Bukan Sekadar Jual Motor: WARI Turun Tangan, Kawal Mudik dan Sentuh Hati Konsumen di Ramadan

Rodagilas.com, Jakarta, 17 Maret 2026 — Menyambut Lebaran 1447 H yang tinggal menghitung hari, PT WahanaArtha Ritelindo (WARI) tidak hanya fokus pada kesiapan layanan bagi konsumennya, tetapi juga menghadirkan sentuhan sosial yang terasa nyata sepanjang Ramadan. Perusahaan ini memadukan kepedulian sosial dengan kesiapan teknis, menjadikan momen mudik tahun ini lebih dari sekadar perjalanan pulang.

Sepanjang bulan Ramadan, WARI aktif menggelar berbagai kegiatan sosial yang melibatkan konsumen serta masyarakat di sekitar area operasionalnya. Mulai dari pembagian takjil di jalan, buka puasa bersama pelanggan loyal, hingga santunan bagi anak yatim, seluruh kegiatan dirancang untuk memperkuat nilai kebersamaan.

Tidak berhenti di situ, WARI juga mengadakan pengajian bersama serta menyalurkan paket makanan ke sejumlah masjid. Aktivitas ini menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia layanan otomotif, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas.

Menariknya, WARI turut menghadirkan talkshow bertema “Mudik Aman, Lebaran Nyaman Bersama Honda” yang bertujuan memberikan edukasi keselamatan berkendara. Dalam kegiatan ini, kampanye #Cari_Aman kembali digaungkan sebagai pengingat pentingnya berkendara secara bertanggung jawab, terutama saat musim mudik.

Lebih dari 500 konsumen telah merasakan langsung manfaat dari berbagai kegiatan tersebut. Bagi banyak peserta, momen ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menciptakan kedekatan emosional dengan brand Honda dan jaringan dealer yang selama ini mereka percaya.

Customer & Employee Engagement Head PT WahanaArtha Ritelindo, Irfan Pradinata, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mempererat hubungan dengan konsumen sekaligus berbagi dengan sesama. Menurutnya, kehadiran WARI harus dirasakan tidak hanya melalui produk, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang berdampak.

Seiring dengan mendekatnya arus mudik, WARI juga memastikan kesiapan layanan purna jual melalui jaringan AHASS. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna sepeda motor Honda dalam melakukan perawatan maupun pengecekan kendaraan sebelum dan selama perjalanan.

Salah satu titik layanan unggulan adalah AHASS Siaga+ Wahana Ciputat yang melayani konsumen pada 19–20 Maret serta 27–28 Maret 2026 dengan jam operasional hingga malam hari. Lokasi ini menjadi titik strategis bagi pemudik dari Jakarta menuju Banten dan Sumatera.

Selain itu, AHASS Siaga Wahana Kotamobagu juga disiapkan untuk melayani pemudik di wilayah Sulawesi Utara pada 20–24 Maret 2026. Kehadiran titik layanan ini menjadi solusi penting bagi pengguna sepeda motor Honda yang melintasi jalur Manado dan sekitarnya.

Melalui jaringan AHASS Siaga dan AHASS Siaga+, WARI menyediakan berbagai layanan mulai dari servis ringan, pengecekan kondisi sepeda motor, hingga penanganan darurat. Semua layanan ini dirancang untuk memastikan kendaraan tetap dalam kondisi optimal selama perjalanan jarak jauh.

Irfan menambahkan bahwa perjalanan mudik membutuhkan persiapan matang, terutama dari sisi kendaraan dan kondisi pengendara. Oleh karena itu, WARI mengimbau pemudik untuk selalu menjaga kondisi fisik, mematuhi aturan lalu lintas, serta beristirahat setiap dua hingga tiga jam.

Selain itu, WARI juga mengingatkan konsumen untuk selalu melakukan transaksi melalui layanan resmi atas nama perusahaan, baik di dealer maupun jaringan AHASS, guna menghindari potensi penipuan yang kerap meningkat di momen ramai seperti Lebaran.

Sebagai bagian dari Wahana Artha Group, WARI saat ini mengelola 43 outlet yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dengan jaringan yang terus berkembang, perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan konsumen.

Melalui kombinasi kegiatan sosial dan kesiapan layanan teknis, WARI ingin memastikan bahwa setiap perjalanan mudik tidak hanya aman, tetapi juga penuh makna. Di tengah padatnya arus mudik, kehadiran WARI menjadi pengingat bahwa perjalanan pulang seharusnya terasa lebih hangat, bukan sekadar cepat sampai tujuan.