Geely EX2 Dirakit Lokal, Produksi Kendaraan Listrik Dipacu

Rodagilas.com, Purwakarta, 19 Januari 2026 — Geely Auto Indonesia resmi memulai perakitan lokal Geely EX2, menandai babak penting dalam ekspansi manufaktur merek otomotif global ini di Tanah Air. Kehadiran EX2 sebagai model ketiga dalam lini produksi lokal Geely menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan basis strategis pengembangan jangka panjang di kawasan Asia Tenggara.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari fase trial production yang telah diselesaikan pada Mei 2025. Setelah itu, Geely secara bertahap memperluas aktivitas manufakturnya melalui perakitan Starray EM-i pada September, disusul Geely EX5. Dengan kapasitas produksi mencapai 60 unit per hari, fasilitas perakitan yang dijalankan bersama PT Handal Indonesia Motor (HIM) menjadi tulang punggung strategi lokalisasi Geely di Indonesia.

Kolaborasi ini tidak hanya berbicara soal volume produksi, tetapi juga komitmen nyata dalam memperkuat fondasi industri otomotif nasional. Geely membawa standar manufaktur globalnya ke dalam ekosistem lokal, membangun kepercayaan bahwa kualitas internasional dapat diwujudkan melalui proses produksi dalam negeri yang terukur dan berkelanjutan.

“Sejak program pre-booking dibuka pada November 2025, Geely EX2 mendapatkan respons yang sangat positif dengan lebih dari 1.000 SPK. Dalam waktu dekat kami akan mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia. Dengan strategi lokalisasi dan TKDN 46,5 persen, kami siap menghadirkan produk berkualitas global yang dirakit secara lokal,” ujar Wu Chuxing, CEO Geely Auto Indonesia.

Lebih dari sekadar perakitan, Geely juga menaruh perhatian besar pada penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Salah satu langkah strategisnya diwujudkan melalui kemitraan dengan manufaktur lokal Gotion dalam pemasokan battery cell untuk Geely EX2. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam membangun rantai nilai industri baterai yang lebih kuat, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.

Dari sisi teknologi, Geely EX2 mengusung baterai dengan teknologi Cell-to-Pack (CTP) yang terintegrasi dengan Geely Battery Safety System. Sistem ini didukung pendingin berbasis cairan untuk menjaga stabilitas suhu dan performa baterai dalam berbagai kondisi penggunaan. Seluruh aspek keselamatan tetap mengacu pada standar dan sertifikasi global Geely, memastikan tingkat keamanan yang konsisten bagi konsumen Indonesia.

Di lini produksi, Geely menerapkan pendekatan menyeluruh dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program pelatihan teknis intensif, knowledge sharing, serta pendampingan langsung dari tim global Geely menjadi bagian dari proses transfer teknologi. Penerapan Geely Manufacturing Enterprise System (GMES) memastikan setiap tahapan produksi berjalan dengan presisi dan konsistensi tinggi.

Setiap unit Geely EX2 yang keluar dari jalur perakitan juga melewati serangkaian pengujian ketat. Fokus utama pengujian mencakup performa advanced driver assistance system (ADAS) dalam berbagai skenario berkendara, mulai dari kondisi lalu lintas perkotaan hingga simulasi situasi darurat. Pendekatan ini menegaskan bahwa kualitas dan keselamatan menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap.

Kontribusi Geely melalui perakitan lokal ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan kendaraan listrik dan peningkatan TKDN. Di sisi lain, langkah ini turut memperkuat daya saing industri otomotif nasional melalui peningkatan kompetensi manufaktur, penciptaan nilai tambah, serta penyerapan tenaga kerja terampil.

Geely EX2 sendiri merupakan model yang telah terbukti di pasar global. Dikenal dengan nama Geely Xingyuan dalam versi left-hand drive, model ini mencatatkan penjualan lebih dari 465 ribu unit sepanjang 2025 di Tiongkok. Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa desain modern, efisiensi energi, dan teknologi yang diusung EX2 relevan dengan kebutuhan masyarakat urban.

Dengan dimulainya perakitan lokal Geely EX2, Geely Auto Indonesia mengirim pesan tegas: investasi ini bukan langkah sementara. Geely hadir untuk tumbuh bersama industri otomotif nasional, menghadirkan kendaraan listrik yang kompetitif, sekaligus membangun ekosistem manufaktur yang berdaya saing dan berorientasi masa depan.