Rodagilas.com, Palembang – Semangat menapaki jalan menuju Tanah Suci digaungkan lebih awal di Kota Pempek. FIFGROUP Cabang Palembang melalui unit usaha syariahnya, AMITRA, berkolaborasi dengan Bank Muamalat Indonesia menggelar seminar edukasi perencanaan haji di Parkside’s Hotel Palembang pada Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus mendorong masyarakat mempersiapkan ibadah haji sejak dini, bukan saat waktu sudah terlalu sempit.
Seminar ini bukan sekadar forum sosialisasi produk pembiayaan. Lebih dari itu, acara dirancang sebagai ruang dialog terbuka mengenai realitas antrean haji yang kian panjang serta pentingnya perencanaan finansial yang matang. Kepala Cabang FIFGROUP Palembang, Rendra Bangsawan, menegaskan bahwa banyak masyarakat masih menunda pendaftaran haji karena merasa belum siap secara dana, padahal waktu tunggu terus berjalan tanpa kompromi.
“Melalui kegiatan ini, kami mendorong masyarakat untuk tidak menunda pendaftaran haji. Dengan perencanaan yang matang dan skema pembiayaan syariah yang transparan, masyarakat dapat mempersiapkan setoran awal haji lebih ringan dan terencana,” ujar Rendra dalam sambutannya. Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa akses menuju ibadah haji kini semakin terbuka, selama direncanakan dengan strategi yang tepat.
Dalam sesi materi utama, Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Sumatera Selatan, H. Agus Jaya, memaparkan fakta yang cukup menyentak. Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, antrean haji reguler nasional rata-rata mencapai sekitar 26 tahun. Artinya, seseorang yang mendaftar hari ini kemungkinan baru berangkat ketika usianya telah memasuki fase yang berbeda dalam hidup.
Khusus di Sumatera Selatan, masa tunggu keberangkatan berada pada kisaran 25 hingga 30 tahun, tergantung tahun pendaftaran dan kuota yang tersedia. Angka ini menjadi alarm nyata bahwa mendaftar di usia muda bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Semakin cepat mendaftar, semakin besar peluang berangkat dalam kondisi fisik yang prima dan kesiapan mental yang optimal.
Selain membahas urgensi waktu, seminar juga mengupas tuntas prinsip dasar keuangan syariah yang menjadi fondasi pembiayaan haji melalui AMITRA. Peserta diberikan pemahaman mengenai transaksi tanpa riba, penggunaan akad yang jelas dan transparan, serta skema angsuran yang adil dan terukur. Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana, sehingga mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang baru pertama kali mengenal pembiayaan syariah.
Rendra menambahkan bahwa transparansi menjadi kunci utama dalam setiap skema pembiayaan yang ditawarkan. Sejak awal, konsumen sudah mengetahui besaran setoran awal, tenor pembayaran, hingga total kewajiban secara menyeluruh. Tidak ada ruang abu-abu dalam perhitungan. Semua dirancang agar calon jemaah dapat menyusun rencana keuangan secara terstruktur, aman, dan tetap sesuai prinsip syariah.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara berlangsung. Diskusi berlangsung interaktif, terutama saat membahas program potongan biaya administrasi dan opsi angsuran ringan yang ditawarkan. Mayoritas peserta merupakan nasabah dengan riwayat pembayaran baik yang ingin memanfaatkan fasilitas pembiayaan untuk mempercepat proses pendaftaran haji, sekaligus mengamankan nomor porsi lebih awal.
Kolaborasi antara FIFGROUP Palembang dan Bank Muamalat Indonesia ini menunjukkan bahwa sinergi lembaga keuangan syariah dapat menjadi katalis percepatan literasi sekaligus solusi konkret bagi masyarakat. Tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga edukasi yang membumi dan relevan dengan kebutuhan riil. Pendekatan ini memperkuat posisi AMITRA sebagai mitra finansial yang tidak sekadar transaksional, melainkan juga edukatif.
Melalui seminar ini, FIFGROUP Palembang menegaskan perannya sebagai teman perjalanan masyarakat dalam meraih impian menuju Tanah Suci. Pesan yang digaungkan sederhana namun tajam: jangan tunggu mapan untuk mendaftar haji, karena waktu tunggu tidak pernah menunggu siapa pun. Dengan perencanaan sejak dini, kepastian antrean bisa diamankan, kesiapan finansial lebih terjaga, dan langkah menuju Baitullah terasa lebih dekat serta terarah.

