mudik, yakni di rest area KM 229B dan KM 343A. Lokasi ini dipilih sebagai titik krusial yang dilalui banyak pemudik, sehingga dapat memberikan akses layanan yang cepat dan mudah dijangkau.
Di Posko Siaga tersebut, pelanggan dapat menikmati berbagai layanan yang dirancang untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal. Mulai dari pengisian daya gratis untuk kendaraan listrik, pengecekan tekanan angin ban, hingga pemeriksaan sistem elektrikal kendaraan. Selain itu, layanan pembaruan software juga tersedia untuk memastikan sistem kendaraan tetap up to date selama perjalanan.
Tidak hanya fokus pada kendaraan, GAC juga memperhatikan kenyamanan pengemudi dan penumpang. Posko Siaga dilengkapi dengan fasilitas istirahat yang nyaman, lengkap dengan snack ringan untuk membantu pemudik memulihkan energi sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
Selain Posko Siaga, GAC Indonesia juga mengandalkan jaringan Bengkel Siaga yang tetap beroperasi selama periode Lebaran. Bengkel-bengkel ini tersebar di sejumlah kota strategis di jalur mudik dan tetap buka dengan jam layanan normal. Layanan yang diberikan mencakup servis berkala, penggantian aki dan ban, hingga pemeriksaan sistem rem dan elektrikal.
Untuk mengantisipasi situasi darurat di jalan, GAC juga menyediakan layanan Emergency Roadside Assistance yang siaga selama 24 jam. Layanan ini menjadi solusi cepat bagi pelanggan yang mengalami kendala teknis di tengah perjalanan, sehingga perjalanan tidak terhenti terlalu lama.
Di sisi lain, GAC memperkuat dukungan melalui teknologi digital lewat GAC Apps. Aplikasi ini menjadi pusat kendali bagi pengguna kendaraan GAC untuk memantau kondisi kendaraan secara real-time, mengakses layanan darurat, serta menemukan lokasi dealer atau titik layanan terdekat dengan mudah.
Melalui GAC Apps, pengguna kendaraan seperti AION dan HYPTEC dapat merasakan pengalaman berkendara yang lebih terintegrasi. Semua informasi penting terkait kendaraan dapat diakses langsung dari genggaman, memberikan rasa tenang selama perjalanan panjang.
Sebagai tambahan, GAC Indonesia juga menghadirkan penawaran spesial selama periode mudik. Pelanggan dapat menikmati diskon hingga 20 persen untuk pembelian portable charger dan perangkat Vehicle-to-Load (V2L) di dealer resmi. Penawaran ini ditujukan untuk mendukung fleksibilitas penggunaan kendaraan listrik selama perjalanan.
Menurut Andry Ciu, mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan emosional yang penuh makna. Oleh karena itu, GAC ingin memastikan setiap pelanggan dapat menikmati perjalanan tersebut tanpa rasa khawatir, dengan dukungan layanan yang siap hadir kapan saja dibutuhkan.
Melalui kombinasi layanan lapangan dan dukungan digital yang terintegrasi, GAC Siaga Lebaran 2026 menjadi bukti keseriusan GAC Indonesia dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang tidak hanya inovatif, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan nyata pengguna di lapangan.

